
Di ruangan yang serbah hitam terdapat empat orang yang terikat di kursinya masing-masing
Eung
Lenguh seorang perempuan siapa lagi kalau bukan Clarisa, ia membuka matanya dan terbelalak
"Kak Stevan" teriaknya dengan penuh ketakutan
"Mama, papa" teriak lagi Clarisa
"Clarisa itu kamu" sahut Nyonya Sanjaya
"Iya ma, pa kak Stevan Clarisa takut" ucap Clarisa sambil terisak
"Kita dimana, kak stevan"
"Kamu yang sabar, ada kak Stevan disini" Stevan berusaha menenangkan Clarisa
"Sayang kamu yang tenang" ucap nyonya Sanjaya
"Tapi ma...."Clarisa menggantung ucapannya akibat lampu yang menyala di dalam ruangan tersebut
"Wah sudah sadar rupanya kalian" ucap seorang wanita, siapa lagi kalau bukan Yuna dengan topeng diwajahnya
"Siapa kamu" teriak Stevan dan berusaha melepaskan ikatan tangannya
"Siapa aku, siapa, nggak tau" jawab Yuna
"Siapa yang memperintahkan kamu" tanya stevan dengan nada datar serta tatapan tajamnya itu
"Dia akan datang... Dan membawah kegelapan kepada kalian semua" singkat Yuna dan berjalan menuju tuan dan nyonya sanjaya
"Menjauh dari papa dan mama saya" teriak Stevan dan berusaha melepaskan ikatan tangannya
__ADS_1
Sedangkan Yuna berjalan secara perlahan menuju tuan dan nyonya sanjaya
"Tuan dan nyonya Sanjaya..." Yuna menjeda ucapannya sambil menatap keduanya dengan tatapan tajamnya
"Kalian berdua sangat beruntung ya"
"Kalian berdua bersenang-senang diatas penderitaan seorang gadis kecil"
"Apa maksudmu" tanya nyonya Sanjaya
"Oh kalian melakukannya dan melupakannya bagus, bagus" ucap Yuna sambil bertepuk tangan
Yuna meletakan pistol di kepala tuan Sanjaya
"Papa" teriak Clarisa dengan penuh ketakutan
"Jauhkan senjatanya dari suamiku" teriak nyonya Sanjaya
"Jangan coba-coba menyentuh kedua orang tuaku lepaskan senjatanya kalau tidak" ucapan Stevan terpotong
"Kau berani mengancam"
"Besar juga nyalimu ya"
"Setelah apa yang dilakukan kedua orang tuamu kamu mau saya melepaskan mereka" ucap Yuna dengan dinginnya Sambil memindahkan senjata di kepala Nyonya Sanjaya
"anda tidak ingat kejadian 15 tahun lalu" tanya Clarisa sbil.menatap mata nyonya Sanjaya
"Dan kau, tidak ingatkah kamu tentang kejadian tersebut" tanya lagi Yuna sambil menatap tajam mata tuan Sanjaya
"Ahhh... Kalian tidak ingat ya..." Yuna menggantung ucapannya
"Hadia mobil pertama untuk putrimu" jelas Yuna
__ADS_1
Dapat di lihat kekagetan di wajah keduanya yang tegang
"Oh kalian sudah ingat ya" tanya Yuna yang melihat wajah keduanya
"Jadi..." Nyonya Sanjaya yang akan berucap terhenti
"Yap, akhirnya kalian ingat juga, karena itu kalian semua berada disini" jawab Yuna
"Pa ma, apa yang terjadi" tanya stevan setelah terdiam untuk waktu yang lama
"Iya ma ada apa, apa? Yang terjadi" tanya Clarisa
"Oh kalian pengen tahu ya" tanya Yuna dengan tatapan polosnya menatap kedua adik Kaka itu
"Kalian yang beritahu.... Atau aku nih" tanya Yuna
"Mobil putri saya diculik pada saat itu, pasti itu kerjaan orang lain yang ingin mengkambing hitamkan keluarga saya" jelas Nyonya Sanjaya berkilah
"Ah.... Masih berkilah ya" ucap Yuna
Dor
Dor
Peluruh yang Yuna tembakan meleset melewati rambut nyonya Sanjaya dan tuan sanjaya dan mengagetkan semua yang ada di ruangan itu
"Ahhhhhh" teriak Nyonya Sanjaya
"Ahhhhhhh mama, papa" teriak Clarisa
"Mama, papa lepaskan mama saya" teriak Stevan
Yuna terus saja bermain-main dengan mereka yang ada di ruang tersebut kegiatan tersebut terhenti akibat pintu di ruangan tersebut terbuka
__ADS_1
Ceklek