Perempuan Misterius

Perempuan Misterius
Saling Rindu


__ADS_3

Stevan menuruni tangga menuju ruang makan


"Malam" ucap Reno dengan senyum lebarnya sambil menarik kursi disamping tempat duduk adiknya


"Malam"


"Kak ada apa? Mama perhatikan dari pulang kantor kamu terlihat bahagia" tanya nyonya Sanjaya


"Nggak papa ma"


"Iya kak, aku juga lihat ada yang beda sama kk" sambung adiknya


"Kepo" ledek Stevan pada adiknya


"is... Kak Stevan rese" kesal Clarisa


"Sudah,makan" perintah papanya


Terdengar hanya detingan sendok,


Selesai melaksanakan makan malam mereka semua berkumpul untuk menceritakan keseharian mereka.sudah menjadi kebiasaan keluarga sanjaya


"Ma! Aku telah menemukan dia" ucap Stevan dengan senyumnya


"Apa? Jadi yang membuat kamu bahagia ya itu"


"Iya ma"


"Bawa kerumah mama ingin melihat dia"


"Apasih ma? Kok aku nggak paham" sela Clarisa dikarenakan tidak memahami apa yang di bicarakan oleh KK dan mamanya


"Anak kecil nggak perluh tau" kembali Stevan meledek Clarisa


"Ma... Lihat " kecal Clarisa sambil menunjuk pada kk-nya


"Dasar jomblo karatan"


"Nggak yah, kamu itu anak kecil" ledek Stevan


"KK tuh jomblo karatan, sudah tua nggak nikah-nikah, mau jadi bujang lapuk yah" ucap Clarisa sambil menjulurkan lidahnya

__ADS_1


"Sudah.... Kalian berdua ini masih kaya anak kecil saja" potong nyonya sanjaya


"Jadi... Mau dibawa kapan" nyonya sanjaya melihat pada putranya


"Nanti aku tanya yah ma, waktu kosong dia adanya kapan"


"Maaaaa aku nggak tau loh" kesal Clarisa


"Hei... Kamu ini nggak baik memotong pembicaraan orang yang lebih tua" ucap nyonya Sanjaya


"Maaf ma"


"Itu Abang kamu mau bawa KK iparmu ke rumah"


"Apa" teriak Clarisa


"Risa" tegur mamanya


"Hehehehe! Sorry ma, kak yang betul aku kira KK ni bujang lapuk"


"Enak aja" ngegas Stevan pada adiknya


"Cantik nggak"


Tanya Clarisa dengan cepatnya


"Cantik, baik, anggun, semua yang ada padanya sangat sempurna," terang Stevan dengan senyum yang tak luntur dari bibirnya


"Kak sesempurna itu, minta fotonya" pinta Clarisa


"Nggak, rahasia nanti pada waktunya baru kamu lihat"


"Dasar pelit"


'hm"


Karena hari semakin larut, mereka mulai memasuki kamar untuk istirahat


Di kamar Stevan sedang menelfon clara


"Halo" sapa stevan

__ADS_1


"Iya"


"Lagi ngapain" tanya  stevan


"Mau tidur"


"Kangennn" rengek Stevan


"He... Baru juga ketemu tadi, ada-ada saja kamu"


"tapi kangen" ucap Stevan


Clara dan Stevan tidak sadar bahwa mereka berbicara waktu telah melewati jam 12 lewat pada saat itu mata Stevan tertuju ini pada jam di atas pintu kamarnya


"Udah jam 12 lewat nih" ujar Stevan


"ha, Iyah yah" ucap Clara dengan melihat jam pada mejanya


"yaudah kamu tidur, besok kan mau ke kantor" perintah Clara pada Stevan.


"kiss dulu baru aku tidur" pinta Stevan dengan senyum


"nggak"


"Putri, kiss" rengek Stevan lagi dengan memelas


"nggak, Good night" ucap Clara dan mematikan telfonya


tit


Stevan yang melihat bahwa Clara telah mematikan telfonya berucap


"good night putri" ucap Stevan dengan menatap telfonya


Stevan menarik selimut dan tertidur


disisi Clara


Clara dengan muka malunya melihat handphone


"kenapa kamu semakin gila ajah si Clara" ucap Clara sambil memukul kepalanya

__ADS_1


"ah... bisa gila ni gue" teriak Clara dalam kamarnya untungnya kamar Clara itu kedap suara.


Clara juga mulai tertidur dengan senyum yang terus mengembang bisa kita lihat dari raut di wajahnya.


__ADS_2