
Dalam kamar hotel
Stevan mengambil hanphonenya untuk menelfon sang pujaan hati dikarenakan seharian ini ia sibuk dengan permasalahan kantornya
"Halo" sapa stevan pada sang pujaan hati
"Hy" sapa balik Clara dibalik telfonya
"Lagi ngapain? Kangen" tanya stevan di Baringi dengan rengekan
"Ni mau tidur, sama" jawab Clara
Stevan beserta Clara menelfon dengan tawa yang tak pernah luntur dari wajah keduanya akibat kebobrokan keduanya
"Besok aku kembali" ucap Stevan dengan tiba-tiba
"Memangnya urusan disitu udah selesai" tanya Clara
"Sudah beres, lagian aku rindu kamu"
"Udah malam tidur gih" perintah Stevan dengan nada lembutnya
"Iya, kamu juga besok kan mau perjalanan jauh istirahat gih"
"Good night" ucap keduaanya dan mematikan telfon secara bersamaan
tit
Keesokan harinya Stevan dan Reno melakukan perjalanan kembali ke ibukota A mereka berangkat dari pagi dikarenakan Stevan tidak sabar bertemu dengan Clara bahkan mereka belum sempat sarapan pagi
"Reno cari restoran terdekat. kita sarapan pagi baru melanjutkan perjalanan" perintah Stevan
"Baik Bos" jawab reno dengan patuh soalnya dia juga udah lapar banget tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa
Beberapa menit perjalanan Reno menepikan mobilnya disebuah restoran yang lumayan mewah
"Bos sudah sampai" ucap Reno
__ADS_1
"Hm"
Stevan dan Reno berjalan memasuki restoran tersebut dan mencari meja yang bisa mereka duduki
"Bos disana ajah" tunjuk Reno tidak jauh dari tempat mereka berdiri
Stevan berjalan diikuti Reno menuju meja tersebut.
Seorang pelayan menghampiri meja Stevan dan Reno
"Mau pesan apa tuan-tuan" tanya pelayan itu
"Bos"
"Nasi goreng, kopi, dan air putih" ucap Stevan
"Saya samain aja" ucap Reno dengan tiba-tiba
"Baik, di tunggu sebentar ya tuan" ucap pelayan itu dan berjalan menuju belakang tempat pesanan para pembeli.
Beberapa menit makanan pesanan mereka telah datang
Stevan beserta Reno melanjutkan sarapan mereka, Stevan menyelesaikan sarapannya Reno yang melihat bahwa bosnya telah selesai sarapan dia pun menyudahi makannya
"Habiskan makananmu" perintah Stevan
"Iya bos"
Reno melanjutkan makanya setelah selesai makan Stevan dan Reno berjalan menuju keluar restoran dan akan melanjutkan perjalanan mereka. mereka telah meninggalkan uang di atas meja yah
Beberapa jam perjalanan sampailah mereka di ibukota A pada jam makan siang
"Ma aku pulang" ucap Stevan memasuki rumahnya
"KK udah pulang? Pasti capek Istirahat gih nanti mama bangunin untuk makan siang" ucap nyonya Sanjaya dengan perhatiannya
"Kamu juga Reno masuk sana ke kamar tamu, istirahat nanti Tante bangunin" ucap nyonya sanjaya secara tiba-tiba
__ADS_1
"Ia nyonya"
"Apa"
"Tante maksudnya"
Stevan beserta Reno memasuki.kamar masing-masing dan beristirahat
Beberapa menit
"Leni kamu bangunkan Reno untuk makan siang, biar saya yang bangunkan KK stevan" perintah nyonya Sanjaya
"Iya ibu" jawab Leni yup dia salah satu pembantu milik keluarga Sanjaya
Nyonya Sanjaya atau mama mereka menuju kamar putranya
Ceklek
Nyonya Sanjaya melihat putranya yang tertidur pulas berjalan kesamping kasur putranya
"KK, ayo bangun makan dulu" nyonya sanjaya membangunkan putranya dengan lembutnya sambil mengguncang bahunya secara perlahan.
"Iya ma" Reno perlahan membuka matanya dan menjawab mamanya ia mengenali suara wanita yang telah melahirkannya
Nyonya Sanjaya kembali keluar dan menuju ruang makan, diruang makan telah muncul semua orang dan hanya tersisa Stevan saja
tuk
tuk
"Ma pa, dan adik KK tersayang" sapa stevan
"Halo kak Stevan" sapa balik Clarisa
"Tumben mereka tidak berantem" dalam batin Reno karena biasanya kedua KK beradik ini tidak pernah akur
"Iya, hm" sahut kedua orangtuanya dengan jawaban yang berbeda
__ADS_1
"Duduk kak, Reno kamu juga" ucap nyonya Sanjaya
Duduklah Stevan dan Reno keluarga Sanjaya melanjutkan makan siang mereka dalam keheningan karena sudah aturan keluarga mereka.