
Clara beserta yuna telah memasuki markas, seperti biasa
"Selamat datang mis" ucap serempak para anggotanya
"Hm" deheman yang diberikan oleh sang pemimpin
Ia beserta tangan kanannya (mawar merah) berjalan menuju ruang pertemuan
Ceklek
Melihat sang pemimpin yang telah memasuki ruang pertemuan mereka semua Yang ada didalam ruang pertemuan serempak memberi salam
"Selamat datang mis"
"Hm" deheman yang diberikan sang pemimpin sambil berjalan menuju kursi pimpinan dan menduduki kursi tersebut. Tangan kanan sang pemimpin berdiri di belakang sang pemimpin
"Bagaiman" tanya sang pemimpin memecahkan keheningan didalam ruang tersebut
"Senjata yang dikirim kepada klien sukse mis" jawab sala satu anggota Yang ada diruangan itu
"Untuk obat yang diperlukan oleh kota M sukses mis" jawab sala satu anggota lainnya Yang ada diruangan itu
"Untuk racun yang di minta oleh presiden kota B telah sampai dengan selamat ditempat tujuan, meski ada sedikit kendala, tapi berhasil kami atasi mis" lapor sala satu Anggotanya
"Mis ada sala satu kendala tentangan pistol yang diinginkan oleh Kota C pistol tersebut hilang dalam perjalan" jelas sala satu anggota tersebut dengan takutnya
Suhu didalam ruangan tersebut berubah drastis
"Bagaiman bisa" tanya sang pemimpin dengan nada dinginya
"Kami duga ada mata-mata dalam anggota mis, sedang kami selidiki untuk pistolnya kami buat baru dan kami minta penambahan waktu dengan klien kota C dan disetujui" jelas anggota tersebut
"Besok sudah harus tertangkap" titah sang pemimpin
"Dan selamat" ucap sang pemimpin sambil berjalan keluar ruangan tersebut
__ADS_1
Ceklek
Sang pemimpin berjalan menuju ruang pribadinya diikuti oleh sang tangan kanan (wamar merah) sang pemimpin berjalan menuju sebuah kursi dan menduduki kursi tersebut menghadap kemeja didepan yang diduduki oleh sang tangan kanan.
"Bagaimana" tanya sang pemimpin
"Sudah kami lakukan sesuai perintah dan anak perempuan mereka kami bikin seperti orang tidak waras, tapi tua Bangka itu di tidak akan segan-segan menyingkirkan orang yang merusak citra buruk bahkan darah dagingnya sendiri sekalipun.
"Bagus akan aku buat mereka hancur" ucap Clara dengan datarnya tetapi bisa kita lihat tatapan sendunya
"Sudahlah jangan lagi sedih, kamu jelek loh" ledek Yuna sudah tidak ada pemimpin dan tangan kanan sekarang hanya ada sahabat
"Hmm" deheman yang diberikan Clara
"Dasar batu" gerutu Yuna
Tring tring tring
Telfon Clara berbunyi, Clara melihat handphonenya siapa yang menelfon ia dan ternyata
"Halo" sapa Clara pada sang penelfon dengan senyum manisnya, Yuna yang melihat clara tersenyum sudah mengetahui siapa yang menelfon berjalan keluar ruangan tersebut
"Lagi apa kesayangan stevan" tanya sang penelfon yup Stevan
"Duduk aja ni" jawab Clara
"Makan siang bersama" ajak Stevan
"Oke" jawab Clara
"Aku jemput yah" ucap Stevan
"Iya"
"Sudah yah ada rapat soalnya" ucap Stevan
__ADS_1
"Bos rapat bos" teriak Reno
Clara yang mendengar suara Reno diseberang telfon terkekeh
"Sudah dulu ya sayang, sampai jumpa" ucap Stevan dan mematika telfonya
"Sampai jumpa" ucap Clara didepan telfonya dengan enyum yang terlihat diwajahnya
✨✨✨✨
Stevan beserta Clara telah sampai disebuah restoran bitang lima
Mereka menuju ruang vip yang telah dipesan oleh Stevan
Ceklek
Stevan dan Clara berjalan menuju meja Yanga ada di dalam ruang itu
"Silahkan duduk tuan putri" ucap Stevan sambil menarik kursi untuk diduduki oleh Clara
"Makasih" ucap Clara dengan senyum
Stevan pun duduk didepan Clara
"Mau pesan apa" tanya stevan kepada clara
Clara melihat menu apa saja yang disediakan oleh restoran bintang lima ini
"Aku spaghetti sama alpukat coklat sama air putih" jelas Clara
"Kalau Evan mau apa" tanya Clara
"Samain minumnya lemon teh" jawab Stevan
"Mohon ditunggu pesanannya tuan nona" jawab pelayan yang telah berada diruang itu dan pergi keluar
__ADS_1
Stevan dan Clara bercerita dengan canda tawa, beberapa menit pesanan mereka telah jadi Stevan beserta Clara melanjutkan makan siang setelah menyelesaikan makan siang Stevan mengajak Clara jalan-jalan mereka berdua menghabiskan waktu bersama hingga petang Clara melupakan stresnya dan Stevan tidak kembali ke kantor