Perempuan Misterius

Perempuan Misterius
flashback kejadian silam 3


__ADS_3

Di rumah gadis kecil tersebut terus menangis bahkan untuk makan saja ia tidak mau, dari pengasuhnya sampai pengawal yang ada dirumahnya membujuknya tetapi ia tetap keras kepala


"Tuan putri ayo dong makan" bujuk sang pengasuh


"Nggak mau" jawab gadis kecil itu


"Kalau tuan putri makan nanti kita jalan-jalan deh,,, atau nggak bibi beli boneka buat tuan putri" bujuk sang pengasuh


"Nggak mau, mau Daddy, mommy" jawab gadis kecil itu sambil menangis


"Kalau mau ketemu Daddy dan mommy Tuan putri harus makan dulu" jelas sang pengasuh meskipun itu hal yang mustahil


"Yang benar" tanya gadis kecil itu dengan tatapan yang penuh harapan


"Iya.... Tuan putri harus jadi gadis yang kuat agar bisa bertemu dengan tuan dan nyonya nanti" jawab sang pengasuh.

__ADS_1


"Putri mau makan, agar bisa ketemu Daddy dan mommy" ucap gadis kecil itu. Mendengar hal itu sang pengasuh pun tersenyum sambil menyuapi makan gadis kecil itu, di sela-sela makan


"Tuan putri harus jadi gadis yang kuat ya.... Agar bisa membalas perbuatan mereka ke tuan dan nyonya" ucap sang pengasuh meskipun apa yang dia katakan belum tentu di mengerti oleh gadis 5 tahun itu


"Iya.... Putri harus menjadi gadis yang kuat agar membalas perbuatan mereka" jawab gadis kecil itu dengan tatapan yang tajam, sedangkan sang pengasuh yang melihat tatapan itu merasa kaget


"Setelah ini tuan putri tidur ya..." Ucap sang pengasuh


"Iya.... Tapi nanti ketemu Daddy dan mommy kan" jawab gadis kecil itu sambil bertanya


"Tidur yang nyenyak, besok kemungkinan adalah hari beratmu" ucap sang pengasuh sambil mencium kening gadis kecil tersebut dan berjalan keluar menutup pintu kamar dengan perlahan agar tidak mengganggu waktu tidur gadis kecil tersebut.


"Bagaiman" tanya seorang pengawal pada sang pengasuh setelah ia menutup pintu kamar gadis kecil tersebut.


"Sudah tidur setelah saya beri makan" jawab sang pengasuh

__ADS_1


"Apakah harus besok.... Kenapa nggak tunggu dia besar baru diberikan" tanya sang pengasuh kembali


"Tidak.... Karena sekarang kursi pemimpin kosong, sedangkan sang pewaris hanya dia satu-satunya" jawab pengawal itu


"Saya merasa sedih, gadis kecil yang harusnya bermain saja, mala harus mengurusi hal yang bahkan tidak ia pahami" sang pengasuh berucap


"Mau bagaimana lagi itu adalah kewajiban yang tidak bisa dia tinggalkan, sedari dia dalam perut sang nyonya ia telah ditakdirkan menjadi pewaris" jelas sang pengawal


"Tidak bisakah kursi kepemimpinan berjalan untuk beberapa tahun kedepan tanpa pemimpin, sampai tuan putri besar" ucap lagi sang pengasuh


"Ami.... Kau tahu tanpa aku jelaskan" tegur pengawal itu dengan suara yang tinggi


"Maaf.... Saya, baiklah akan aku urus besok dengan baik" jawab sang pengasuh setelah itu berjalan menuruni tangga menuju ke bawah, dalam perjalanan ia melihat sekitar mansion dengan tatapan yang


"Tuan, nyonya kenapa kalian meninggalkan tanggung jawab yang bahkan aku saja tidak bisa memikirkannya" gumam sang pengasuh

__ADS_1


"Lihat mansion ini tidak ada lagi canda tawa seperti biasanya, putri yang tuan dan nyonya tinggalkan beban yang begitu berat dipundaknya apakah gadis kecil yang tuan jaga bagaikan berlian, gadis kecil yang bahkan umurnya saja belum sanggup untuk memikul tanggung jawab itu" lanjutnya dengan air mata yang keluar dari kedua matanya tanpa mengeluarkan suaranya


__ADS_2