
Beberapa hari berlalu Stevan telah pulang dari rumah sakit, ia di jemput oleh papa dan mamanya, mobil mereka memasuki mansion keluarga Sanjaya, Stevan turun diikuti oleh ke dua orang tuanya
Ceklek
"SELAMAT DATANG KAK STEVAN" teriak Clarisa dengan membahana
Stevan terkaget akibat teriakan Clarisa bahkan tuan dan nyonya Sanjaya juga pun kaget
"Kamu ini suka banget bikin jantungan" ucap nyonya Sanjaya
"Hehehe, selamat datang kembali kak Stevan" kata Clarisa
"Iya, kamu ini" jawab Stevan sambil mengacak rambut adiknya itu
"Kak Stevan rambut aku" sungut Clarisa
"Kalian suka banget berantem, nanti kalau jahuan pasti saling kangen" ucap nyonya Sanjaya
"Nggak ya" jawab keduanya secara bersamaan
"Hahahaha, kalian ini ayo, kamu harus istirahat" nyonya Sanjaya hanya tertawa melihat kelakuan keduanya
Ke esokan harinya
"Pagi pa ma" sapa stevan
"Pagi juga putra kesayangan mama" jawab Nyonya Sanjaya dan tuan Sanjaya hanya mengagumkan kepalanya saja
__ADS_1
"Kamu mau kemana rapi banget" tanya nyonya Sanjaya
"Aku mau cari Clara ma" jawab
"Tidak... kamu harus istirahat baru kemarin pulang dari rumah sakit sudah mau keluar saja" larang nyonya Sanjaya
"Tapi ma... Clara menghilang sepertinya orang menculiknya ma" bantah Stevan
"Nggak ada tapi, tapian kamu harus istirahat" jawab nyonya Sanjaya tanpah pengen di bantah
"Clara di culik ma" Stevan terus kekeh ingin mencari Clara
"Dengarkan perintah mamamu" ucap tuan Sanjaya dengan nada dinginya
"Pa, Clara menghilang pasti dia di culik jadi aku harus mencarinya" Stevan bersikeras dia akan mencari Clara
"Siapa tau dia memang berniat kabur dan menghilang dari pandanganmu kan, putuskan dia dan ayah akan mencari wanita yang lebih setara dengan keluarga kita" ucap tuan Sanjaya tanpa pengen di bantah
"Aku tidak akan putus dengan clara... Sampaikan kapan pun itu" Stevan menekankan kata-katanya sambil menatap papanya
"Urus perusahan, jangan melakukan hal yang tidak perluh dilakukan" perintah tuan Sanjaya
Stevan hanya diam, dan menyelonong keluar begitu saja tanpa mendengar teriakan Nyonya Sanjaya yang memanggilnya
"Kenapa Stevan jadi begitu pa" lirih nyonya Sanjaya
Sedangkan Clarisa hanya melihat kejadian itu dengan shok, karena hal ini tidak pernah terjadi, ah ya dia ingat kejadian ini pernah terjadi 15 tahun lalu, tapi kenapa harus terjadi lagi
__ADS_1
"Clarisa apa yang kau lihat kemari dan sarapan" perintah tuan Sanjaya tanpa melihat putrinya itu, Clarisa duduk dengan di kursi samping ibunya dan mereka semua mulai makan dengan tenangĀ
Di sisi Stevan terus melajukan mobilnya dengan kencang bahkan banyak orang yang memakinya di sepanjang perjalanan
"Ada apa dengan papa dan mama" kesal Stevan sambil mencengkram setir mobilnya dengan kuat
"Kenapa mereka begitu, Clara sedang hilang dan aku tidak tau dia kabarnya bagamana kenapa, kenapa" teriak Stevan
Cittttt
Stevan memarkirkan mobilnya di sebuah tebing, Stevan keluar dan berdiri di atas tebing
"Clara" teriak Stevan dengan kuat
"Kamu kemana" monolog Stevan
"Kemana saya harus mencarimu"
"Apa yang sebenarnya terjadi"
"Kamu baik-baik saja kan disana"
"Apa yang harus aku lakukan"
"Bagaimana menemukanmu"
"Tolong kembali sayang aku rindu mama dan papa mereka berubah tidak seperti dulu lagi"
__ADS_1
Stevan terdiam dan mulai berjalan memasuki mobil, dan berdiam diri didalam mobilnya tak lama mobil milik stevan meninggalkan teb