
Clara memasuki markas berjalan dengan tatapan tajamnya
"Selamat datang mis" sapa seluah anggotanya
"Hm"
"Panggil kobra ke ruangan saya" perintah sang pemimpin dengan memandang Anggotanya dan berjalan menuju ruangannya.
"Baik mis" jawab sala satu anggota yang diberikan perintah
Clara memasuki ruang pribadinya
Ceklek
Clara menuju kursi dan menduduki kursi tersebut sambil memikirkan masalahnya
tok tok
"Masuk" perintah Clara dengan nada dinginya
Ceklek
"Salam mis" ucap kobra sambil membungkuk kepada sang pemimpin
"Hm"
"Bagaimana" tanya sang pemimpin
Mengetahui apa yang ditanyakan oleh sang pemimpin
"Begini mis kami mendapatkan sedikit informasi mengenai kejadian 15 tahun lalu" ucap kobra
"To the point"
"Iya mis kami mengetahui bahwa mobil yang menabrak tuan dan nyonya besar bukan merupakan mobil keluarga Wiguna" jelas kobra
"Lalu mobil milik siapa?" Tanpa sang pemimpin dengan nada datarnya
__ADS_1
"Itu, maaf mis kami tidak mengetahui itu mobil milik siapa" jawab kobra dengan nada yang penuh ketakutan
Bruk
"Bodoh" marah sang pemimpinya
"Keluar"
"Baik mis" jawab kobra dan membungkuk berjalan keluar ruang pribadi sang pemimpin
Ceklek
Prang
"Siapa, siapa sebenarnya mereka" tanya Clara sambil menghancurkan semua barang-barang Yanga da di atas mejanya
"Akan ku hancurkan kalian semua"
Disisi keluarga Sanjaya tepatnya ruang makan untuk melakukan sarapan pagi
"Ma kak stevan kemana" tanya
"Makan" titah tuan sanjaya
Keluarga Sanjaya melanjutkan sarapan pagi mereka
Berhubung hari ini adalah weekend mereka semua bersantai diruang keluarga
"Ma kira-kira pacarnya kak Stevan baik nggak ya" tanya Clarisa
"Mama juga tidak tau, tapi yang pasti KK kamu itu akan mencari wanita yang baik, cantik, lembut tutur katanya" jelas nyonya Sanjaya sambil tersenyum
"KK Stevan pelit nggak kasih tau gimana muka KK ipar" gerutu clarisa
"Kalau aku tau muka KK ipar sudah aku samperin lalu kita berdua bisa shopping kan enak jalan berdua" Clarisa membayangkan hal yang dilakukan jika memiliki KK perempuan
"Kamu kan tau bagaimana KK mu itu" jelas nyonya Sanjaya
__ADS_1
"Iya juga kak Stevan kalau udah cinta bucin pasti" jelas Clarisa sambil tertawa
"Pa suara dong"
" Apa yang kamu tanya kan mama kamu saja" ucap tuan Sanjaya
"Inikan urusan perempuan pak" jawab Clarisa
"Bagaimana kuliah kamu" tanya tuan Sanjaya
" Baik pa, tapi ada yang bikin aku kesel pa ma, ada sala satu dosen yang bikin aku kesal sekesal kesalnya" jelas Clarisa dengan muka masamnya
"Kenapa" tanya nyonya Sanjaya dengan lembut
"Dosen itu Masa suka banget perintah-perintah aku kan ada mahasiswa yang lain kenapa musti aku terus yang di perintah dia pikir aku ini babunya apa" jelas Clarisa sambil marah-marah nggak jelas
"Mungkin yang dia ketemu kamu kali, makanya dia perintah kamu, nggak boleh gitu tau" nasihat mamanya
"Tapi aku kan kesal ma"
" Nggak boleh tunjukan kekesalan kamu di hadapan orang yang lebih dewasa cukup hanya KK kamu saja yang bikin darah tinggi jika bertemu orang lain" jawab tuan Sanjaya
"Bahahhahaha, pa bisa saja kalau sampai kak Stevan dengar bisa perang dingin ni" ucap Clarisa sambil tertawa
Disis Stevan
Huacim
"Siapa Yang sedang membicarakan saya" ucap Stevan sambil menggaruk hidungnya yang terasa gatal
"Ah perasaan bos aja kali" ucap Reno tiba-tiba
"Nggak ini pasti ada yang berbicara tentang saya"
"Alah emang bos sepenting apa sampai orang harus membicarakan anda" gumam reno dengan pelannya
"Ngomong apa kamu" tanya stevan dengan tatapan tajamnya
__ADS_1
"Nggak bos" jawab Reno dengan secepatnya
Stevan beserta Reno melanjutkan pekerjaan mereka