Perempuan Misterius

Perempuan Misterius
mengingat dia


__ADS_3

Di tempat lain pada sebuah rumah mewah yang tampak seram di dalamnya


Masuk seorang wanita bertopeng bersama wanita yang berjalan di belakangnya


"Salam mis" serempak semua anggota lelaki memberikan hormat kepada kedua wanita tersebut


"Hm" balasan dari wanita bertopeng tersebut


Dan berjalan menuju sebuah ruang


"Bagaimana" tanya sang pemimpin


Mengetahui apa yang di tanyakan kepadanya


"Soal persenjataan aman terkendali" jawab sang pedang CROWN


"Ada lagi"


"Hmmm begini Mis soal kasus keluarga Sanjaya" ucap sang pedang CROWN


Sang pemimpin melihat dengan tatapan tajamnya, mengangkat sebelah alisnya


Sang pedang yang melihat tanda tanya pada sang pemimpinya


"Mereka ingin kita menangkap orang yang sudah meneror keluarga mereka, berapapun bayarannya akan mereka sanggupi" ucap sang pedang tersebut


Terjadi keheningan di dalam ruangan tersebut


"Setujui" perintah sang pemimpin


"Tapi, saya akan itu terjun langsung, siapkan persenjataan saya nanti" sela sang pemimpin


Sang pedang yang mendengar perkataan sang pemimpin


"Tapi mis" jawab sang pedang yang ingin membantah perintah sang pemimpin


Belum selesai dengan perkataannya


Ia melihat sang pemimpin menatap dengan tatapan yang bisa ia lihat jangan membantah


" Baik mis"jawab sang pedang


"Permisi"


Sang pedang berjalan menuju pintu


Ceklek

__ADS_1


Di tempat lain lebih tepatnya Bandara Kota A berjalan dua orang lelaki beserta beberapa pengawalnya menuju sebuah jet pribadi


...



...


Yang wow fantastik


...



...


Tempat duduk



Kamar tidur


Stelah memasuki pesawat, pesawat pun lepas landas, di dalam pesawat


"Bagaimana"


"Semua berjalan lancar bos, setelah kita mendarat bisa langsung menuju tempat pertemuan"


"Hm"


Melihat keluar jendela sambil melamun


"Kamu dimana sudah 15 tahun" dalam hatinya berkata


" Mengapa dia seperti kamu"


"Apa itu kamu, tapi mengapa kamu tidak mengenal saya"


"Bos" teriak Reno


Mendengar teriakan tersebut Stevan kembali ke akalnya


Stevan menatap tajam kepada Reno


Reno yang melihat tatapan tajam tersebut, gelagapan


Dan mencari alasan

__ADS_1


"Abisnya bos melamun, melamun apa sih bos" ucap Reno dengan cengengesan


"Bukan urusanmu" datar Stevan


Reno yang mendapat balasan tersebut pun terdiam


"Begini bos ini berkas yang akan di bahas di projek yang bermasalah" ucap Stevan dan memberikan berkas tersebut


Stevan yang melihat berkas tersebut mengambil dan membacanya.


Setelah beberapa jam berudara sampailah mereka di bandara internasional kota M


Berjalan keluar bandara sebuah mobil hitam telah datang menjemput mereka


Memasuki mobil Stevan dan Reno menuju restoran tempat meting di laksanakan


Sampailah mereka di tempat meting Stevan beserta asistenya Reno berjalan memasuki restoran tersebut


"Selamat datang" sapa pegawai restoran


"Meja atas nama siapa" sambung pegawai tersebut


Reno yang melihat tidak akan ada jawabnya dari Stevan mengambil ahli pembicaraan


"Atas nama pak Faldi" jawab Reno


"Silahkan ikut saya pak" ucap pegawai itu


Berjalan sampailah mereka di depan pintu berwarna coklat


"Silahkan masuk pak" kata pegawai tersebut sambil membuka pintu


"Selamat siang pak Faldi" sapa stevan


"Selamat datang pak Stevan" balas pak Faldi


Stevan duduk dan mereka mulai membahas proyek yang sempat tertunda


Meting berlangsung selamat 1 jam


"Selamat" ucap pak Stevan dan pak Faldi sambil berjabat tangan


Pak Faldi beserta asistenya meninggal kan ruang pribadi tersebut


"Bagaimana bos mau langsung ke hotel atau kita makan" kata Reno sang asisten


"Makan" ucap Stevan

__ADS_1


Mereka berdua memesan makan dan setelah makan Stevan serta Reno keluar dan langsung menuju hotel


Dikarenakan keesokan harinya harus kembali ke kota A


__ADS_2