Perempuan Misterius

Perempuan Misterius
Clara menghilang


__ADS_3

Clara sejak kemarin menghilang ia mematikan semua telfon yang berhubungan dengannya, di sisi lain Stevan sedang uring-uringan karena semua akses yang berhubungan dengan Clara tidak dapat dihubungi


"Ma aku pulang" Stevan dengan lesu berjalan memasuki rumah


"Kenapa? kok muka anak mama beberapa hari ini lesu banget" tanya nyonya Sanjaya


"Nggak papa ma" jawab Stevan saat ingin berjalan


"Jangan bohong, mama kenal putra dan putri mama bagaimana, 9 bulan kalian dalam perut mama, bagaimana mama nggak kenal kalian" jelas nyonya Sanjaya


Akhirnya Stevan pun bercerita" Clara nggak bisa dihubungi ma sudah dari beberapa hari, aku kerumahnya tapi kata orang rumah dia tidak ada, kira-Kira Stevan salah apa ya ma?" Stevan terus menceritakan apa yang menjadi masalahnya kepada mamanya.


"Berpikir positif mungkin Clara lagi sibuk kamu kan tau pekerjaannya" jelas mamanya


"Iya ma Stevan terus berpikir gitu, tapi..." Stevan menggantung ucapannya


"Cobah ingat Clara pernah nggak lakuin ini karena dia sibuk atau gimana gitu" ucap mamanya


"Pernah ma tapi nggak sampe berhari-hari" jawab Stevan


"Tuh kan... Mungkin ini kerjaan yang urgen jadi dia lupa mengabari kamu" nyonya Sanjaya menenangkan putranya


"Ya sudah bersih-bersih turun makan siapkan makanan untukmu" ucap nyonya Sanjaya


"Iya ma" jawab Stevan dan berjalan naik ke atas


Di lain tempat sebuah mansion mewah dalam hutan sebuah kamar terdapat dua orang wanita

__ADS_1


"Mau sampe kapan kamu kaya gini sih" ucap sala satu wanita 1


"Ngga tau" jawab wanita 2


"Dia pasti bingung kenapa kamu menghilang beberapa hari ini" ucap wanita 1


"Lalu aku harus bagaimana ha" sentak wanita 2 dengan marah


"Hubungi dia" wanita 1 juga merasa emosi


"Nggak bisa" Jawab wanita 1


"Dia nggak tau apa-apa loh, masih di selidiki kan cla" jawab wanita 1


Yup kedua wanita tersebut adalah Clara dan Yuna beberapa hari ini mereka berada di dalam hutan


"Apa yang aku nggak ngerti Clara, aku tau kamu merindukannya kan tapi karena ego kamu cla, jangan egois Clara atau kamu akan nyesal" Yuna terus saja membujuk Clara


"Keluar Yun aku pengen sendiri" ucap Clara


"Oke fine, terserah" Yuna berjalan keluar kamar meninggalkan Clara sendirian. Sedangkan Clara yang ditinggalkan melihat handphonenya yang dia matikan beberapa hari ini, iya sedang bimbang mendengar kata-kata Yuna tadi.


"Apa harus" batin Clara dengan terus menatap handphonenya


Clara mengambil handphonenya, tetapi ia hanya melihatnya di tangan terjadi gejolak dalam pikiran dan hatinya, satu sisi pikiran jangan dihubungi sedangkan hatinya menyuruhnya menghubungi Stevan.


"Ha......." Teriak Clara di kamarnya sambil melemparkan hanphonenya, untung terjatuh di atas kasur miliknya.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan tuhan" Clara menjerit


"Kenapa harus keluarga dia"


"Apa aku nggak berhak bahagia"


"Ini nggak adil kan tuhan"


"Kenapa hal ini harus terjadi"


"Apa aku akan kuat harus berpura-pura tidak mengetahui kalau keluarga mereka termaksud dalam kejadian 15 tahun lalu"


"Apa aku sanggup tuhan baik-baik saja di depannya, apalagi melihat keluarga mereka"


Clara terduduk menangis sejadi-jadinya, sebenarnya ia sangat merindukan Stevan tetapi egonya yang tinggi menghalanginya untuk menghubungi sang pujaan hatinya. Mata melihat hanphonenya yang tergeletak di atas kasur, ia berjalan mengambil hanphone tersebut dan menyalakannya


📞 Pangeran 300 panggilan


📞 Mm Maya 50 panggilan


📞 Adik ipar cantik 100 panggilan


✉️ Pangeran 100 pesan


Clara yang melihat banyaknya panggilan telfon menakan sala satu nomor dan terhubung


"Halo" ucap Clara pada sang penelfon

__ADS_1


__ADS_2