
Masih diner y
Bara Sanjaya
Maya Sanjaya
Clarisa Sanjaya
"nak Clara jangan sungkan makan saja" ucap nyonya sanjaya
"Mama masak banyak loh, kamu suka yang mana mau mama ambilkan, kata Stevan kamu suka semuanya jadi Mama bingun mama masak aja semuanya semoga suka yah" ucap nyonya Sanjaya panah panjang lebar
"Makasi ma aku suka semuanya kok" jawab Clara dengan senyum
"Ma sudah" sela Stevan karena melihat mamanya akan berucap ia menghargai keantusias mamanya tapi bila membiarkan mamanya berucap maka mau makan jam berapa
"Hehehe silahkan makan" ucap nyonya sanjaya
Selesai Diner mereka semua menuju ruang santai dan mulai bercanda tawa
"Kk ipar cantik banget" seru Clarisa
"Kamu juga cantik" puji Clara kepada Clarisa
"Kk ipar kok mau sama kak Stevan, udah jelek, muka datar, pelit lagi" ucap Clarisa menjelek-jelekan kknya Stevan.
"He bilang apa kamu" sentil Stevan dikening Clarisa
"Aduh... Kk ipar lihat" adu Clarisa dengan manja pada clara
"Evan" tegur Clara
"Iya"
__ADS_1
"Mampus" gumam Clarisa sambil menjulurkan lidahnya
"He kamu ini" Stevan yang ingin kembali menyentil kening adiknya tidak jadi karena melihat tatapan dari Clara
"Tapi dia duluan tau" rengek Stevan
Clarisa yang melihat sifat manja yang ditunjukan kknya ingin muntah saja
"Sudah kalian berdua ini selalu saja berantem, nak Clara kamu jangan di ambil hati ya maklum sifat mereka memang begini kalau sudah ketemu seperti tikus dan kucing kalau jauh saja saling rindu" ucap nyonya sanjaya
"Mana mungkin" ucap kedua KK beradik itu dengan kompak
Bhahahahaah semua Yang ada disitu tertawa melihat mereka berdua ada saja sifat mereka berdua
"Nak Clara mama seperti tidak asing dengan kamu, kita pernah Ketemu kan" tanya nyonya Sanjaya
"Nggak tau ma saya juga tidak merasa asing dengan mama kaya pernah ketemu tapi nggak tau dimana" jawab Clara
"Dimana ya?...... Oh mama ingat kamu yang tolong mama 3 tahun lalu ka" seru nyonya Sanjaya
"Kejadian apa ma" tanya stevan
"Kita berjodoh yah yang jadi menantu saya adalah kamu hari itu saya ingin berterima kasih ke kamu tapi saya tidak mengenal kamu, dan bom kamu yang jadi menantu saya" seru nyonya Sanjaya
"Ma kenapa mama tidak pernah bilang tentang kejadian itu" kawatir tuan Sanjaya
"Iya ma" kawatir Stevan dan Clara
"Iya maaf tidak cerita, tapi sekarang mama tidak apa-apa lihat mama sehat-sehat saja berkat menantu mama ini" tutur nyonya Sanjaya
"Iya tetap saja kamu kawatir" sela Stevan dan clarisa
"Nak Clara terimakasi" ucap tuan Sanjaya tiba-tiba
"Iya sama-sama pa"
Mereka mulai bercerita tentang kehidupan sehari-hari tak terasa waktu berlalu begitu cepat
"Ma kayaknya Clara harus pulang sudah jam 11 lewat ni" ucap Clara
__ADS_1
"Ya ampun keasikan kita cerita nggak sadar" seru nyonya Sanjaya
"Ya sudah hati-hati ya sayang"
"Ma Stevan antar Clara pulang dulu" ucap Stevan
"Iya bawa mobil hati-hati ada mantu mama bawa sampai selamat nggak boleh ada cacat sedikitpun" titah nyonya Sanjaya
"Iya kanjeng ratu" patuh Stevan
Clara menyalami tangan kedua orang tua Stevan. Ia dan Stevan berjalan menuju mobil dan mobil tersebut keluar dari pekarangan mansion milik keluarga sanjaya.
Di dalam mobil
"Evan senang, mama Evan baik, adiknya lucu" seru Clara
" Aku lebih senang soalnya kamu diterima dengan tangan terbuka sama mama papa, aku yakin sih kamu bakal disukai" jawab Stevan
"Aku mencintaimu" ucap Stevan sambil memandang Clara.
Clara yang mendengar ucapan tersebut merasa malu dan melihat ke depan tanpa memandang wajah Stevan
"Stevan awas" teriak Clara tiba-tiba
Stevan yang mendengar teriakan Clara melihat kedepan matanya terbelalak dan menginjak rem dengan mendadak
Cit
"Kamu nggak papa sweet" tanya stevan dengan kawatir
"Nggak papa, sudah fokus aja menyetir" jawab Clara
Stevan dan Clara melanjutkan perjalan beberapa menit sampailah mereka di mansion milik Clara
"Good night sweet" ucap Stevan
"To, kamu juga hari-hati dalam perjalan pulang" ucap Clara
Clara melihat mobil Stevan meninggalkan pekarangan mansionnya
__ADS_1