
keesokan harinya Stevan kembali ke kantor bersama Reno. memasuki kantor semua karyawan yang melihat bos mereka tersenyum
"*Kya.... ganteng banget"
"ya ampun senyumnya itu loh"
"langkah kira-kira ada apa ya"
"iya yah" sahut yang lainnya
"tapi nggak papa kapan lagi kita lihat bos tersenyum"
"ah bikin meleleh hati aku loh bos*"
Stevan memasuki lift dan menuju ruang pribadinya
ting
"bos kenapa" tanya Reno karena melihat bosnya yang tersenyum seperti orang gila saja
"apa? memangnya saya kenapa" ngegas Stevan
"abisnya bos tersenyum sepanjang jalan seperti orang gila saja" lanjut Reno dalam hatinya
"seperti..." Stevan menatap Reno dengan tatapan tajamnya
"bos tambah ganteng saja" ucap Reno gelagapan mendapatkan tatapan tajam dari bosnya
"hu" dengus Stevan dan berjalan memasuki ruangannya
ceklek
didepan pintu
"dasar bos galak, emang saya salah dia tersenyum seperti orang gila saja" gerutu Reno
"Reno saya mendengar" teriak Stevan
"tidak bos" teriak reno
"eh kan ruangan bos kedap suara, dasar bodoh kau Reno" Reno menggeplak kepalanya sendiri
✨✨✨✨
Di lain tempat Clara dan clarisa mereka berdua janjian akan shoping pada hari ini
"kk ipar kita mau beli apa duluan" tanya Clarisa setelah mereka telah memasuki mal
"kamu maunya kemana" tanya Clara
"kita ke tokoh baju" ajak Clarisa dengan semangat
__ADS_1
"iya" senyum yang diberikan Clara kepada Clarisa
mereka berdua memasuki stor pakaian dengan merek terkenal seperti Gucci, Prada, celin, Lv, Lys, dll. Clarisa dengan semangat memilih bahan mereka berdua memiliki baju coupel seperti KK beradik. setelah dari tokoh baju mereka menuju tokoh tas, tak terasa mereka belanja seharian Clarisa pun merasa lapar
"kk ipar makan yuk lapar" manja Clarisa
"yaudah ayo, mau makan apa?" tanya Clara
"apa saja aku makan semua, cari aja restoran terdekat" jawab Clarisa
"itu aja" tunjuk Clara
"ayo KK ipar" Clarisa menarik tangan clara menuju restoran tersebut
mereka berdua telah memasuki restoran Clarisa celinguk-celinguk mencari tempat untuk mereka duduki.
"kk ipar disana aja dekat jendela" ajak Clarisa
Clara melihat meja yang ditunjuk oleh Clarisa mengiyakan dan berjalan menuju meja tersebut.
"kk ipar mau pesan apa?" tanya Clarisa setelah mereka sampai di meja itu.
"ini aja, dan minumnya ini yah" tunjuk Clara pada sebuah makanan khas laut dan minumannya jus jeruk
"mbak" panggil Clarisa
"mau pesan apa nona" tanya pelayan itu dengan sopan
"makannya ini, ini, dan minumnya ini ya mbak tunjuk Clarisa pada buku menu
"iya mbak" jawab Clarisa
setelah pelayan tersebut meninggalkan tempat tersebut telfon milik Clara berbunyi
kring
Clara melihat siapa yang menelfonya dan ternyata yang menelfon adalah Stevan
"halo" jawab Clara pada si penelfon
.....,,.....
"lagi makan di restoran, sama Clarisa" jawab Clara
.....,......
"iya kita berdua janjian mau shoping bareng"
....,.....
"nggak aku suka"
__ADS_1
"kk ipar itu kak Stevan ya" tanya Clarisa
"iya" jawab Clara
"ni KK mu mau bicara" ujar Clara
"halo kak Stevan" semangat Clarisa
.....,.......
"aku nggak nyusain yah" gerutu clarisa
....,......
"aku ini anak baik, tau" marah Clarisa
"hu, kak Stevan jelek" ucap Clarisa dan memberikan telfonya kepada Clara
"halo" ucap Clara
....,....
"udah dulu yah makannya udah datang, kamu juga jangan lupa makan siang" ucap Clara
.....,.....
"dah" ucap Clara dan mematikan terlfonya
makanan yang mereka pesan telah jadi Clara dan clarisa melanjutkan makan mereka sambil bercerita. setelah menghabiskan makan tersebut mereka kembali kerumah masing-masing
"kk ipar nggak mampir" tanya Clarisa
" tidak usah titip salam buat mama dan papa yah" jawab Clara
"yaudah, hati-hati ya KK ipar" teriak Clarisa
karena mobil Clara telah keluar dari pekarangan mansion milik keluarga Sanjaya
"ma aku pulang" teriak Clarisa memasuki rumah mereka
"sayang jangan teriak" tegur nyonya Sanjaya
"iya, iya"
"pulang di antar siapa" tanya nyonya Sanjaya
"kk ipar" jawab Clarisa
"ha Kok nggak di ajak masuk"
"kk ipar ada urusan, titip salam saja" jawab Clarisa
__ADS_1
"yaudah ma Clarisa mau istirahat capek" ucap Clarisa dan berjalan menuju kamarnya
di lain tempat Clara telah sampai di mansionnya dan ia lupa mengambari Stevan karena kelelahan Clara pun tertidur