
Ceklek
"Selamat datang mis" sapa Yuna dengan hormatnya
Sedangkan Stevan ayah ibu dan adiknya hanya melihat seorang wanita bertopeng memasuki ruangan tersebut
"Bagaimana" tanya sang pemimpin siapa lagi kalau bukan Clara
"Mis, seperti biasa" jawab Yuna
Clara hanya mangut dan menatap mereka dengan tatapan tajamnya satu persatu di mulai dari tuan Sanjaya, kemudian Nyonya Sanjaya, Clarisa dan terakhir tatapanya tertuju pada Stevan tetapi sudut matanya bergetar jika dilihat sekilas
"Bagaimana tempat ini tuan dan nyonya Sanjaya?, Menyenangkan bukan" Clara bertanya sambil mengangkat keningnya dengan tatapan yang tertuju kepada keduanya
"Siapa kamu?" Tanya tuan Sanjaya
"Aku, siapa aku?" Tanya Clara sambil menatap tuan Sanjaya
"Kau melakukan kejahatan dan kau melupakan orang yang kau jahati ha" marah Clara sambil menatap Yuna dengan tatapan yg menyuruh untuk meletakan pistol di kepala tuan sanjaya
YunaΒ meletakan pistol di kepala tuan Sanjaya
"LepaskanΒ papa saya" teriak Stevan sambil berusaha melepaskan ikatan di tangannya itu melihat pistol di Kepala papanya
"Jauhkan pistol itu dari suami saya" teriak Nyonya Sanjaya
__ADS_1
"Pa...., kamu jauhkan pistolnya dari kepala suami saya" nyonya Sanjaya terus saja berteriak
Bahkan Stevan dan clarisa sama-sama berteriak Agara pistol di kepala papanya diturunkan karena mereka tau itu adalah pistol asli akibat tembakan sebelumnya
Sedangkan Clara yang melihat dan mendengar kebisingan itu mulai merasa jengah akan kelakuan mereka
"Sial, diam" teriak Clara dengan nada dingin serta tatapan tajamnya
Semua yang ada di ruangan tersebut kaget akan teriakan Clara kecuali Yuna dan mereka semua terdiam
Nyonya Sanjaya yang terdiam mulai berteriak kembali tanpa mendengar perintah Clara, dalam hati Yuna "habis sudah kau nenek peot kau membangunkan singa" Yuna menatap Nyonya Sanjaya dengan tatapan prihatin
Clara berjalan perlahan menuju Nyonya Sanjaya sambil menatapnya" saya bilang diam" tekan Clara dengan ucapannya
"Nggak akan, lepaskan suami saya baru saya diam" teriak Nyonya Sanjaya di depan muka Clara
"Nah kan diam begini jadi adem" ucap Clara dengan terus merampas dagu Nyonya Sanjaya
"Hm, hm hm" nyonya Sanjaya terus saja bergumam akibat remasan tangan di dagunya
"Ngomong apa?" Tanya Clara
"Lepaskan mama saya" marah Stevan dan terus saja berteriak dengan terus berusaha melepaskan ikatan di tangannya
"Siapa kamu? Lepaskan mama saya" tanya stevan sambil berteriak dengan kerasnya
__ADS_1
"Kamu tanya siapa saya?" Tanya Clara sambil menatap Stevan ia melepaskan remasan tangan Yang ada di dagu Nyonya Sanjaya Dan berjalan menuju Stevan
Huk, huk, huk" nyonya Sanjaya terbatuk setelah lepasnya tangan di dagunya itu
"Ma...." Clarisa menangis menatap mamanya itu
Sedangkan Clara telah berdiri di hadapan Stevan
"Kamu tanya siapa saya? Kamu pasti kenal dengan saya" ucap Clara
"Siapa kamu, saya tidak pernah kenal dengan penjahat seperti kamu" teriak Stevan
"Bhahahah, kamu bilang tidak pernah kenal penjahat seperti saya" tawa Clara dengan kerasnya
"Benar kamu tidak kenal dengan saya" tanya sekali lagi Clara sambil menatap Stevan
Stevan balas menatap mata Clara dia merasa tidak asing dengan tatapan itu seperti tatapan yang dia kenal tatapan orang terdekatnya
"Tidak mungkin" gumam Stevan dan gumamanya tersebut di dengar oleh Clara
"Seperti yang kau pikirkan" ucap Clara sambil melepaskan topeng di wajahnya itu
Taraaaaaaa
######
__ADS_1
Disini author mau minta maaf karena baru update sekarang soalnya beberapa Minggu kebelakang ini author lagi ada acara keluarga sekali lagi author mau minta maaf ya ππππππππππππππππππππππππππππ