
"putri" ucap Stevan
Deg
"Siapa kamu" tanya wanita itu dengan nada dinginya
"Putri ini pangeran"
"Pembohong"
"Putri lihat gelang ini, putri kenal"
Wanita itu melihat gelang tersebut dengan mata berkaca-kaca, sedikit saja berkedip maka air matanya akan terjatuh
"Pangeran" tanya wanita itu dengan bibir bergetar
Yup Clara
Clara berlari memeluk Stevan sambil menangis
"Pangeran bohong"
"Penipu"
"Pangeran bilang akan menjemput putri" ucap Clara dengan terus memukul Stevan
Stevan memeluk erat Clara sambil bergumam
"Maaf"gumam Stevan
"Maaf"
"Maaf"
"Maafin pangeran"
Stevan yang melihat Clara yang terus menangis ia pun berkata
"Mari kita masuk kedalam diluar malu dilihatin sama anak buah kamu" ucap Stevan
Duduklah Stevan beserta Clara yang masih sesegukan
"Pangeran minta maaf"
"Pangerang bohong, pangeran bilang mau datang menjemput putri"
"Tapi apa? 15 tahun putri menunggu pangeran"
__ADS_1
"Pangeran nggak muncul-muncul, setiap hari putri selalu ke tempat itu pangeran bilang akan datang, tetapi pangeran nggak datang-datang
"Maaf" sesal Stevan
"Dengerin dulu penjelasan pangeran"
"Beberapa tahun pangeran kembali ke kota A, pangeran pergi kerumah putri tapi apa yang pangeran dapatkan, rumah putri kosong, pangeran bertanya ke tetangga di sekitar, kata mereka rumah ini sudah tak berpenghuni selama beberapa tahun ini.
Pangeran terus menerus mencari putri, tahun ke tahun tidak pernah puncaknya 3 tahun lalu pangeran bertemu putri tapi tidak bertemu lagi
Pangeran berusaha mencari selam tiga tahun, akhirnya.
Clara yang mendengar cerita Stevan menangis sambil memeluk StevanĀ
"Sudah, maafin pangeran yah" sesal Stevan sambil memeluk Clara
"Pangeran nggak bakal ninggalin putri lagi kan" tanya Clara sambil melihat Stevan
"Nggak bakal, cukup 15 tahun saja Pangerang nggak mau lagi"
Kru
Clara melepaskan pelukannya dan menatap Stevan sambil menahan tawanya,
"Pangeran lapar" tanya Clara
"Karena terburu-buru untuk menemukan kamu, aku tidak sempat makan" jawab Stevan dengan memelas.
"Kalau gitu mari kita makan, panggil juga temannya kamu itu loh" sela clara
"Reno" teriak Stevan
Reno berlari masuk dengan terburu-buru
"Ada apa bos?" Terengah-engah
"Makan"
Stevan beserta Reno menuju ruang makan.
"Bos, bedah ya sifat nona Clara"bisik Reno
"Diam" gumam stevan
Stevan menarik kursi pada sisi Clara, sedangkan Reno duduk di hadapan mereka berdua
"mau makan apa" tanya Clara sambil melihat stevan
__ADS_1
"Apa yang kamu ambil itu yang akan aku makan" jawab Stevan
Setelah mengambil makan untuk Stevan
"Mau saya ambilkan" tanya Clara kepada Reno
Belum juga dijawab oleh Reno, Stevan menyela perkataan Clara
"Apa, apaan! biarin dia ambil sendiri"
"Stevan nggak boleh gitu"
"Tapi... Kan"
Belum juga Stevan menyelesaikan perkataanya
"Apa" ngegas Clara dengan menatap tajam pada Stevan, Stevan pun menutup mulutnya
"Bhaha" tawa Reno sambil menutup mulutnya
Stevan menatap tajam Reno, ketika melihat Reno tertawa
Pics....
Dengan mengangkat kedua jarinya
"Sudah, sudah mari kita makan" perintah Clara secepatnya dengan tegas sebelum Stevan berbicara lagi.
Mendengar nada tegas dari sang penguasa, mereka berdua terdiam dan melanjutkan makan dalam diam
Terdengar hanya detingan, selesai makan mereka menuju ruang tamu.
"Reno kembali lah duluan kekantor"perintah Stevan
"Baik Bos" Reno yang ingin memberikan kunci mobil
"Bawa mobilnya" sela Stevan
"Tapi bos" Reno yang ingin membantah perkataan Stevan,
Stevan menatap Reno dengan tajam
"Saya permisi bos, nona"
"Hm"
"Nggak boleh gitu" ucap Clara dengan menatap Stevan
__ADS_1
"Iya! Sini" ucap Stevan sambil memeluk Clara, mereka berdua berpelukan dalam diam
Nyaman satu kata dalam benak mereka berdua