
Di dalam Restoran tempatnya ruang vip
"Sini" Stevan menarik kursi untuk di duduki oleh Clara
"Makasih" senyum yang Clara berikan kepada Stevan
Stevan membalas senyum yang Clara berikan dengan senyumnya
Stevan duduk dihadapan Clara
"Mau pesan apa tuan, nona" tanya pelayan itu
"Mau pesan apa" tanya stevan dengan memberikan buku menu pada Clara
Clara mengambil buku tersebut
"Saya mau steik, minumnya jus jeruk ya" ucap Clara pada pelayan itu
"kalau Kamu mau pesan apa?" Tanya Clara pada Stevan
"Samain ajah mbak" ujar Stevan
"Baik saya ulangi pesanannya, steik 2, jus jeruknya 2 yah, itu saja ada yang mau ditambahkan" ucpa pelayan itu
Sambil bertanya
"Tidak mbak" ujar Stevan dengan nada datarnya sambil menatap tajam pada pelayan itu
"Baik, permisi tuan, nona" ucap pelayan itu dengan gemetar akibat tatapan tajam yang diberikan Stevan
Ceklek
Puk
Clara memukul bahu Stevan
"Jangan gitu"
"Iya tuan putri" ucap Stevan sambil tersenyum
"Jangan bercanda" serga Clara dengan galaknya
"Iya, iya"
"Janji dulu" ujar Clara sambil menjulurkan jarinya
"Iya, janji" sambil mengaitkan jari keduanya
Stevan beserta Clara saling tatap dengan senyum yang mengembang dikedua bibir mereka
"Permisi" ujar pelayan itu
__ADS_1
Mengembalikan lamunan Stevan dan Clara
"Ha, iya mbak silahkan"
Pelayan tersebut meletakan makan itu dan berujar
"Selamat menikmati" pelayan itu mengundurkan diri ya
"Ayo makan, makanannya udah ada"
Clara beserta Stevan melanjutkan makan siang mereka
Stevan menjulurkan tangannya ke sudut bibir Clara, karena terdapat bekas makanan
Clara yang melihat hal itu pun merasa malu
Stevan yang melihat Clara merasa malu kembali menggoda Clara
"Evan sudah cukup" ujar Clara dengan malunya
"Hahahaha" Stevan tertawa dengan lepasnya
Clara semakin malu
"Evan" teriak Clara
"Iya maaf" Stevan meminta maaf
"Maaf tuan putri" ucap Stevan dengan wajah yang memelas
Clara yang melihat tatapan Stevan tidak kuat
"Iya di maafin"
ting
Bunyi handphone Clara
Clara yang melihat ada pesan masuk dari markas membalikan hanphonenya
"Kenapa nggak dilihat" tanya stevan karena melihat gelagat lain dari Clara
"Nggak penting, makan aja" ujar Clara
"Oh" sahut Stevan
Stevan berserta Clara melanjutkan makan sianga merek
Disisi lain Reno sedang menggerutu
"Bos dimana sih saya telfon nggak di angkat-angkat" gerutu Reno
__ADS_1
"Aduh mana ada masalah dengan kantor cabang lagi"
"Bos angkat dong" ujar Clara sambil melihat handphonenya
Sial
"Bos kamu dimana sih"
"Jangan salahin saya yah, sudah saya telfon berulang kali"
"Ha, nanti saya yang disalahin juga"
Ditempat Stevan dan Clara
Clara melihat sinar pada handphonenya Stevan
"Evan ada yang telfon" ucap Clara
Stevan melihat handphone dan melihat panggilan dari Reno
"Halo ada apa" tanya stevan dengan nada dinginya
"Bos ada masalah dengan kantor cabang" ucap Reno diseberang telfon
"Apa? Bagaiman bisa ha" marah Stevan
"Tidak tahu bos mereka menelfon dari kantor cabang dan kita harus berangkat sekarang ke kantor cabang"
"Saya akan kembali kekantor"
tit
"Ada apa" tanya Clara karena melihat kemarahan Stevan
Stevan mengatur nafasnya
"Ada masalah dengan kantor cabang, sepertinya kita harus kembali akan saya akan antar kamu kembali kerumah" ucap Stevan
"Kalau gitu kamu ke kantor aja, aku bisa pesan taksi untuk pulang"
"Nggak aku antar"
"Tapi masalah kamu lebih penting"
"Kamu yang terpenting"
Stevan meninggalkan uang di atas meja dan berjalan bersama Clara keluar dari restoran mereka berdua memasuki mobil dan menuju rumah Clara beberapa menit perjalana sampailah mereka di rumah Clara
"Hati-hati kalau sampai kabari aku" ucap Clara
"Iya"
__ADS_1
"Dah" lambaian tangan clara