
Malam hari di kamar seorang perempuan ia sedang berbaring dengan menatap langit-langit kamarnya,"apa aku bisa" batin perempuan tersebut.
Huh
Perempuan tersebut menghela napas dengan kasar, siapa lagi kalau bukan Clara. Clara menoleh ke samping dan melihat handphonenya, mengambil handphonenya tersebut membuka dan mengklik sebuah nama
"Halo" ucap Clara pada sang penelfon
"Hm" dengan malas menjawab siapa lagi kalau bukan Stevan cerita lagi ngambek
"Masih marah" tanya Clara
"Ngga tu" jawab Stevan di seberang telfon dengan singkat
"Nggak kok gitu jawabnya"ucap Clara
"Memang nggak tu" singkat Stevan
"Putri minta maaf ya, ayolah, ya, ya, pangeran sayang" ucap Clara dengan lembutnya
Sedangkan di sisi Stevan ia berusaha menahan mulutnya yang akan berbicara akibat sayang yang diucapkan Clara padanya, Dasar Bucin"🤭
"Ya, ya, sayang" ucap Clara dengan lembutnya
"Fine kamu menang" Stevan tidak sanggup dengan ucapan Clara
"Gitu dong, kan makin sayang" ucap Clara
"Lagi ngapain" tanya Clara lagi
"Aku kepikiran loh sama kamu, kok akunya nggak di bujuk" Stevan terus bercerita tentang kejadian tadi.
Clara hanya tergelak mendengar curhatan Stevan
"Iay maaf... Abisnya aku udah mau berangkat tadi Ama Clarisa" jawab Clara.
Stevan dan Clara terus bercerita tentang keseharian masing-masing penuh dengan canda tawa
"Udah lat ni, tidur gih" ucap Stevan
__ADS_1
"Iya, good night" ucap Clara
"To, kesayangan Evan" jawab Stevan
tit
Mereka berdua sama-sama mematikan telfon.
✨✨✨
Paginya di sebuah kamar seorang wanita terbangun, siapa lagi kalau bukan Clara "jam berapa" gumamnya sambil melihat jam di atas nakas samping tempat tidurnya 6.30. Clara berjalan menuju kamar mandi tak lama ia keluar dengan keadaan segar dan berjalan turun ke bawah
"Pagi bi" sapa Clara
"Pagi non Clara" jawab bi Ami
Clara duduk di kursi dan mulai sarapan dengan tenang
Di lain tempat keluarga Sanjaya
"Pagi pa, ma" sapa Clarisa
"Pagi, sayang" jawab tuan dan nyonya sanjaya
"Masih di atas, mungkin sedikit baru turun" jawab nyonya Sanjaya
"Oh" singkat Clarisa,
tak, tak, tak, (bunyi sepatu"
"Pagi ma, pa, adek kesayangan kak Stevan" sapa stevan sambil mengacak rambut adiknya
"Pagi" singkat tuan Sanjaya
"Pagi pangeran mama" jawab nyonya Sanjaya dengan senyumnya
"Kak Stevan rambut aku" gerutu clarisa tangannya yang ingin memukul bahu Stevan
"Nggak kena" ucap Stevan menghindar
__ADS_1
"Pa" Clara merengek pada papanya
"Stevan" tegur tuan Sanjaya dengan nada datarnya
"Dasar tukang ngadu" gumam Stevan
"Kak Stevan ngomong sesuatu" tanya Clarisa
"Nggak" singkat Stevan
"Sudah, mari kita makan" nyonya Sanjaya melerai keduanya, setelah itu mereka makan dengan tenang.
Kembali ke Clara
dring
Bunyi telfon saat Clara sedang makan, Clara pun mengangkat telfon tersebut
"Halo" ucap Clara dengan nada dinginya kalian sudah tau kalau perubahan begitu pasti dari markas
"Halo mis" jawab sang penelfon
"To the point" singkat Clara
"Mis kami telah menyelidiki tentang mobil tersebut, ternyata terbukti mobil itu milik keluarga sanjaya hadia ulang tahun dari tuan sanjaya untuk putrinya beberapa tahun yang lalu, tapi kami belum dapat mengapa bisa berada di tangan keluarga Wiguna" jelas sang penelfon
"Oke" singkat Clara dan mematikan telfonya, suhu di ruangan tersebut mulai berubah
"Sebenarnya apa yang terjadi" batin Clara
"Kembali ke keluarga Sanjaya
"Stevan berangkat" ucap Stevan
"Iya.. hati-hati" jawab nyonya Sanjaya
"Iya ma" jawab Stevan dan keluar berjalan menuju bagasi mobilnya tak lama mobil Stevan menjauh meninggalkan pekarangan mansion keluarga Sanjaya
#######
__ADS_1
Disini author mau minta maaf buat para pembaca kalau saya update dengan Waktu tak tentu soalnya saya lagi sibuk, mau mendekati UTS, kalau kedepannya saya jarang update mohon maaf ya
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏