Perempuan Misterius

Perempuan Misterius
masalah


__ADS_3

Stevan telah berada di kantor


"Bagaimana bisa ha" marah Stevan kepada Reno


"Selama ini saya menyuruh kamu amati kerja kantor cabang, tapi apa ini"


"Kamu sudah bosan kerja bersama saya"


"Jawab saya Reno"


"Maaf bos" ucap Reno


Stevan bersama Reno menuju kantor cabang untuk menyelesaikan masalah yang ditimbulkan, beberapa jam perjalan sampailah Stevan di kantor cabang


Stevan beserta Reno turun dari mobil dan berjalan kedalam kantor


"Selamat datang bos" hormat seluruh karyawan pada Stevan


Stevan berjalan menuju ruang rapat diikuti oleh  Reno beserta para ketua-ketua Divisi kantor cabang


ting


Ceklek


"Mulai lah" perintah Stevan


Seorang ketua divisi menjelaskan rapat berjalan berjam-jam dan Stevan lupa mengabari Clara


Sedangkan di sisi Clara, ia sedang menunggu kabar dari Stevan


"Evan kemana sih" khawatir Clara sambil melihat hanphonenya


Clara mondar mandir karena tidak adanya kabar dari Stevan


Clara melupakan pesan yang berasal dari markas dikarenakan terlalu khawatir akan Stevan, saat sedang melihat hanphonenya tiba-tiba


kring


Bunyi telfon masuk


"Yuna? Untuk apa menelfon" ucap Clara


"Halo" ucap Clara kepada Yuna di telfonya

__ADS_1


"Clara kamu sudah dapat pesan dari markas" tanya Yuna


"Pesan apa?"


"Bagaimana mungkin kamu tidak dapat" tanah Yuna sekali lagi


"Tunggu, yah aku ingat ada pesan masuk saya melupakannya"


"Memangnya ada apa?" Tanya Clara


"Tentang kejadian 15 tahun lalu" ucap Yuna


tit


Clara mematikan telfon dan membuka pesan yang dikirim olenya dari markas, tiba-tiba suhu didalam ruangan tersebut menjadi dingin, tatapan Clara menajam sambil meremas hanphonenya.


Disisi Stevan ia sedang memarahi para pegawainya


Bruk


"Apa yang kalian kerjakan selama ini" marah Stevan


"Kenapa kantor cabang mengalami kerugian sebesar ini"


"Saya rugi bermilyar-milyar"


"Siapa yang menangani masalah ini"


"Bicara saya bilang" bentak Stevan


"Tidak becus"


"Hari ini harus selesai saya tidak mau tau, yang ingin protes silahkan ke HRD" titah Stevan dengan wajah yang masih terlihat emosinya, Stevan beserta Reno berjalan menuju keluar ruang rapat


"Kembali ke hotel" perintah Stevan setelah memasuki mobil


Sebelumnya Reno telah memesan hotel untuk mereka berdua


"Baik Bos" jawab Reno dan menjalankan mobilnya menuju hotel


Didalam mobil Stevan seperti memikirkan sesuatu tetapi apa dia melupakannya, beberapa menit perjalanan sampailah mereka di sebuah hotel.


Stevan beserta Reno berjalan memasuki hotel dan menuju resepsionis

__ADS_1


"Atas nama pak Sanjaya" ucap Reno


"Ini pak kuncinya, nomor 203 sama 204 ya pak" ujar resepsionis itu


Reno mengambil kunci tersebut dan berjalan menyusul Stevan yang sudah berjalan memasuki lift.


Didalam lift Stevan masih memikirkan sesuatu ia seperti lupa apa yang harus dia lakukan.


ting


Sampailah mereka di lantai atas


Stevan beserta Reno keluar dari lift dan menuju kamar hotel masing-masing


"Bos ini kunci kamarnya" Reno memberikan kunci


"Hm" deheman yang diberikan oleh Stevan sambil membuka pintu kamarnya


Ceklek


"Bos" tiba-tiba Reno memanggil Stevan


Stevan menatap Reno dengan tatapan yang bertanya apa yang diinginkan


"Selamat malam bos" ucap Reno dan menutup pintu kamarnya


Bruk


Stevan memasuki kamarnya dan langsung menuju kamar mandi setelah beberapa menit Stevan keluar dari kamar mandi dan menuju tempat tidur


"Sebenarnya apa yang aku lupakan" ucap Stevan kepada dirinya sendiri tidak sengaja matanya melihat hanphonenya


"Bagaimana bisa" Stevan berdiri dan mengambil handphonenya dan menelfon Clara ia lupa mengabari Clara bahwa ia telah sampai


"Halo" ucap Stevan secepatnya


....,.....


"Maaf ya lupa kabari" menyesal Stevan


....,,.....


"Iya baiklah, good night"

__ADS_1


...,....


tit


__ADS_2