
Pagi harinya sinar matahari memasuki cela kamar seorang wanita cantik dan membangunkannya dari tidur nyenyaknya.
"Euh" lenguh seorang wanita tersebut sambil membuka matanya dan melihat di langit kamar tidurnya
"Selamat pagi dunia" ucap wanita tersebut dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Yup Clara wanita itu.
Clara berjalan menuju kamar mandi karena hari ini ia akan berkunjung ke markas bersama tangan kanannya.
Setelah selesai mandi Clara menuju ruang makan untuk Sarapan pagi. Semakin dekat ia berjalan ia melihat seorang wanita yang tidak asing telah duduk di kursi dengan makanan yang telah tersedia di atas meja.
"Selamat pagi" ucap Yuna dengan senyumnya
"Untuk apa kesini" tanya Clara tanpa menjawab ucapan Yuna
"Kamu nggak ingat, kita ada kunjungan ke markas" jawab Yuna
"Aku tau, kita ketemu di markas" jawab Clara
"Hehehehe, biasa lah makan dulu baru beraktifitas kan" jawab Yuna dengan cengengesan
"Hm, basi" jawab Yuna
Setelah itu Clara dan Yuna melanjutkan sarapan pagi mereka
✨✨✨✨
__ADS_1
Di lain tempat pada sebuah keluarga
"Pa bagamana ini" tanya seorang ibu dengan sedihnya karena melihat anak gadisnya yang sudah seperti orang gila.
"Jangan, jangan, tolong itu dia" teriak wanita itu dengan ketakutan
"Jangan mendekat, tolong mama papa"
"Tolong,,,,,,, jangan"
"Pa anak kita" tangis sang ibu
"Mau bagaimana lagi sudah gila, bawa saja ke rumah sakit jiwa" marah sang suami dari ibu itu
"Tidak, anak saya tidak gila" teriak ibu itu tidak tega jika anaknya di bawah ke rumah sakit jiwa
Plak
"Bodoh dia itu sudah gila, kamu mau jika publik sampai mengetahui ini mau taruh dimana wajahnya saya ha" marah sang suami setelah menampar istrinya
"Pa kamu nampar saya" tanya sang istri dengan tak percaya
"Kenapa? Urus anakmu yang gila itu, kamu mengetahui jika sampai saya turun tangan" teriak sang suami
"Iya pa" jawab sang istri dengan patuh karena dia mengetahui sifat sang suami jika hal sekecil saja yang dapat merusak citranya di publik tak segan-segan akan dia buang bahkan darah dagingnya sekalipun.
__ADS_1
Iya juga mengetahui suaminya punya selingkuhan bahkan anak, ia tidak sudih jika harus anak dri wanita ****** itu mewarisi harta Yang seharusnya milik anaknya
"Sayang ini mama" ucap wanita paru baya itu sambil mendekat ke anaknya
"Jangan, kamu jahat" teriak wanita gila itu sambil melempar sesuatu yang ia dapat
Wanita paru baya yang melihat anaknya itu menahan tangisnya dan keluar dari kamar tersebut.
Yup keluarga Wiguna kalian pasti tau ulah siapa kan
✨✨✨✨
Di sisi lain sebuah keluarga yang harmoni tidak seperti keluarga sebelumnya
"Pagi ma pa" sapa stevan
"Pagi ma pa, pagi kak Stevan" sela Clarisa sebelum tuan dan nyonya sanjaya menjawab salam dari kakanya
"Dek" tegur mamanya
"Maaf ma pa, kak Stevan maaf" sesal Clarisa
"Iya nggak papa lain kali jangan gitu kamu itu udah besar bukan anak kecil lagi nggak sopan memotong ucapan orang yang lebih tua" nasihat nyonya Sanjaya
"Sudah mari kita makan" lanjut nyonya Sanjaya
__ADS_1
Keluarga harmonis itu melanjutkan sarapan pagi mereka dan akan melanjutkan kegiatan mereka sehari-hari, Stevan akan berangkat ke kantor, Clarisa akan ke kampus ini tahun-tahun terakhir Clarisa ya, tuan Sanjaya akan bermain golf bareng teman-temannya sedangkan nyonya Sanjaya hari ini ada kegiatan arisan biasa ibu sosialita.