
Seorang wanita membuka matanya dan menatap langit-langit kamarnya setelah itu wanita tersebut meregangkan badanya dan berjalan menuju kamar mandi tak lama ia keluar dengan keadaan yang sudah segar, siapa lagi kalau bukan Clara.
"Pagi bi" sapa Clara
"Pagi non Clara" sapa balik bi Ami setelah meletakan makanan diatas meja
"Bi sarapan bareng" ucap Clara dengan tiba-tiba
"Nggak perluh non, non Clara sarapan nanti bibi sarapan di belakang aja" jawab bi Ami
"Bi.... Clara kangen daddy, mommy" ucap Clara sambil menatap mata bibi Ami dengan sendu
"Non Clara harus kuat percaya pasti ada keajaiban"
"Iya... Makanya bi temani Clara makan" ucap Clara
"Ya sudah" bi Ami duduk di samping Clara dengan tenang, selesai makan
Clara mengajak bi Ami duduk bersama di ruang keluarga
"Bi.... Clara rindu mereka" ucap Clara sambil duduk di atas karpet berbulu dengan meletakan kepalanya di atas paha bi Ami, sedangkan bi Ami duduk di atas kursi
"Bibi juga kangen tuan dan nyonya" jawab bi Ami sambil mengelus rambut Clara
"Kapan ya.... Clara bisa berbicara dengan mereka" tanya Clara lagi
"Yakin saja bahwa tuan dan nyonya pasti akan bertemu dengan non Clara" ucap Bi Ami
__ADS_1
"Lalu Bagimana" tanya bi Ami
"Sudah ketemu Bi tapi aku bingung karena mobil yang menabrak Daddy dan mommy buktinya semua tertuju pada keluarga Stevan bi, aku harus bagaimana kalau ternyata...." Clara menggantung ucapannya
"Non clara harus mencari bukti yang lengkap setelah itu baru ambil kesimpulan takutnya nanti non menyesal, yang bibi lihat den Stevan baik" nasihat bibi Ami
"Iya Bi, Clara ketemu juga keluarganya baik banget, Clara hanya bingung bi" jawab Clara
Bi Ami dan Clara terus bercerita hingga Clara bisa melupakan semua masalahnya hanya dengan sang bibi ia mampuh terbuka dan hanya sang bibi yang mengerti dirinya ia akan menceritakan keluh kesahnya hanya dengan sang bibi. Tak terasa Clara tertidur di pangkuan sang bibi
"Semoga engkau selalu bahagia, tuan putri" gumam sang bibi sambil memperbaiki posisi tidur Clara.
Bibi Ami berdiri di hadapan foto kedua orang tua dari Clara
"Tuan, nyonya lihat tuan putri kalian dia sudah besar, dia bahkan mampuh memegang tanggung jawabnya" ucap bibi Ami sambil menangis menatap foto tuan dan nyonyanya
"Aku membesarkannya seperti yang kalian inginkan, aku selalu berada disisinya"
"Kapan kalian datang melihatnya"
"Apakah kalian tidak rindu padanya" bibi Ami terus menangis melihat foto sang tuan dan nyonya ia bahkan tak sadar bahwa Clara telah berdiri di belakangnya
"Bibi" peluk Clara dari belakang sambil menangis, bibi Ami kaget akan kehadiran Clara
"Bi makasih...." Ucap Clara lagi dengan posisi Yang sama
"Untuk apa?" Tanya sang bibi sambil memegang tangan Clara dari belakang dengan tatapan yang terus tertuju pada foto tuan dan nyonyanya
__ADS_1
"Untuk semuanya yang telah bibi lakukan, aku sayang bibi" jawab Clara lagi
"Bibi juga sayang kamu, pokonya kamu harus bahagia" keduanya larut dalam keharuan dengan tatapan yang tertuju pada foto di depan mereka
Kring
Bunyi telfon mengalihkan perhatian keduanya, Clara melepaskan pelukan Daris nag bibi
"Angkatlah" ucap sang bibi
Clara berjalan menuju meja yang terdapat handphonenya, ia mengambil dan melihat panggilan dari siapa itu
📞 Markas call
"Halo" ucap Clara pada sang penelfon
....,........
"To the point" titah Clara
......,.......
Prang
Handphone di tangan Clara terlepas dari tangannya dan pecah.
#####
__ADS_1
Apakah yang menyebabkan hal tersebut