Pernikahan Karena Hutang Budi

Pernikahan Karena Hutang Budi
Bab 24


__ADS_3

"Ayo makan Lia. Mengapa kamu malah bengong sambil melihat wajahku? Apakah ada yang salah dengan wajahku?" tanya Rama saat Lia tidak kunjung membuka mulutnya ketika sendok sudah hampir sampai.


"Tidak ada yang salah dengan wajahmu mas. Hanya saja, aku ingin bilang kalau aku baik-baik saja," kata Lia sambil terus melihat Rama.


"Aku tahu kamu sudah baik-baik saja."


"Kamu tidak perlu merasa bersalah padaku," kata Lia mengingatkan.


"Aku tidak merasa bersalah padamu."


"Lalu kenapa kamu bersikap seperti itu padaku?"


"Apakah ada yang salah dengan sikapku padamu saat ini, Lia?"


"Ada mas."


"Apa?"


"Kamu terlalu baik padaku."

__ADS_1


"Apakah salah jika aku bersikap baik padamu?"


"Tidak-tidak, tapi ...."


"Tapi apa Lia?"


"Tidak ada. Lupakan saja," kata Lia pada akhirnya.


Rama menggelengkan kepala. Ia tersenyum tipis melihat tingkah Lia yang baginya sangat lucu. Sekali lagi, Lia takjub ketika melihat senyum yang terlukis di bibir Rama. Senyum itu sangat indah ketika bibir Rama mengukir nya.


"Baiklah, kamu sudah bilang ingin melupakan apa yang ada dalam pikiranmu. Kini giliran kamu makan sekarang. Ayo buka mulutnya," kata Rama sambil mengarahkan sendok ke mulut Lia.


Seakan telah terhibnotis oleh senyum Rama yang manis bagaikan gula. Lia langsung menuruti apa yang Rama katakan. Tanpa banyak kata, ia melahap makanan yang Rama berikan padanya.


***


Kondisi Lia semakin membaik sekarang. Ia sudah bisa bangun sendiri sebenarnya. Tapi Rama masih memperlakukannya dengan hangat. Makan malamnya masih Rama sediakan dan Rama bawa ke kamar. Minum obat masih Rama yang sediakan dan ia suapi lagi.


"Lia, bolehkah aku nginap di kamar ini dengan mu?" tanya Rama saat ia selesai memberikan Lia obat.

__ADS_1


"Ma--maksud mas Rama?" tanya Lia tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Kalau kamu mengizinkan, aku ingin tidur di kamar ini denganmu. Tapi kamu jangan khawatir, aku akan tidur di sofa sedangkan kamu tidur di ranjang. Itu jika kamu mengizinkan. Jika tidak, maka aku tidak akan memaksakannya."


"Kenapa tiba-tiba ingin tidur sekamar dengan ku, mas?"


"Tidak ada. Aku hanya ingin memastikan saja, kalau kamu selalu baik-baik saja, dan suhu panas tubuhmu tidak kambuh lagi. Kalau aku tidur di kamarku, akan sulit aku mengecek keadaanmu. Karena jarangnya agak jauh," kata Rama menjelaskan.


Meskipun alasannya terasa sedikit berlebihan dan tak masuk akan. Tapi Lia tetap mengizinkan Rama untuk tidur sekamar dengannya.


Bukan hanya Lia yang merasakan perubahan dari Rama, bik Asih juga. Ia merasakan kalau Rama memang telah berubah sedikit demi sedikit. Bik Asih yang tinggal dengannya sejak lama, tentu sangat mengerti bagaimana sikap Rama selama ini.


Rama seperti kembali dari masa lalunya yang kelam. Bik Asih merasakan, kalau Rama jauh lebih baik sekarang. Rama menunjukkan sikapnya yang hangat seperti yang semua harapkan. Walaupun belum sepenuhnya berubah seperti Rama yang dulu. Tapi, bik Asih sangat senang dengan perubahan Rama saat ini.


Malam itu, Rama tidur sekamar dengan Lia. Yah, walaupun Rama tidurnya di sofa dan Lia tidur di ranjang. Tapi tetap saja, mereka tidur satu kamar malam ini.


Rama yang capek karena malam kemarin sibuk menjaga Lia, malam ini ia tidur dengan sangat cepat. Beberapa menit setelah ia baring, ia terlelap di bawah alam mimpi yang indah. Berbeda halnya dengan Lia. Ia malah sangat sulit untuk memejamkan matanya malam ini. Pikirannya selalu terbayang akan perubahan sikap yang Rama tunjukan saja.


Lia mengalihkan tubuhnya yang dari membelakangi Rama, kini menjadi berhadapan dengan Rama yang berada beberapa meter jauhnya dari dia. Lia melihat wajah Rama yang terlelap dari kejauhan. Ini pertama kalinya ia melihat wajah Rama yang sedang tertidur. Wajah Rama terlihat tampan saat ia tertidur lelap.

__ADS_1


"Ya Tuhan, dia sangat tampan saat ia terlelap seperti itu," kata Lia memuji Rama dalam hati.


"Yah, bukankah dia memang sudah tampan sejak lama. Tidak hanya sedang tertidur saja, terjaga juga ia tampan," kata Lia bicara pada dirinya sendiri.


__ADS_2