Pernikahan Karena Hutang Budi

Pernikahan Karena Hutang Budi
Bab 6


__ADS_3

Hampir dua jam Lia menunggu bik Asih di taman belakang. Akhirnya, wanita paruh baya itu muncul juga.


"Maaf ya non, bibik membuat non Lia menunggu bibik lama di sini," ucap bik Asih sambil duduk di samping Lia.


"Gak papa kok bik. Lia gak merasa lama kok nungguin bibik. Lia senang duduk di taman ini. Suasananya terasa sangat sejuk dan nyaman."


Bik Asih tersenyum. Pikirannya dengan cepat mengingat sesuatu. Ingatan masa lalu yang tiba-tiba saja muncul.


"Non Lia suka dengan taman ya?"


"Iya bik. Suka banget malahan."


"Non Lia mirip ...."


"Mirip siapa bik?" tanya Lia tidak sabar.

__ADS_1


"Eh, tidak ada mirip siapa-siapa non. Bibik salah ngomong," ucap bibik dengan raut wajah yang berubah.


Lia tidak ingin memaksakan apa yang tidak ingin orang lain katakan. Ia hanya tersenyum dan berusaha mengubah pokok pembicaraan mereka.


"Bik Asih, Lia boleh tahu gak bagaimana kehidupan dokter Rama sebelum kecelakaan."


"Hamz ... non Lia penasaran ya dengan kehidupan mas Rama sebelum kecelakaan."


Lia mengangguk, sebagai perwakilan jawaban iya untuk pertanyaan bik Asih. Bik Asih bangun dari duduknya. Matanya menatap lurus ke depan.


Bik Asih menceritakan bagaimana ia datang pertama kali ke rumah keluarga Rama. Ia yang datang dari desa, disambut dengan hangat oleh keluarga Rama. Keluarga Rama adalah keluarga yang sangat baik, terutama Rama nya. Ia memperlakukan orang lain seperti bik Asih, seperti keluarganya sendiri.


Bik Asih juga menceritakan bagaimana ia begitu dekat dengan Rama. Sehingga, ia menganggap Rama seperti anaknya sendiri. Sampai-sampai, ia rela ikut pindah bersama Rama ke rumah barunya.


"Bibik melayani mereka di sini non. Rumah ini penuh canda tawa saat pertama kali bibik sampai kesini. Sampai akhirnya ...."

__ADS_1


Bik Asih tidak bisa menahan air matanya lagi. Kini, ia terdiam dan tak mampu melanjutkan ceritanya. Lia dengan cepat mengerti apa yang bik Asih rasakan. Kini hatinya dipenuhi rasa bersalah, karena telah membuat bik Asih bersedih hanya karena rasa penasaran.


"Maafkan Lia bik. Lia tidak bermaksud membuat bik Asih sedih," kata Lia sambil berusaha menghibur.


"Gak papa non. Non Lia gak salah kok. Hanya saja, bibik yang terlalu merindukan masa lalu. Itu yang membuat bibik menjadi sedih."


Bik Asih menghapus air matanya dengan cepat. Ia mencoba tersenyum pada Lia. Hatinya sangat berharap kalau Lia mampu membuat Rama kembali lagi seperti dahulu. Karena ia sangat merindukan majikannya tertawa seperti pertama ia bekerja dahulu.


....


Hampir satu minggu Lia tinggal di rumah Rama. Datang sebagai istri dari seorang dokter terkenal yang bernama Rama Syahputra. Tapi kenyataannya, ia lebih mirip orang asing yang menumpang nginap di salah satu hotel. Saling tidak mengenal satu sama lain dengan penghuni hotel yang lainnya.


Itulah yang Lia rasakan di rumah Rama. Lia sudah menjadi istri, tapi tidak pernah melayani suaminya. Jangankan melayani kebutuhan batin, kebutuhan lahiriah saja tidak.


Siang harinya Rama pergi kerja. Sedangkan pada malam harinya, ia akan berada di kamarnya. Tidak ada bicara, tidak ada tegur sapa di antara Lia dan Rama. Teman bicara Lia hanyalah bik Asih, atau sesekali pak sopir, itupun sangat jarang.

__ADS_1


Lia lebih seperti tinggal sendiri, dibandingkan tinggal bersama seorang suami. Terkadang, ia merasa sangat bosan tinggal di rumah Rama. Tidak ada teman untuk diajak bercanda sekedar pelepas bosan.


__ADS_2