Pernikahan Karena Hutang Budi

Pernikahan Karena Hutang Budi
Bab 33


__ADS_3

Tidak menunggu waktu lama. Lia langsung menemui bunda untuk membicarakan hal itu. Ia menjelaskan pada bunda dengan penuh semangat, kalau ia akan mencarikan teman sekaligus orang yang akan bekerja untuk bunda.


Awalnya bunda menolak dan merasa hal itu tidak perlu. Karena bunda tahu, ia tidak butuh seseorang untuk membantunya bekerja di rumah yang terbilang sederhana ini. Karena selama ini, ia juga telah mengurus semuanya sendiri. Sudah berpuluh-puluh tahun bahkan bunda mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri.


Bunda juga memikirkan, kalau mempekerjakan orang pastinya harus bayar upah setiap bulan. Itu akan membuang-buang uang saja. Karena ia masih kuat untuk melakukan semuanya sendiri.


Tapi Lia tidak putus asa, ia terus menjelaskan maksud dari ia mempekerjakan orang. Ia tidak bisa meninggalkan bunda sendirian di rumah ini. Jika bunda tidak mau, maka Lia tidak akan pulang ke rumah Rama. Ia akan tetap tinggal di rumah bunda selamanya.


Mendengar hal itu, bunda tidak punya pilihan lain. Meskipun hatinya menolak untuk mempekerjakan orang, karena ia tidak ingin memberatkan Rama dengan membayar upah setiap bulan. Tapi hati bunda lebih menolak lagi, kalau Lia tetap tinggal di rumahnya.


Karena bagaimanapun, Lia sudah bukan anak gadisnya lagi. Lia sudah punya tangung jawab sebagai seorang istri sekarang. Tidak mungkin bunda membiarkan Lia tetap tinggal bersamanya, sedangkan Lia sudah punya rumah.

__ADS_1


"Bunda jangan pikirkan masalah keperluan dan kebutuhan bunda. Yang bunda harus pikirkan hanyalah kesehatan dan apa yang membuat bunda bahagia saja saat ini. Soal kebutuhan dan yang lain-lain, biar Rama yang tangung, bun." Rama bicara sambil tersenyum hangat.


"Nak Rama, jangan bikin bunda semakin merasa berhutang budi padamu lagi nak. Bunda .... "


"Bunda, Rama tidak merasa bunda hutang budi pada Rama. Jangan berpikir seperti itu bun, Rama yang menjadi menantu bunda yang merasa tidak enak kalau bunda berpikir seperti itu," kata Rama sambil memperlihatkan wajah sedih.


"Maafkan bunda nak. Bunda hanya tidak ingin menyusahkan kalian berdua."


Lia yang mendengarkan apa yang Rama katakan, kini merasa bahagia. Rama ternyata laki-laki yang luar biasa. Ia adalah laki-laki yang begitu peduli dengan orang tua. Terbesit rasa kagum dalam hati Lia saat melihat Rama yang sekarang. Rama yang tak hanya peduli pada dirinya, tapi juga sangat peduli dengan orang tuanya.


Mereka berhasil meyakinkan bunda untuk mempekerjakan orang di rumah bunda. Rama juga berhasil membuat bunda semakin kagum dan sayang padanya. Menantu yang ayah pilih, ternyata memang anak yang baik. Ayah tidak salah pilih menantu untuk anaknya.

__ADS_1


***


Tidak sulit bagi Rama mencari orang yang tepat untuk bekerja di rumah bunda. Satu hari saja sudah ia temukan orang yang pas buat bekerja sekaligus menemani bunda. Tentunya dengan bantuan bik Asih yang banyak punya kenalan sahabat yang biasa bekerja. Hal itulah yang semakin membuat Rama mudah mencari orang.


Rama sengaja mencari orang yang seumuran dengan bik Asih. Karena orang yang paruh baya dan seumuran dengan bunda, bisa bunda ajak bicara tanpa canggung. Jika anak muda, pastilah akan membuat bunda merasa canggung untuk menjadikan orang itu teman bicara.


Walaupun Rama sudah mendapat teman untuk bunda, Lia masih minta izin menginap di rumah bunda selama beberapa hari. Lia ingin bunda kenal lebih dekat terlebih dahulu dengan bibi yang bekerja di rumahnya. Makanya, ia minta izin untuk tinggal selama beberapa hari lagi.


Rama tidak keberatan dengan permintaan Lia. Baginya, kenyamanan dan ketenangan Lia adalah hal penting sekarang. Entah sejak kapan, Rama berubah jadi sangat peduli dengan Lia. Tapi itulah kenyataannya, Rama selalu mengutamakan perasaan Lia sekarang.


"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""

__ADS_1


Bahagia itu, saat kalian memberi aku komen yang berisikan semangat untuk tetap melanjutkan karya sederhana yang aku buat. Aku sangat senang ketika ada yang komen di karya ku yang sederhana ini. Makasih banyak teman ....


__ADS_2