
Fharza Yunia Sari. Orang-orang memanggilnya Sari. Seorang gadis cantik berumur 23 tahun yang aktif,ceria dan pemberani. Matanya sedikit bulat di tambah bulu mata lentik yang sedikit panjang. Hidung mancung dan bibir kecil yang tipis di ikuti gingsul dan satu lesung pipit di sebelah pipi kirinya.
Ayah Sari sudah meninggal sejak dia umur 3 tahun. Hanya tinggal ibu,kakak dan adiknya. Kakaknya sudah menikah dan tinggal bersama suaminya. Adiknya masih kelas 3 smp, tapi jarang ke sekolah dan hanya foya-foya kesana kemari.
Ibunya sudah tua dan rentan sakit. Ibunya punya penyakit asma. Sari bekerja setiap hari untuk ibunya. Meskipun kakaknya kadang memberikan uang, tapi itu tidak cukup untuk biaya kehidupan sehari-hari. Sari bekerja sebagai kasir di sebuah toko yang tidak terlalu besar di mall. Gajinya ia sisihkan sedikit guna untuk membeli obat jika sewaktu-waktu ibunya sakit. Tapi hidup ia jalani dengan bahagia dan tanpa mengeluh.
Safa Reyhan Ali. Seorang lelaki yang kejam dan arogan. Ketidakbersamaannya dia dengan kedua orang tuanya waktu kecil mengakibatkan dia tumbuh menjadi pribadi yang buruk. Tak ada yang bisa selamat dari kemarahannya. Ia terkenal perfeksionis dan sangat di segani. Pekerjaanya sebagai seorang CEO di grup terbesar saat ini menjadikannya seseorang yang amat sombong dan seenaknya sendiri. Bagi Safa, wanita adalah barang yang merepotkan dan hanya untuk di buat permainan.
Safa hidup sendiri di sebuah apartemen yang di belinya ketika ia mulai merintis karir dulu. Ayah dan ibunya sudah meninggal ketika dia kecil. Entah apa saja yang sudah di lewatinya sehingga dia bisa menjadi seperti sekarang. Hanya dia dan tuhan-Nya lah yang tau.
Awal pertemuan Safa dan Sari adalah saat Safa membeli sebuah barang di toko Sari.
Di Kantor
__ADS_1
Safa memencet tombol telepon yang menghubugkan dia dengan sekretarisnya, Rio. "Ke ruangan ku, sekarang !" perintah Safa. Belum sempat rio menjawab, telepon sudah mati.
Ada apa ini. kenapa firasatku buruk? Ah, datang saja dulu, semoga tuan dalam keadaan baik baik saja. Batinnya. Rio pun segera datang ke ruangan atasannya.
Tok tok tok !!!
"Permisi tuan, Apa anda perlu sesuatu?"
Oh my god. Bikin deg-deg an saja.Kenapa ga tanya di telepon tadi aja kan sekalian. batin Rio
"Hei, mulai tuli ya ! " ucap safa dengan nada tingginya
"eh, di mall dekat sini ada tuan. Toko Rocky. Biar saya pergi mencarikannya untuk tuan"
__ADS_1
"Tidak perlu. Aku akan kesana. Dan kau urus dokumen ini. Harus selesai saat aku kembali." Kata Safa sambil melempar 3 buah dokumen pada Rio.
Glek...
Rio menelan salivanya kasar. Semoga anda tidak cepat kembali tuan,kalau perlu tidak usah kembali ke kantor hari ini. Batin Rio.
Tapi mulutnya berkata lain "baik, tuan."
Safa pergi ke tempat yang di maksud Rio. Tidak sulit menemukan tempatnya. hanya perlu naik satu eskalator dan toko itu tepat di ujung eskalator berhenti. Safa segera masuk ke toko itu. Sempit nya toko membuat Safa langsung menemukan apa yang dia cari. Safa mengambil beberapa kaleng dan memasukkannya ke keranjang lalu segera menuju kasir.
Jangan lupa Like dan komen kekurangan Author yaa... Satu like kalian sangat membantu author untuk bersemangat menulis.
Terimakasih.
__ADS_1