Pernikahan Menyiksa

Pernikahan Menyiksa
EPISODE PANJANG


__ADS_3

Malam ini Rey tertidur lebih dulu dari Steva. Sehabis mandi tadi ia merasa sedikit mengantuk. Tanpa ia sadari saat ia berbaring sejenak, ia ketiduran.


Bau tubuh Steva yang tertinggal di bantal guling membuatnya tenang.


Steva yang memperhatikan Rey tidur tiba tiba jantungnya berdebar. Ia merasakan kembali perasaan saat ia bersama Rey dulu.


'Rey, kau masih tampan seperti dulu, bahkan jauh lebih tampan. Ah, sayang sekali... Tempramenmu semakin buruk. Hhh.... Harus bagaimana aku menghadapimu? Aku tidak bisa diam saja kalau aku tidak mau mati. Cinta seperti apa yang kau punya? Kenapa dulu dan kini kau sangat berbeda?'


Belum habis Steva berpikir, Rey membuka matanya perlahan.


"Apa?"


"T.. tidak." Steva yang ketahuan sedang menatapnya menjadi malu. Ia segera beranjak berdiri. Tapi Rey tiba tiba menariknya dan mendekapnya erat.


"Sebentar saja.Diamlah sebentar saja"


Steva tak bisa berkutik lagi. Ia hanya menurut.


Beberapa menit berlalu. Steva mulai membuka suara.


"Rey, boleh kutanya sesuatu?"


"Hmm"


"Apa yang kau lakukan pada mas Yudha? Apa kau membunuhnya?"


"Tidak" Rey masih menutup matanya dan mendekapnya.


"Lalu? Aku hanya sebatas ingin tahu saja Rey"

__ADS_1


"Sudah kukembalikan sesuai pintamu"


"Kemana?"


"Kemana? tentu saja ke rumahnya"


"Kau memulangkannya dengan kondisi begitu??"


"Sudahlah, aku tidak ingin membahasnya."


"Rey, dengarkan aku dan jangan potong pembicaraanku."


"Bicaralah"


"Hari ini aku baru menyadari kalau buku yang kuminta dari bi ina tidak ada. Aku pikir kau yang mengambilnya. Rey, cobalah buka halaman terakhir buku itu, aku menuliskan sesuatu dibalik sampul itu. Dan perihal mas Yudha, kami sudah berpisah secara baik baik Rey. Pelukan itu hanya sebagai pelukan perpisahan. Kau salah paham waktu itu."


Rey merenggangkan pelukannya. Sebenarnya ia sudah tahu hal itu dari Yudha. Tadinya ia berpikir untuk membunuhnya, tapi Galang mencegahnya. Galang selalu memberi solusi terbaik untuk tuannya. Akhirnya saat Rey akan mengirim Yudha kembali, Yudha meminta untuk menemuinya. Ia mengatakan semua yang ia tahu tentang Steva, tentang percakapan mereka berdua juga hari itu.


"Ya.. Maafkan aku. Kita mulai dari awal lagi ya"


Suara Rey melembut.


"Dan Rey... aku benar benar khawatir dengan kondisi ibuku.. bisakah aku bertemu dengannya?"


"Aku tidak bisa membawamu bertemu ibumu. Setidaknya untuk saat ini. Tahanlah sampai hari akhir perjanjian kita. Ibumu baik baik saja."


"Tapi Rey..."


"Sudahlah... Aku tidak akan mengikatmu selamanya. Cukup tunggu sampai waktu itu tiba. Bersabarlah sebentar sayang"

__ADS_1


"Hh.... baiklah"


Steva membenamkan wajahnya dalam dada Rey, ia masih terus berusaha menerima Rey. Ia mencoba mendekat pada Rey. Ia juga mencoba melupakan hal hal yang sudah berlalu. Ia mencoba memenangkan hatinya sendiri untuk Rey.


Rey yang di peluk merasa berdebar. Jantungnya seakan mau keluar dari tempatnya.


"Kau berdebar ya Rey?"


Gantian Steva yang menjahilinya 😂


"Tidak. Ini karena kau mengganggu tidurku saja"


"Oh, kau sedang berdebar ya... Sini kulihat mana yang berdebar" Steva menggelitiki Rey. Meskipun ia kesusahan dengan roti sobek Rey yang kokoh, tapi Rey akhirnya berjingkat juga.


"Hei, hentikan"


Steva tak peduli pada ucapan Rey, ia terus menggelitik di beberapa bagian. Sampai Steva tak sengaja menyentuh adik kecil disitu.


Rey menangkap kedua tangan Steva dan langsung mengungkungnya.


"Kau menggodaku ya?"


"Apa?" Steva yang tidak sadar dengan apa yang ia sentuh, hanya kebingungan.


Rey perlahan mendekatkan wajahnya pada Steva.


Ia mulai pemanasan dari bibir dulu. Steva tak menolak. Ia membalas ciuman Rey. Entah kenapa kali ini Steva mulai bisa menikmati yang terjadi. Dulu ia harus mencerna terlebih dahulu, tapi sekarang seperti sudah terbiasa melakukannya.


"Eemmmmghhh Reyy.."

__ADS_1


Mereka seakan lupa dengan dunia. Hanya keniqmatan yang mereka rasakan sekarang.


__ADS_2