Pernikahan Menyiksa

Pernikahan Menyiksa
BATAL?


__ADS_3

Mereka mulai menghidangkan menu menu mewah untuk sajian Tamu kehormatannya. Tuan Roma mulai membuka Suaranya.


"Kapan kita akan mengadakan pertunangan mereka Tuan Diranta?"


"Secepatnya Tuan, saya rasa mereka sudah tak sabar ingin segera menikah. Ya kan Rey?"


"Aku sudah menikah"


Seketika seisi ruangan hening.


"Hei, bicara yang benar. Maaf Tuan, dia memang suka bercanda" Ucap Tuan Diranta dengan senyum malu.


"Tidak, aku tidak bercanda. Aku sudah menikah!" Rey menekankan kembali kalimatnya.


Ia mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan video ijab qabulnya dengan Steva waktu itu.


Semua orang disana merasa terkejut. Tuan Roma langsung berdiri dan marah merasa dipermainkan


"Apa apaan ini? Apa perjodohan sejak kecil ini lelucon menurut kalian?"


"Tuan,bukan begitu maksud kami, Rey, minta maaflah dengan benar dan bilang bahwa kau hanya bercanda". Tuan Diranta mulai panik.


Rey tetap tenang dan memakan makanannya " Aku tidak bercanda. Dan yaa... Keluarga kami adalah mafia". Hanya dirumah ini Rey mengulang kalimatnya. Di tempat lain ia bahkan hanya mengayunkan tangan saja dan Asistennya akan mengerti maksudnya.

__ADS_1


"Perjodohan ini batal. Kalian penipu.Semua kesepakatan kita juga batal. Saya tidak sudi mengenal kalian lagi" Tuan Roma pergi seketika itu juga.


"Tuan.. Tunggu tuan..."


"Siapa dia?" Murka Tuan Diranta pada Rey


"Istriku"


"Siapa dia?" tuan Diranta mulai kehilangan kesabaran.


"Steva, istriku"


"Kekasih gembelmu dikampus?"


"Ceraikan wanita sialan itu. Atau aku yang akan menghabisinya langsung"


"Coba saja sentuh dia kalau kau mampu. Bahkan kau tak punya apa apa selain rumah kumuh ini."


Rey pergi meninggalkan orang tuanya yang masih dengan perasaan campur aduk


Rey benar, orang tuanya tak punya apa apa sekarang. Ia mulai menjalankan bisnis mafia ayahnya saat usianya masih 14 tahun. Dan semua anak buahnya sudah di ganti dengan orang" kepercayaan Rey. Perdagangan manusia yang di kelola Rey juga awalnya adalah milik ayahnya. Tapi Rey memintanya juga.


Ayahnya bangga dengan tekad Rey, tanpa tahu akhirnya akan seperti ini. Kini semua sudah terlambat, bahkan perusahaan satu satunya pun ia berikan pada anak semata wayangnya itu.

__ADS_1


#


Rey kembali ke mansionnya sendiri. Ia masih belum mau membawa Steva ke mansionnya. karena ia tahu, orang tuanya pasti akan melakukan apapun untuk memenuhi keinginan mereka. Bukannya ia tak cukup kuat, hanya saja ia tak mau pujaan hatinya itu terluka.


Setelah menenangkan diri cukup lama, Rey kembali ke villanya. Tiba tiba ia sangat rindu pada pujaan hatinya itu. Ia memasuki rumah dan menemui Bi Ina terlebih dahulu.


"Bagaimana?" Dengan wajah datar yang tegas membuat siapapun tak berani menatapnya.


"Nona muda sudah makan tuan, dan sudah minum obat. Mungkin sekarang sedang istirahat."


"Hmm.." Ia berjalan menuju kamarnya. Melihat CCTV , ingin tahu apa yang di kerjakan Steva.


Ia melihat Steva tengah terlelap dalam tidurnya.


Perlahan ia menuju kamar Steva. Memandanginya, dan berangan angan hubungan mereka kembali seperti dulu. Seperti kala itu, saat Steva mencintainya dan mengatakan bahwa ia ingin menikah dengannya.


Tanpa sadar ia tertidur di Sofa. Steva mulai membuka matanya.


'Sudah pagi? Jam berapa ini?'


Ketika menoleh melihat jam dinding, netranya tertuju pada sosok Rey, yang tengah tertidur lelap di sofa itu.


'Apa dia menjagaku semalaman? Bagaimana mungkin'. Dia tak akan pernah melakukan itu untuknya. Sebaik apapun Rey, ia hanya memanfaatkan gadis polos sepertinya hanya untuk bermain saja. Itulah kata yang Steva ingat saat ia putus dengan Rey dulu.

__ADS_1


__ADS_2