Pernikahan Menyiksa

Pernikahan Menyiksa
RUANG RAHASIA


__ADS_3

Rey kembali ke kota hari ini. Entah ada panggilan mendesak apa. Ia hanya berpesan pada pelayannya untuk menjaga Steva. Meski ia tahu Steva tak bisa lari darinya, tapi ia cukup paham keadaan mental gadis itu. Steva sangat keras kepala, ia tidak akan tahan dikurung didalam sana selama itu. Cepat atau lambat ia akan kabur juga.


Steva yang mendengar kabar Rey akan pergi hari ini sangat bahagia. Ia buru buru menyusun rencana kali ini. Tapi, tak di temukan celah apapun. Apalagi hari ini cuaca terang benderang. Daannnn.....


Secara tak sengaja Steva melihat Salah satu bodyguard Rey ke halaman belakang dan masuk ke gudang. Ia akhirnya punya ide cemerlang. Ia akan bersembunyi di gudang selama beberapa waktu. Dan ketika keadaan mulai aman, ia akan keluar untuk kabur. 'Yeah, kamu brilian Otak kecil' Bangga Steva dalam hati.


Ia memperhatikan bodyguard itu hanya perlu memencet tombol hijau disebelah pintu. Tak lama setelah bodyguard itu keluar, Steva diam diam menuju pintu yang ia yakini adalah gudang itu. Ia menekan tombol hijau dan pintu pun terbuka.


'Yesss... Berhasil' ia pelan pelan masuk ke ruangan itu dan pintu menutup dengan sendirinya.


Gelap sekali disini. Hanya lampu temaram diujung yang menerangi gudang luas ini. Tak sengaja kaki Steva menyandung sesuatu. Ia pun menunduk untuk memastikan, ternyata itu pintu. Ia sedikit takut. Tapi ini akan menjadi awal yang baik kalau ternyata pintu itu terhubung ke pintu keluar dari villa ini.


Perlahan Steva membuka pintu itu. Ada beberapa anak tangga yang menuju ruang bawah tanah. Ia menuruni pintu itu dengan hati hati. Semakin kedalam, penerangan semakin kuat. Tapi bau amis dan anyir disini membuat Steva sedikit mual.


"Ruang apa ini? Busuk sekali. Sabar Steva, kamu harus sabar kalau ingin keluar dari neraka ini."


Tepat ketika ia akan menginjak anak tangga terakhir, matanya membulat sempurna. Banyak bodyguard sedang membawa jasad jasad bercampur antara priaa dan wanita. Di tembok berjajar rapi senapan dan sajam yang membuat Steva merinding. Untuk beberapa saat, Jantungnya seakan berhenti. Tubuhnya tak bisa digerakkan sama sekali. Ada beberapa jasad wanita yang digantung dalam keadaan tidak mengenakan apapun (t*lanj*ng).

__ADS_1


'apa aku salah masuk? Ruangan apa ini? Apa yang menyelinap kemari akan berakhir tragis seperti itu? Atau nanti aku akan dicincang seperti daging? Aku harus pergi. Aku tak mau berakhir sama dengan wanita wanita itu'


"Hei, Siapa kau?" Suara salah satu bodyguard yang berhasil melihat punggung Steva.


Steva segera berlari menaiki tangga yang ia turuni tadi. Tapi ia kalah cepat dari bodyguard itu. Bodyguard dengan tubuh kekar itu menarik rambut Steva sampai terhengkang kebelakang


"Mau lari kemana kau?"


"Tii... Tidak. Biarkan aku pergi"


"Beraninya menyelinap, lalu kau mau pergi? hahahaha... "


"Baru?"


"Bukan, penyelinap"


"Habisi saja"

__ADS_1


"Kita gali dulu informasinya" Sambung yang lain


"Siapa kau? beraninya kau datang kemari. Apa kau tahu milik siapa ini?"


"Mii... milik siapa?" Ujar Steva yang sudah ketakutan karena bodyguard yang menanyainya tadi membawa karung dan pisau.


" Tuan Muda Rey Aditama"


"Apa? Kalian anak buah Rey?"


Plakk.... Satu tamparan keras mendarat dipipi mulus Steva.


"Beraninya kau memanggil tuan kami dengan nama saja"


"Jangan sakiti aku,, aku istrinya Rey"


Para penyiksa itu saling pandang. Apa benar ??

__ADS_1


'Paling dia cuma mengaku ngaku. Lihat saja dandanannya seperti wanita murahan' Bisik salah satu bodyguard.


__ADS_2