Pernikahan Menyiksa

Pernikahan Menyiksa
Tampan tapi Sinting


__ADS_3

Flashback on


Safa baru sampai di taman dan mengedarkan pandangannya untuk mencari teman temannya. Di pojok taman sudah terlihat keempat sahabatnya duduk sambil makan makanan ringan dan tertawa.


"Hei"


"Oh halo tuan muda,anda sudah datang" Aldo


"Wah wah apa yang kau bawa itu?" Ronald menimpali


"Sedikit pereda kantuk" jawab Safa sekenanya.


Mereka mulai bercerita kesana kemari melepas rindu. Ya, memang mereka jarang sekali bertemu semenjak lulus kuliah. Dan percakapan mereka sampai pada titik kehidupan Safa.


"Eh Fa, lo kapan nih nikah?" Joni


"Nikah??? Lo tau kan prinsip hidup gue??" Kesal Safa sambil menyalakan sebatang rokok


"Tapi lo tuh Tuan muda loh. Dan lagi lo sendirian, udah sukses, kurang apa lagi coba?? dahlah sana nikah." Aldo


"Ya Faa... Nikah aja deh " ucap yang lain


Mereka mulai melirik satu sama lain untuk saling bersorak menyuruh Safa menikah. Karena mereka khawatir Safa bukan pria normal. Pasalnya mereka tidak pernah melihat Safa pacaran sekalipun.

__ADS_1


"Nikah.... Nikah... Nikah"


"Stop. Oke gue bakal nikah kalo ada yang teriak disini sekarang. Sekalipun itu nenek nenek,bakal gue nikahin."


"Gila lu Fa. Disini mana ada orang" Joni


Safa hanya tersenyum sambil menghisap rokoknya kembali.


Mereka saling melirik lagi memikirkan ide apa yang akan mereka berikan buat Safa. Belum habis mereka berpikir, terdengar teriakan seorang wanita tak terlalu jauh dari tempat itu. Mereka tidak mendengar pasti apa yang di ucapkan,Namun mereka segera menghampiri sumber suara.


Mereka membiarkan Safa tersedak asapnya sendiri dan meninggalkannya. Safa segera membuang puntung rokok yang masih tersisa setengah dan langsung berlari mengikuti teman temannya.


Flashback off


Safa masih memelototi Sari dari atas ke bawah.


"Dengar! Ini kartu namaku. Telfon aku nanti malam dan aku akan menemuimu"


"Hah??"


Safa langsung pergi meninggalkan Sari yang terpaku di tempatnya.


Kasihan dia. Ganteng ganteng sinting

__ADS_1


Tapi kayaknya aku pernah lihat, dimana ya?? ah sudah biarkan saja. Toh dia cuma orang gila.


Sari membuang kartu yang di berikan Safa ke tempat sampah. Dan pulang ke rumahnya. Dia ingin segera membantu ibunya dan merebahkan dirinya. Sari memang bukan tipe orang yang kepo dengan dunia luar. Jadi dia tidak pernah tau siapa saja orang berpengaruh dalam lingkungannya. Yang dia tau hanya pak Rt dan Pak Kades saja.


Malam mulai menyapa. Sari melupakan hal yang dikatakan Safa. Bagaimana ia tidak lupa kalau kartunya saja di buang di tempat sampah??


Sementara di tempat lain Safa sudah bersiap menemui gadis yang ia jumpai tadi siang. Ya, gadis yang akan menjadi calon istrinya. Safa mondar mandir sambil memegang hp nya.


Mana gadis itu? kenapa tak kunjung menghubungiku??


Apa dia tidak tau siapa aku?? atau dia tidak megerti bagaimana berkuasanya aku??


Safa menatap kaca dan berpikir


Apa aku kurang tampan?? Ah, tak ada yang tidak tertarik padaku. Lalu apa kurangku??


Safa mondar mandir di dalam kamar sambil sesekali duduk di sofa. Ia tekadkan menunggu sampai jam 10. Kalau masih tidak ada jawaban, Ku incar kau !!


Jam menunjukkan pukul 22.02


Safa meraih handpone nya dan menelfon Rio.


"Buka CCTV Taman dari jam 12-2 Siang. Temukan informasi Gadis yang ku temui disana. Aku mau berkasnya besok pagi."

__ADS_1


"Baik, Tuan" Suara serak khas bangun Tidur Rio tak di hiraukan Safa.


Malam ini adalah malam panjang bagi Safa.


__ADS_2