Pernikahan Menyiksa

Pernikahan Menyiksa
KONTRAK


__ADS_3

Sari berlari menuju tempatnya bekerja


"Duh, telat nih! Lagian siapa sih tuh orang main mau nikahin aja. Kenal juga enggak"


Sari ngamuk ngamuk sambil lari kecil.


Tempat kerja Sari tidak begitu jauh dari Kantor Safa. cukup berjalan 5 menit sudah sampai.


"Lho... Kok kamu yang masuk Fer?? Kan ini shift aku?"


"Lho Sari?? Bukannya kamu udah pamitan sama ibu pemilik yaa... Katanya mau menjaga ibumu saja dirumah tanpa bekerja"


Sari melongo mendengar Kata kata Feri.


"Dimana ibu pemilik?"


"Kayaknya tadi masih di dalem deh. coba kamu liat."


Sari berlari menuju tempat bossnya itu. Ia mengetuk pintu dengan sopan


"Masuk !"


"Permisi bu, ada apa ini? apa saya di pecat?"


"Oh Sari, ibu sudah menunggu kamu. Tadi ada suruhan calon suamimu kesini. Katanya kamu mau nikah dan tidak akan bekerja lagi. Jadi ibu memberhentikan kamu. Ini uang pesangon buat kamu. Terimakasih yaa sudah mau bekerja untuk ibu."


Sari masih melongo mendengar kata kata ibu pemilik usaha itu. Apa?? suami?? buu... pacar saja aku gak punyaa.... tapi siapa calon suamiku?? kenapa dia ingin memberhentikan aku?? padahal aku butuh obat buat biaya ibuku. Duh Tuhann.... cobaanMu kenapa begini??

__ADS_1


"Halo, Sari???"


Ibu pemilik mengguncang" Sari.


"Oh, akhirnya kamu sadar juga."


Sari menggelengkan kepalanya dan memeluk ibu pemiliknya.


"Bu, Sari pamit yaa... Terimakasih sudah mau menjaga Sarii selama ini. "


Ibu pemilik balas memeluknya.


"Jaga diri baik baik ya Sari"


"Iya bu, kalau begitu Sari permisi yaa... Daaahh ibu"


Sari melenggang pergi.


"Okee... Calling yaa"


Sari berjalan sambil berfikir. Oh calon Suamiku, Siapa kamu?? Apa jangan jangan...Orang gila tadi. Ya, pasti orang itu. Aku harus pergi menemuinya


Di Kantor Safa


10...9...8...


BRAAKKK !!!!!

__ADS_1


Sari membuka ruangan Safa dengan keras.


Safa menyeringai.


"Hampir terlambat !"


"Permisi tuan,Apa anda punya masalah hidup dengan saya?? Kenapa anda membuat saya di pecat?" Sari berapi api.


"Heh, Rendahkan Nada bicaramu itu, kau orang kampungan sama sekali tak berhak bicara dengan nada itu padaku ! Gara gara kau, Aku harus mengakhiri masa senang senangku."


"Apa maksudmu?" dengan nada yang di turunkan 30%😁


Safa memencet bel dan memanggil Sekretarisnya. "Masuk Rio."


Sekretaris Rio langsung masuk. Dan tanpa di beri aba aba dia menjelaskan maksud tuannya pada Sari.


"Nona Sari, Tuan ingin anda menikah dengannya. Sebagai imbalannya Tuan akan memberikan biaya pengobatan untuk ibu nona secara rutin dan rumah yang layak untuk kalian. Nona baru saja di pecat dari tempat kerja Nona, dan ibu Nona Sudah waktunya berobat. Hari ini mungkin cukup untuk membeli obat. Tapi selanjutnya anda akan kesusahan mencari uang. Karena nama anda sudah di blokir untuk mencari kerja di seluruh kota ini. Dan jangan khawatir, Tuan tidak akan menyentuh Nona kalau nona tidak mengizinkan. Pernikahan ini hanya akan berjalan 2 bulan saja."


Sari bingung. Apa yang harus dilakukannya?? Memang benar apa yang dikatakan Sekretaris ini.


Tapi sepertinya tidak terlalu ribet juga.


"Kapan pernikahan itu?"


"besok,Saya akan menjemput Nona."


"Baik" Sari mengambil pena dan menandatangi kontrak yang di berikan sekretaris Rio padanya

__ADS_1


Sari langsung pergi meninggalkan mereka menuju rumahnya.


Safa tersenyum. Ada rasa senang akan mempermainkan gadis itu. Tapi rasa benci lebih menutup hatinya. Hingga terbayangkan berapa banyak cobaan yang akan dia berikan untuk gadis itu.


__ADS_2