
"Bungkus semua ini !" perintah Safa.
Sari segera memasukkan bir yang di serahkan Safa padanya tadi
"250.000 tuan. Apakah anda mau membayar tunai atau menggunakan kartu?"
"gesek ini" ucap Safa sambil melempar kartu kepada Sari.
Sari masih sabar dan telaten menghadapi Safa.
Orang kaya memang beda ya. Main lempar sana sini. seperti jijik melihat kami para orang miskin ini. Batin Sari
"Silahkan pinnya tuan"
Safa segera memencet tombol pinnya dan memasukkan kartunya kembali.
"Ini bill nya tuan. Terima kasih dan selamat datang kembali"
Tanpa memerdulikan Sari, Safa langsung keluar dari toko menuju taman. Karena hari ini dia sedang ada janji bersama teman temannya.
Safa orang yang tepat waktu. Pantang baginya untuk terlambat. Acara apapun itu. Sebaliknya, Safa membenci orang yang lamban dan tidak tepat waktu.
Sementara di toko Sari terus mengumpat Safa. Tanpa dia sadari ada yang memperhatikannya. Ia tersenyum melihat tingkah laku Sari.
__ADS_1
"Hei, ngapain kamu ngamuk ngamuk nggak jelas gitu" ucap Feri yang tiba tiba ada di dekat Sari.
"Oh, kamu sudah datang. Itu, tadi ada pelanggan yang kaya berlaku seenaknya disini."
"Ada tragedi penonjokan kaya biasanya ga nih??" Goda Feri
"Mana bisa. Aku kan sedang jam kerja. Kalau saja tadi kamu yang sedang shift,sudah babak belur muka arogannya itu." kesal Sari
Feri hanya ketawa mendengar ucapan Sari.
"Yaudah nih kamu gantiin. Aku mau ke taman dulu nenangin fikiran."
"Oke deh. Jangan lupa pulang yaa... Ntar emak nyariin" Seru Feri sambil cengar cengir.
Sari menuju taman dengan hati yang masih kesal kepada Safa. Ia sengaja ke taman siang hari karena pada hari ini taman sepi. Orang orang biasanya akan kesana pada sore sampai malam hari atau pada hari libur saja.
Setelah sampai di taman, Sari segera menuju tempat biasanya. Ia celingukan ke kanan dan kekiri.
Amaann.... ga ada orang nih. bisa teriak sepuasnya. Batin Sari
"Aaaaaaahhhh.... Gue kesel bangeettt sama kalian para orang kaya yang seenak jidat sama kami kaum kamseupay inii... Memangnya apa salah kami sama kalian?? Kami juga pengen hidup kaya. Hidup enak kayak kalian! Kenapa kalian memperlakukan kami tanpa melihat jerih payah kami. Gue benciiiii... benciiii banget sama kaliaannn !!" Sari mulai berteriak dan menumpahkan isi hatinya.
Tidak beberapa lama datang sekelompok pria yang mendekati sar sambil tepuk tangan.
__ADS_1
"Wah wah.... Jadi ini calon istri lo faa ahahahahahah cantik juga. Yah meskipun aga dekil sih." ucap Aldo
"Aduh, kayaknya bakal pesta meriah nih kita" timpal Joni
"Hei kau ! Sudah gila kau teriak teriak siang hari seperti ini. Kau pikir ini taman nenekmu!" Ucap Safa
Aduh,mati aku.para orang kaya ini datang. Apa mereka mendengar ucapanku tadi?? apa mereka akan melaporkan ku?? Ah bagaimana ini. pura pura bodoh saja.
"Apa maksud kalian?" tanya Sari yang masih deg-degan karena mereka muncul secara tiba tiba.
"Saf,tepatin janji lo tadi. Kita tunggu kabar selanjutnya dari lo." ucap Aldo dan mereka semua pergi meninggalkan Safa dan Sari berduaan di taman.
"Hei kau. Gara gara kau aku harus menikah. Aku akan membuatmu merasakan akibatnya. Berani sekali kau !" ucap Safa dengan nada tinggi
Sari yang mendengar nada tinggi dan melihat sorot mata Safa mulai menciut nyalinya.
"Kaa... Kalau kamu mau menikah ya menikah saja. Apa urusannya dengan saya?" Sari kebingungan
"Orang yang harus kunikahi itu kau! Gadis bodoh."
Sari hanya bisa melongo mendengar ucapan safa. Antara shock, bingung, dan ingin kabur dari kenyataan. Menikah? Dia bahkan belum pernah pacaran!
Jangan lupa Like dan komen kekurangan Author yaa... Satu like kalian sangat membantu author untuk bersemangat menulis.
__ADS_1
Terimakasih❤️