Pernikahan Menyiksa

Pernikahan Menyiksa
SALAH PAHAM


__ADS_3

"Mas.." Steva memegang tangan Yudha yang menempel dipipinya "Aku minta maaf atas semua kesalahanku. Sampaikan juga permintaan maafku untuk om dan tante. Awalnya aku ingin pergi dari sini. Dari rumah yang hanya dipenuhi hutan dan hawa mencengkeram ini. Tapi... Sekarang aku istri Rey. Istri sah Rey. Aku akan mencoba menerimanya dan mencoba bertahan disini"


"Steva, kita bisa. Kita mulai ini dari awal lagi yaa.. Aku bisa menguruskan surat ceraimu. Aku..."


"Mas... Mungkin memang kita tidak berjodoh. Aku minta maaf mengambil keputusan sepihak. Kumohon, aku melakukan ini untuk ibuku juga. Aku akan belajar menerima Rey dan mencoba menerima ini semua."


Yudha melepas tangannya.


"Baiklah kalau itu keputusanmu. Aku akan mencoba menerimanya. Bisakah untuk selanjutnya kau tidak menghindariku? Meskipun mungkin kita tidak akan bertemu karena kau tinggal di tempat ini, tapi saat kita bertemu kembali, bisakah kita menjadi teman?"


"Baiklah mas"


Yudha merengkuh Steva untuk yang pertama dan terakhir kalinya. Steva juga paham bahwa itu adalah pelukan perpisahan untuknya. Ia membalas pelukan itu dengan hangat.


"STEVAAA"


Tiba tiba terdengar teriakan dari belakang mereka. Mereka langsung menoleh dan melepas pelukannya. Rey disana dengan beberapa bodyguardnya. Wajahnya merah padam.


Tangannya memengang borgol.

__ADS_1


"Mas. masuklah ke mobilmu dan larilah dari sini"


Steva mendorong Yudha masuk dan menyuruhnya pergi. Karena ia tahu ini bukan sesuatu yang baik untuk Yudha. Rey bisa bisa membunuh mereka dalam satu tempat. Ia rela saja di bunuh Rey, tapi Yudha tidak tahu apa apa.


"Tidak papa Steva, tenanglah" Yudha menghadang Steva. Rey mulai berjalan ke arah mereka. Body guard Rey langsung menangkap Yudha dan memukulinya sampai tidak bisa bergerak. Steva histeris.


Saat Steva ingin menolong Yudha, Rey menjambak rambutnya.


"Beraninya kau kabur dariku"


Ia memborgol tangan Steva dan masih tetap menjambak rambut Steva.


Steva meronta melihat Yudha di pukul membabi buta seperti itu. Ia tidak peduli lagi dengan dirinya. Bahkan ia yakin kalau ia akan mati disini.


"Hentikan"


Para pengawal Rey menghentikan aksi memukul mereka. Steva agak tenang melihat hal itu. Ia mulai melirik Rey. Kini terasa sekali jambakan Rey. Perih, sakit. Ia merasa seperti rambutnya mau terlepas.


"Hei, pengecut. Kau ingin merebutnya dariku? Lihatlah ini !! "

__ADS_1


Rey menggerayangi tubuh Steva. Sontak saja Steva memberontak. Yudha yang menyaksikan itu hanya terdiam.


"Dia milikku !! Dan kau tidak akan pernah mendapatkannya"


Ia mencium bibir Steva. Tapi Steva mendorongnya sekuat tenaga. Rey langsung menampar Steva. sampai ia terdorong dan kepalanya menghantam kayu hutan yang ada disana. Ia juga terguling beberapa kali sampai bajunya koyak. Steva hanya bisa menangis menahan perih di sekujur tubuhnya.


Rey menariknya untuk berdiri dan mulai mencium paksa Steva. Steva sudah tak kuat untuk memberontak, hanya pasarah dengan keadaan saat ini.


"Hentikan Rey !! Dasar kau mafia gila. Kau bisa menyiksaku. Tapi jangan pernah menyentuh Steva" Yudha yang masih setengah sadar mencoba menghentikan Rey.


"Oh... Kalian benar benar saling mengasihi. Bawa dia ke ruang bawah tanah."


Steva yang mendengarkan itu langsung berlutut dikaki Rey


"Tidak Rey, kumohon. Biarkan mas Yudha pergi. Aku akan ikut denganmu. Tapi tolong, biarkan mas Yudha kembali. Ini tidak ada hubungannya dengan dia Rey"


Yudha menjambak rambut Steva.


"Kau berlutut untuknya? Bagus !! Dasar tidak tahu terimakasih." Sekali lagi Rey menamparnya. Kali ini Steva tersungkur dijalan. Bibirnya berdarah. Ia tersungkur dan tidak bergerak lagi.

__ADS_1


"STEVAAAA... DASAR BAJINGAN KAU REYY !!"


Yudha yang ingin bangkit segera di lumpuhkan anak buah Rey dan di bawa masuk ke dalam mobilnya. Sementara Rey menggendong Steva yang kini tengah pingsan.


__ADS_2