Pernikahan Menyiksa

Pernikahan Menyiksa
DUA KEPRIBADIAN BERBEDA


__ADS_3

Ijab Qabul sudah terlaksana dengan lancar. Kini Steva sudah sah menjadi istri Rey. Tapi entah kenapa dihati Steva tetap tidak bisa menerima pernikahan ini dan Rey tahu itu.


"Aku akan pulang" ujar Steva dingin pada Rey


"Tidak, Kau harus tetap disini. Tidak ada yang bisa keluar dari sini tanpa izinku"


"Aku perlu menemui ibuku Rey. Katakan dimana kau menyembunyikannya. Jangan pernah coba coba menyentuhnya barang sehelai pun"


"Ibumu ada di tempat yang aman sayang,aku akan memperlakukannya sebaik mungkin. oh yaahh,, tapi tergantung sikapmu. Kalau kau membantah kau akan tahu akibatnya."


Steva menganga tak percaya. Ia Rey??? Orang yang ia kenal? Rey yang selama ini selalu lembut? Rey yang tak pernah menyakiti siapapun meski hanya dengan kata kata? Ya, itulah image Rey dalam diri Steva. Ia tak pernah tau kekejaman yang dilakukan Rey.


Steva melengang pergi ke kamarnya. Kamar yang ia tiduri tadi tepatnya. Ia mengunci pintu dari dalam. Memikirkan bagaimana kondisi ibunya. Apa yang akan terjadi jika ibunya tahu dia menghilang?? pasti ibunya sangat khawatir. Ia harus keluar dari sini dan memastikan semuanya baik baik saja. Ia juga harus tanya pada Yudha kenapa tega mengkhianati cintanya?


Lamunan Steva buyar saat ada yang mengetuk pintunya.

__ADS_1


"Nona, Tuan memanggil anda untuk makan siang" panggil seorang wanita baya


"Katakan padanya aku tidak lapar"


"Kata tuan kalau anda kelaparan ibu anda juga akan merasakan hal yang sama"


Cklek. Pintu langsung terbuka. Dan Steva segera berjalan ke bawah. di iringi dengan bibi tadi.


Brakk... "Bisakah kau tidak membawa ibuku dalam segala hal?"


"Duduk dan makan. Kau tidak mau kan ibumu kelaparan" ucap Rey dingin.


"Cukup" Rey masih berusaha menahan emosinya. Ia tidak ingin kelepasan dan melakukan hal kejam pada istrinya itu


"Kenapa? Kau merasa terhina? Oh, aku lupa. Bahkan cara yang kau gunakan bahkan lebih hina dari ini. Kau...."

__ADS_1


Plakk.. "Kubilang Cukup"


Rey menampar Steva yang langsung tersungkur ke lantai. Ia berusaha menahan isaknya. Bahkan perih dipipinya tak mampu menutupi perih hatinya yang membuka fakta bahwa ia menikahi orang lain. bukan orang yang ia cintai.


Steva segera bangkit "Pukul aku sesukamu. Kau memang tak pernah puas menyiksaku. Dulu kau menyiksaku dengan berpura pura mencintaiku Sekarang kau menghinaku dengan cara menikahiku."


Plakk... Tamparan kembali mendarat di pipi mulus Steva. Lagi lagi ia jatuh karena tangan Rey cukup besar untuk wajah Steva yang kecil. Rey tersadar dengan perbuatannya.


"Bawa dia ke kamar" Perintahnya pada bodyguardnya yang sedari tadi berdiri dibelakangnya.


Mereka dengan sigap membawa Steva kembali ke kamarnya.


Steva yang hanya menunduk tak mau menatap Rey membuat Rey menjadi merasa bersalah. Selama ini tak ada yang berani menghinanya seperti itu. Stevalah yang pertama menghinanya saat mereka putus dulu. Dan kini itu semua terulang kembali. 'Apakah ini salah? Maaf, baby kau akan terluka jika kau melihat kondisi ibumu sekarang. Aku akan membawamu pulang saat ibumu sudah membaik.Sementara kau harus tetap berada disini'


#

__ADS_1


Setelah sampai dekamarnya Steva kembali mengunci pintunya. ia menangis sejadi jadinya. Menumpahkan kebingungan dan perasaan dalam dirinya. Rey, adalah orang yang paling menyayanginya diantara para mantannya (menurutnya,dan itu fakta). Tapi kini ia berubah. berubah menjadi orang lain dan Steva bingung harus apa.


Karena terlalu keras menumpahkan isi hatinya, dada Steva mulai sesak. Oh tidak,Kenapa harus sekarang? Ia berlari membuka semua laci yang ada di kamar itu. Dan ia menemukan apa yang ia cari. "Obat Asma". Ya, Steva mengidap penyakit asma sejak SMP. Ia tidak boleh kelelahan atau tertekan. atau asmanya akan kambuh seperti saat ini. Untung saja ia menemukannya tepat waktu. Rey memang menyediakannya karena Rey tahu semua tentang Steva. Obat itu hanya untuk berjaga jaga saja. Dan benar,kini obat itu terpakai oleh si empunya.


__ADS_2