Pernikahan Menyiksa

Pernikahan Menyiksa
SUDAH PERNAH


__ADS_3

Steva sudah memakai dress yang cantik dan diantarkan ke kamarnya. Ia bingung, apa disini kalau mau dihukum harus berpakaian rapi dulu?


Rey membuka Pintu. Melihat Steva memakai dress minim bahan itu,membuat adiknya mulai merasa sesak. Ia menelan salivanya mencoba untuk tetap tenang.


"Kau sudah siap,baby?"


Rey mendekati Steva. Terlihat guratan takut di wajah Steva. Ia mundur dan menjauh dari jangkauan Rey. Sampai dimana ia tidak bisa mundur lagi. Hanya ada tembok disana. Rey merai pinggang Steva dan menghempaskannya ke Tempat tidur


"M.. mau apa kau?"


"Bukankah kau ini istriku? Istri harus menuruti kata suaminya kan? Layani aku." Rey mulai manindih Steva sampai Steva tidak bisa bergerak. Dadanya menempel pada dada bidang Rey.


"Jangan Rey.. Aku... aku tidak siap untuk itu"


"Kenapa? apa tubuhmu ini sudah pernah merasakannya?"


Plakk.... Steva menampar Rey

__ADS_1


"Jaga bicaramu. Bajingan kau Rey. Kauu..."


Rey mengunci mulut Steva dengan bibirnya. Ia mulai mengoyak dress yang dikenakan Steva. Tangannya meraba kemana mana. Steva yang merasa dilecehkan, memberontak. Memukul mukul dada Rey dan mencoba sekuat tenaga mendorongnya. Tapi tenaganya kalah jauh dari tenaga Rey. Air mata Steva mulai berjatuhan. Semua tenaganya ia kerahkan untuk mendorong Rey dari atas tubuhnya.


Rey melepas ciumannya dan mulai turun ke leher jenjang Steva. Tercium wangi khas disana. Aroma yang selalu ia rindukan. Steva melenguh ditengah tangisnya.


"Pergi!! Jangan Rey, kumohon"


Rey tetap melanjutkan aktifitasnya. menjelajahi 2 gumpalan bundar di dada Steva. Mulai memainkannya, lalu menghisapnya pelan.


Rey bangkit dari tubuh Steva dengan keadaan marah. Matanya menyala nyala.


Tubuh itu,wanita itu,bibir itu, semua adalah miliknya. Bagaimana mungkin ada orang yang berani mendahuluinya?


"Kau pernah melakukannya?"


"Y... yaa.. dan aku akan tetap memberikannya untuk mas Yudha" Steva mulai merinding menatap Rey.

__ADS_1


Rey melepas sabuknya, memukul tubuh Steva secara membabi buta. Steva hanya menutupi wajahnya dan menangis menahan sakitnya cambukan yang datang bertubi-tubi dari Rey.


"Hikss... hikss... " cambukan itu tetap berlanjut bahkan meskipun beberapa bagian tubuh Steva sudah mengeluarkan darah.


Steva membuka wajahnya saat cambukan itu berhenti.


"Hiks...hikss" "S.. sakit.." ia masih menangis. Disela tangisannya, ia kembali membuat Rey marah


"Mas Yudhaa.. tolong aku..."


"Kau begitu mencintainya dan begitu membenciku kan?" Rey menatap Steva yang tak bergerak sama sekali. "Baik, aku akan membuat kau sangat membenciku sampai kau selalu mengingatku dan mengingat hari ini"


Rey melepas pakaiannya dan menyambar bibir Steva. Ia mulai melakukan penyatuan pada tubuh mereka. Tidak peduli Steva menangis dan menjerit kesakitan.


"Hikss.. jangan Rey... Kumohonn"


Rey terus melakukannya, ia terlampau sakit hati dengan perkataan Steva. Ia bahkan buta dengan tangisan dan jeritan Steva. Tidak perduli bagaimana Steva menjerit kesakitan,ia tetap melakukannya sampai pelepasan. Steva yang tak kuat lagi, pingsan sesaat setelah Rey melakukan pelepasannya. Rey melakukannya berkali kali tanpa ampun. Steva ambruk di bawah tubuh Rey. Rey akhirnya ikut berbaring disampingnya setelah sekian kali pelepasannya.

__ADS_1


__ADS_2