Pernikahan Menyiksa

Pernikahan Menyiksa
Terikat


__ADS_3

Sang fajar mulai menampakkan dirinya dari ufuk timur.


Sari mulai menggeliat sambil mengumpulkan nyawanya.


Aahh... Nyamannyaa... Selamat pagi diriku sendiri. Selamat pagi dunia. Semoga hari ini menyenangkan. Chayoo !!


Setiap hari selalu kata positif yang di ucapkannya di pagi hari. Karena dengan begitu ia merasa sedikit meringankan beban hidupnya.


Selesai mandi dan bersiap, Sari segera keluar kamar untuk Memasak dan sarapan.


Hanya Sari yang mengerjakan pekerjaan rumah dan bekerja. Walaupun ibunya masih bisa sedikit membantunya, namun Sari tidak mau ibu kesayangannya kelelahan karena membantunya.


"Buu.. Sari berangkat yaa... Ibu jangan melakukan apapun yang bisa membuat ibu lelah. Sari masih bisa kerjakan pekerjaan rumah saat Sari pulang nanti. Kalau ibu mau membantu Sari, cukup istirahatlah. Karena Sari gak mau ibu makin sakit."


" Iya, iya... Yasudah sana berangkat. Nanti terlambat."


"Bener loh bu, janji loh ya gak boleh ngapa ngapain. Nanti Sari tanya adek loh."


"Iya Sariiii.... Anak kesayangan ibu." Ibu Sari tersenyum melihat tingkah laku kekanakan Sari.


Di tengah perjalanan menuju tempat kerjanya, Sari di seret seseorang dan langsung di bekap mulutnya. Sari merasa pusing lalu perlahan pandangannya mulai kabur dan pingsan.


Di Kantor Safa


Tuan, ini wanita yang anda cari kemarin. Sekretaris Rio masuk diikuti beberapa orang bertubuh kekar yang membopong seorang gadis pingsan.


"Letakkan di Sofa,"

__ADS_1


Sebenarnya Safa agak terkejut dengan keadaan Sari yang pingsan. Tapi dia tidak mau wibawanya ternodai dengan menanyakan hal itu.


"Rio, beri tips yang pantas untuk mereka. Lalu kembali kemari. Aku ingin bicara denganmu"


"Baik, tuan"


Semua pria kekar itu, termasuk Sekretaris Rio keluar dari ruangan Safa.


Selang beberapa menit, Sekretaris Rio kembali ke ruangan Safa dan langsung di cerca banyak pertanyaan oleh Safa.


"Hei, aku menyuruhmu menemukan informasinya, bukan untuk membawanya kemari. Kenapa pula dia pingsan begini? Dan mana informasi yang kau dapat? Apa kau sudah menemukan kelemahannya?"


Rio memberikan map berwarna cokelat pada Safa yang berisi informasi tentang Sari. Safa melempar kembali map itu kepada Rio.


"Bacakan !!"


Rio mulai membaca satu persatu biografi Sari mulai dari kecil sampai dewasa. Termasuk alamat,serta penyakit Ibu Sari.


Rio yang mendengar hal itu tidak merasa kaget atau melongo sama sekali. Karena dia sudah melihat cctv dan bertanya pada teman teman Safa semalam.


"Baik, Tuan."


Setelah Rio keluar, Sari mulai membuka matanya dan berteriak hingga mengagetkan Safa.


"Aaaaaahhh.... Penculik. Tolong... tolongg..."


"Heh, Dekil. Diam! Aku ini bukan penculik. Apa yang bisa ku culik darimu. Kau hanya orang miskin. Sedangkan aku sudah punya segalanya lebih darimu tahu!"

__ADS_1


"Dengar! baca ini. Kau dan aku akan menikah besok. Dan ini surat kontrak yang harus kau tanda tangani dan kau patuhi selama kau menjadi istriku"


"Maaf, Tuan. Anda orang gila yang kemarin di taman itu kan? Kenapa anda ngotot sekali mau nikah sama saya?? Apa anda kekurangan wanita tuan?"


Sari memang tipe orang yang blak blakan saat bicara.


"Orang gila? Kau anggap aku ini orang gila?? Hei kau tidak tahu siapa aku? Bahkan tempat dimana kau bekerja itu adalah milikku."


Kerja?? Oh iya kerja. Aku harus kerja. kenapa aku malah disini dengan orang ini?


"Maaf tuan, saya tidak tahu siapa anda dan tidak mengerti apa tujuan anda mengatakan hal itu. Tapi saya tidak akan pernah menikah dengan anda. Saya permisi. Saya harus kerja." Sari berdiri dan berniat melewati Safa.


Tapi suara Safa yang menggelegar mengagetkan Sari. Terlebih dengan apa yang di ucapkan Safa


"Sari,23 tahun. Ibu sakit Asma. Kakakmu sudah menikah dan tinggal di Jl.Yamin no 11 blok c. Adik, Yuda masih sekolah kelas 3 smp. Tapi suka berfoya foya kesana kemari. Dan kau sendiri bekerja di Mall G-Law Ruko no 11."


Sambil menoleh Sari langsung bertanya to the point


"Apa maumu tuan?"


"Tanda tangani surat ini" Seru Safa dengan penekanan dan suara dinginnya.


"Kau boleh pergi setelahnya" jawab Safa


"Oh, apa kau menyimpan wanita di kamarmu tuan??" Sari berkata sambil menunjuk ke belakang Safa.


Saat safa menoleh, Sari langsung keluar tanpa menyapa Safa.

__ADS_1


Menarik, kita lihat bagaimana reaksimu saat kau sudah jadi istriku. 15 menit lagi kau akan datang dan minta bantuanku!


Safa menyeringai


__ADS_2