Pernikahan Menyiksa

Pernikahan Menyiksa
Dr.Zain


__ADS_3

Hari hari Steva masih tetap sama. Ia tetap menjalaninya dengan kosong. Tidak ada yang bisa ia ajak bicara selain para pelayan dan pengawal. Itupun mereka tak bicara banyak. Steva bingung, kenapa mereka menghindarinya? bahkan para pengawal menundukkan kepalanya saat bertemu Steva.


Tok tok...


"Mia... Ada apa?? Apa ada yang sakit?"


Steva kebingungan. Dr. Mia ada disana dengan seorang dokter muda.


Dr. Mia tersenyum


"Tidak, nona. Hari ini anda akan menjalani terapi spesial." Mia tersenyum


"Terapi? Terapi apa?"


"Penyakit anda, nona. Mungkin sepele, tapi itu bisa berakibat fatal kalau sewaktu waktu anda kambuh seperti dulu lagi. Disini tidak ada rumah sakit. Dan ini adalah Dr. Zain, Terapis anda. Saya akan sering memantau anda, nona"


"Halo, Nona. Perkenalkan saya Zain. Saya akan mulai menjadi terapis anda hari ini."


(Author gatau apakah sebutan dokter yang mentherapy seseorang itu therapys atau bukan. Kalau salah silahkan dikoreksi yaa😊)


"Baik dokter, mohon bantuannya." Steva tersenyum manis. Meski masih ada beberapa lebam di wajahnya, ia masih kelihatan sangat cantik dan mempesona, sampai dokter Zain tidak berkedip dibuatnya.


"Mari,kita mulai nona" kata Dr. Mia

__ADS_1


Terapi pun mulai di jalankan. Hari ini tidak banyak yang dilakukan. Hanya diagnosa sementara dan tanya jawab tentang penyakitnya saja. Mulai dari pertanyaan sepele sampai yang menurut Steva berat, pertanyaan berat itu adalah ketika ia diminta untuk bercerita tentang perasaannya saat mengalami hal itu. Ia tidak terbiasa membuka diri pada publik. Bahkan, sampai saat ini yang tau penyakitnya ini bisa dihitung dengan jari.


Tak terasa, waktu berlalu dengan cepat sampai sudah masuk waktu sore. Mereka baru menyadari ketika sesuatu berbunyi


"Kruyuukk...."


Astagaaa.... Rasanya Steva ingin lari saja dari dunia ini.


Dr. Mia dan Dr.Zain tertawa mendengarnya.


"Apa anda lapar, Nona?"


"Ah, sedikit. Ini karena aku tidak sarapan" Ucap Steva malu malu.


Wajahnya benar benar mirip kepiting rebus sekarang.


"Baik, Mia. Terimakasih banyak"


"Ah, kalau anda membutuhkan sesuatu silahkan hubungi saya" Dr.Zain menyodorkan kartu namanya.


Dr.Mia yang melihat hal itu langsung mengambil kartu nama yang ada di tangan Dr.Zain


"Tidak perlu, nona hanya boleh menghubungi saya."

__ADS_1


"Hei apa apaan ini, aku juga harus tau keadaan nona Steva" ujar Dr.Zain


"INI PERINTAH TUAN MUDA"


Segera suasana menjadi hening. Tidak ada yang berani bicara karena keadaan langsung canggung.


"Apa kalian sudah selesai?"


Terdengar suara khas bariton seseorang


"Sudah, tuan. Kami akan pergi sekarang"


"Makanlah dulu bersama kami"


Ucap Steva tiba tiba saat Dr.Mia hendak pergi.


"Tidak perlu, mereka bahkan bisa membeli satu restoran dari hasil hari ini" Rey menyambar kata kata Steva.


Dr. Mia yang mengerti kode langsung permisi menarik Dr.Zain keluar dari sana.


"Jangan pernah ada niat terselubung terhadap nona muda kami Dr.Zain, bahkan saat tuan muda menghembuskan nafas saja, kau dan keluargamu bisa hilang tanpa jejak." Ucap Dr. Mia memperingati Dr.Zain yang seakan jatuh cinta pada pandangan pertama.


"Okeii..." Zein menjawab asal. Ia masih memikirkan senyum steva. Ahh... manis sekalii...

__ADS_1


Dr.Mia memang memperhatikan seluruh gerak gerik zain, ia membawa Zain sebenarnya juga was was. Kalau tuan mudanya tahu, ia akan dihukum berat. Tuan mudanya memintanya mencari Dr perempuan, tapi apalah daya, hanya Dr.Zain yang paling bisa diandalkan dalam kasus ini. Ia seorang Dr juga Psikolog. Ini akan sangat tepat membantu nonanya.


Tadi saja ia sudah was was dengan kedatangan Rey. Ternyata ia tak mengatakan apa apa. Syukurlah... ia bisa agak lega. Hanya harus menjaga nona mudanya dari Zain.


__ADS_2