Pernikahan Pelunas Hutang

Pernikahan Pelunas Hutang
*Bab 25


__ADS_3

"Baiklah kalau begitu. Akan aku kerjakan tugasku. Semoga tugas itu sama entengnya dengan ucapan kamu barusan. Dan, jika tidak ada hal lain yang ingin kamu bicarakan, kamu bisa pergi sekarang dari rumahku, Diani. Aku ingin istirahat."


Diani pun kembali mengukir senyum. Tapi kali ini, dia tidak menjawab apa yang Lula katakan. Melainkan, dia mengikuti apa yang Lula ucap. Pergi meninggalkan rumah Lula dengan langkah anggunnya.


Tapi, baru juga sampai depan pintu, Diani malah kembali menghentikan langkah kakinya. Lalu, langsung memutar tubuh untuk melihat Lula yang masih berdiri di belakang.


"Apa lagi?" tanya Lula kesal.


"Tidak ada. Cuma mau bilang, jangan sampai gagal lagi. Jika kali ini gagal, maka aku akan membuat kamu menyesal karena telah mengenal aku, Lula."


Setelah itu, Diani pun benar-benar pergi. Dan Lula bisa bernapas lega sekarang. Yah, meskipun hanya sesaat saja. Karena beban yang sesungguhnya sedang ada di depan mata. Dia harus menjadi penjahat yang hatinya sendiri tidak ingin melakukan hal tersebut.


.....


Hari ini, Ilya kembali melanjutkan pekerjaannya. Pekerjaan membuat sebuah taman untuk Dinda. Taman yang sangat luas, itu akan ia jadikan kejutan buat Dinda.

__ADS_1


Ya. Kejutan yang sedang Ilya siapkan beberapa hari belakangan ini adalah taman bunga yang cukup luas. Dia menyiapkan taman itu karena ia tahu, Dinda sangat suka akan taman bunga. Karena itulah, dengan susah payah ia mengumpulkan semua tanaman untuk dia tempatkan di lahan kosong yang dengan susah payah ia beli dari seorang perempuan tua beberapa waktu yang lalu.


Semua itu demi Dinda. Hanya untuk Dinda nya seorang. Mantan playboy itu ternyata bisa insyaf juga. Bisa jatuh cinta dan bisa sangat takut akan kehilangan cinta. Bisa melakukan hal di luar logika sebagai seorang playboy yang dulunya terkenal sangat suka mempermainkan hati wanita.


Demi Dinda, dia rela melakukan hal apa saja. Termasuk, melakukan segala cara untuk membujuk wanita tua yang sebelumnya adalah pemilik lahan kosong yang saat ini dia jadikan taman untuk Dinda.


Ilya begitu gencar membujuk si wanita tua dengan susah payah. Tak ia pikirkan lagi harga dirinya sebagai pria yang berpunya. Hingga akhirnya, si wanita tua itu luluh karena mendengar cerita Ilya.


Iya, cerita masa lalu Ilya yang sempat Ilya keluarkan. Karena cerita inilah, si wanita langsung luluh. Yang ternyata, dia mempertahankan tanah kosong itu juga karena cinta. Atas dasar cintanya pada mantan suami yang sudah tiada. Karena itu, lahan kosong itu ia pertahankan.


Sementara itu, Dinda yang masih belum tahu apa kejutannya pun masih berpikir tak karuan. Karena dia masih menunggu kejutan yang cukup menguras waktu. Rasa penasaran pun semakin kuat saja.


Diani yang tahu akal semua itu, tidak akan menyia-nyiakan keadaan. Dia berencana untuk merusak semuanya. Termasuk, merusak usaha Ilya yang sudah dengan susah payah Ilya lakukan. Dia juga akan merusak kepercayaan Dinda dengan kejutan yang masih Ilya sembunyikan saat ini.


Rencana Diani dan Lula pun akan dijalankan mulai dari saat ini. Mulai dari waktu yang hanya tinggal sedikit saja lagi buat Ilya menyiapkan kejutan untuk Dinda. Karena Lula akan muncul di sana sekarang. Muncul sebagai seseorang yang bisa membantu Ilya dalam menyelesaikan masalah besar yang sedang Ilya hadapi. Yaitu, kehancuran taman yang hampir saja selesai.

__ADS_1


"Apa!? Bagaimana bisa rusak separah ini?" Ilya kaget bukan kepalang saat taman yang sudah susah payah ia bangun, kini rusak entah karena apa.


"Entahlah, Den. Kata pak Bahar, tadi malam turun angin dan hujan yang cukup ekstrim. Karena itu, keadaan taman ini sangat tidak baik-baik saja sekarang." Mang Mamat menjelaskan dengan rasa sedih dan cemas.


"Tidak. Ini tidak masuk akal, Mang. Bagaimana mungkin bisa ada hujan dan angin yang sangat ektrim sampai bisa merusak taman separah ini. Aku tidak percaya kalau ini dikarenakan oleh alam. Aku curiga ada campur tangan manusia di dalamnya."


"Ya Tuhan ... bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Jika kita membangun ulang, maka akan butuh waktu yang cukup lama, Mang. Bagaimana dengan Dinda yang sudah lama menunggu?" Ilya terlihat sangat sedih dan kecewa sekarang.


"Sabar, Den Ilya. Bagaimana jika Den Ilya jujur saja sama non Dinda. Mang yakin kalau non Dinda akan memahami semua ini, Den."


"Tidak, Mang. Jika aku jujur, berarti aku akan mengatakan kalau kejutannya gagal. Aku tidak ingin hal itu, Mang. Aku ingin membuat Dinda bahagia. Bukan malah sebaliknya. Kecewa karena kejutan yang ia nantikan tidak bisa ia dapatkan."


...______________________________________________...


*Catatan. "Teman semua, ada yang bilang kalo bab nya terlalu pendek. Iya. Bab nya emang agak menyusut yah. Tapi, sebagai gantinya, aku up tiga bab satu malam. Karena itu, aku harap kalian merasa puas dengan keputusan ini yah. Love you all, muach .... "

__ADS_1


__ADS_2