Pernikahan Pelunas Hutang

Pernikahan Pelunas Hutang
*Bab 26


__ADS_3

"Tidak, Mang. Jika aku jujur, berarti aku akan mengatakan kalau kejutannya gagal. Aku tidak ingin hal itu, Mang. Aku ingin membuat Dinda bahagia. Bukan malah sebaliknya. Kecewa karena kejutan yang ia nantikan tidak bisa ia dapatkan."


"Lalu ... apa yang harus kita lakukan sekarang, Den Ilya? Tidak ada cara yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki taman ini dalam waktu singkat, bukan?"


Ilya terdiam. Sepertinya, dia sedang berpikir sangat keras untuk menemukan cara agar bisa memperbaiki taman tersebut. Mang Mamat yang berada di samping Ilya pun ikutan terdiam. Karena tidak ada yang bisa ia lakukan saat ini. Baginya, tidak mungkin untuk mengembalikan keadaan taman yang hancur berantakan. Dan, akan lebih baik jika Ilya jujur saja pada Dinda. Meskipun itu akan sedikit mengecewakan Dinda. Tapi, itu akan lebih baik dari pada mengulur waktu lebih lama lagi.


Namun, bagaimanapun, keputusan terakhir ada di tangan Ilya. Karena ini adalah kehidupan si majikan yang tidak bisa ia ikut campuri sesuka hati. Tugasnya hanya mengikuti apa yang Ilya katakan. Dan, sesekali memberikan nasehat. Jika Ilya ingin mendengarkan, maka itu akan bagus. Sedangkan jika tidak, maka mang Mamat tidak punya kuasa untuk memaksa.


Sementara Ilya yang sangat berharap untuk membuat Dinda bahagia, kini lupa akan resiko yang akan dia dapatkan. Obsesi yang terlalu besar pasti akan menyusahkan diri sendiri. Begitulah yang akan Ilya rasakan selanjutnya.


"Mang Mamat. Carikan aku satu orang pekerja lagi. Aku ingin mereka mengembalikan lahan ini dengan cepat. Dan, mang Mamat juga bisa membantu di sisi agar pekerjaan itu bisa di selesaikan dengan cepat."


"Tapi, Den. Bagaimana dengan Den Ilya? Jika mang membantu di sini, maka Den Ilya siapa yang akan menjaga?" Mang Mamat berucap dengan nada khawatir akan keputusan Ilya saat ini.

__ADS_1


"Jangan cemas soal aku, Mang. Ada pak Toha yang akan selalu berada di sampingku. Untuk sementara, pak Toha saja yang ikut bersama aku."


"Tunggu! Ikut ke mana maksud, Den Ilya? Apa mengambil tamanan yang sudah tumbuh di toko bunga itu akan tetap di lakukan?"


"Iya. Akan tetap aku lakukan. Karena kejutan ini harus tetap aku selesaikan meskipun harus mengulur waktu lagi. Kebahagiaan Dinda, adalah prioritas buat aku sekarang, Mang."


Mang Mamat hanya bisa melepas napas berat saja. Baginya, ini bukan soal kebahagiaan yang sedang Ilya prioritaskan. Melainkan, soal obsesi saja. Walau begitu, mang Mamat tidak punya cara lain selain mengikuti apa yang Ilya katakan. Meskipun dengan hati yang sangat berat sekalipun.


Maklum, Diani itu perempuan yang terlalu ambisius. Uang bukan halangan bagi dia untuk melakukan apapun yang ia inginkan. Karena itu, dia begitu mudah untuk mengeluarkan uang dengan nominal tinggi asal usahanya berhasil.


Sementara itu, Ilya yang tidak tahu apa-apa soal rencana Diani pun terus berusaha keras untuk melanjutkan pekerjaannya. Hingga dia juga ikut turun tangan melakukan apa yang bisa ia lakukan. Seperti, dia yang seharusnya menunggu di lahan itu, kini turun tangan sendiri untuk pergi menjemput bunga di toko.


Kesempatan inilah yang tidak akan Lula sia-siakan untuk lebih dekat dengan Ilya. Bahkan, berada di sisi Ilya dan membuat pikiran Dinda akan Ilya langsung rusak.

__ADS_1


Setelah mendapatkan arahan dari Diani, maka Lula langsung bergerak. Ya, semua ini tak lepas dari Diani. Semuanya Diani yang susun. Lula hanya bertugas melakukan apa yang Diani katakan saja. Singkatnya, dia adalah wayang yang Diani dalang kan.


"Aaak ...!"


Ciiit ... brak! Mobil yang pak Toha kendarai langsung menabrak sepeda seorang perempuan yang sedang penuh dengan tanaman bunga hidup. Hasilnya, si perempuan jatuh dengan kaki yang tertindih oleh sepeda dan tanaman yang berserakan.


Ilya yang duduk di kursi belakang, tentu sangat terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Tapi, dia tidak bisa melihat secara langsung akan kejadian itu. Terpaksa, dia harus menunggu sementara pak Toha turun buat melihat keadaan perempuan yang baru saja bertabrakan dengan mobil mereka.


"Ya Tuhan, nona!" Pak Toha berucap dengan suara panik. Ia pun berusaha bergerak secepat mungkin untuk membantu Lula yang kini sedang meringis kesakitan.


Ya. Yang bertabrakan dengan mobil Ilya barusan itu adalah Lula. Dia sedang menyamar sebagai gadis desa dengan menjadi penjual bunga keliling.


Bukan tanpa alasan penyamaran itu Lula lakukan. Semua karena ingin menarik Ilya agar bisa dekat dengannya. Semua sudah Diani pikirkan baik-baik. Dan, semua yang terjadi, tak lepas dari rencana Diani semata.

__ADS_1


__ADS_2