Pernikahan Pelunas Hutang

Pernikahan Pelunas Hutang
*Bab 54


__ADS_3

"Ayo, sayang! Jangan berpikir yang buruk dulu yah. Aku akan jelaskan sekarang juga. Yuk Masuk!"


Meskipun masih dengan wajah kesal, tapi Dinda tetap mengikuti apa yang Ilya katakan. Mereka masuk ke mobil bersama. Lalu, menuju hotel terdekat untuk bicara.


Beginilah Ilya yang sekarang. Sejak kecelakaan itu, dia sedikit menghindari tempat umum yang ramai akan pengunjung. Dia hanya akan datang ke tempat tertutup seperti, cafe pinggiran kota yang sepi. Atau lebih suka ngobrol di kamar hotel jika ada hal yang ingin ia bicarakan dengan orang kepercayaannya.


Kebiasaan itupun sudah Dinda ketahui. Dan Dinda memakluminya. Karena dia tahu, jadi Ilya itu sangat sulit. Ada banyak mata yang akan menatap ke manapun ia melangkah. Karena dirinya yang terbilang tidak sempurna membuat orang jadi lebih sering memperhatikan dia baik secara sengaja, ataupun tidak di sengaja. Karena itu, Ilya tidak suka ada di tempat umum yang terlalu ramai.


Sampai di kamar hotel, Ilya pun langsung memulai pembicaraan. Di selingi Lula yang ikut menjelaskan, akhirnya Dinda mengerti juga apa yang sebelumnya terjadi.


"Mungkin, kejadian hari ini juga tak lepas dari ulah Diani. Aku yakin itu," ucap Lula dengan nada yang penuh dengan keyakinan.


"Benar. Aku juga berpikir begitu. Kalau tidak, mana ada yang bisa bersikap begitu gila selain dia." Rafa pun ikut membenarkan apa yang Lula katakan.


Dinda dan Ilya langsung bertukar pandang. Lalu, Ilya pun angkat bicara. "Jika iya ada hubungannya dengan perempuan itu, maka kehidupan istriku akan selalu ada dalam bahaya."

__ADS_1


"Rafa, semua urusan di sini aku serahkan padamu. Kamu bisa menyelesaikan semuanya, bukan? Aku percaya padamu, Rafa." Ilya berucap lagi. Kali ini, tangannya menyentuh pelan pundak Rafa.


"Baik, kak Ilya. Aku akan lakukan semuanya dengan baik. Sekuat tenaga, aku akan melakukan apa yang kamu perintahkan. Jangan ragukan kesetiaan ku padamu, kak. Karena aku tidak akan mengecewakan kamu."


Begitulah ucapan berakhir. Ilya dan Rafa membagi tugas mereka. Ilya akan membawa Dinda pergi keluar negara. Sementara Rafa akan mengurus semua yang tinggal di tanah air. Mengurus perusahan seperti yang sudah ia lakukan, juga mengurus Diani yang selama ini sudah membuat hidup mereka tidak tenang.


Dibantu oleh Lula, Rafa akan menyelidiki kasus kecelakaan Ilya beberapa tahun yang lalu. Kasus itu akan menjadi cara agar bisa menjerat Diani. Karena jika benar semua kejadian itu atas ulah Diani, maka itu sama saja dengan kasus pembunuhan yang sudah direncanakan. Karena itu, Diani akan dihukum berat karenaya.


Tapi, menemukan barang bukti yang susah terkubur lama ini tidaklah mudah. Karena mungkin, semua bukti pasti sudah di musnahkan. Jika tidak, mana mungkin Diani bisa lolos setelah melenyapkan nyawa manusia.


Sementara itu, Ilya langsung melakukan penerbangan ke negara di mana papa Diani tinggal. Bersama dengan Dinda, Ilya melakukan penerbangan mendadak, tapi sangat di rahasiakan. Tidak ada yang boleh mengatakan kalau mereka pergi ke luar negeri. Karena takutnya, Diani malah menyusul kepergian mereka.


Sementara itu, Diani yang saat ini sedang marah besar akibat usaha yang susah payah ia rencanakan gagal total, merusak kembali kamar yang sudah di bersihkan dengan rapi oleh si bibi. Tidak hanya itu, dia juga menghancurkan barang yang ada di ruang tamu rumahnya.


Diani benar-benar mirip orang yang tidak punya pemikiran sehat, alias orang yang waras. Karena tingkahnya terlihat seperti orang gila jika tidak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.

__ADS_1


Saat kemarahannya itulah, tiba-tiba Diani menerima panggilan masuk dari mata-mata yang ia tempatkan di rumah Ilya.


"Apa kamu bilang? Ilya bersama istrinya pergi meninggalkan rumah?"


"Iya, nona. Mereka sudah pergi pagi-pagi sekali."


"Ke mana?"


"Itu ... mungkin mereka pergi ke kampung halaman mereka barang kali, nona."


"Apa!? Mungkin?"


"Iy-- iya, nona. Mungkin. Maafkan saya, karena saya tidak bisa masuk ke dalam untuk mendengar apa yang mereka bicarakan. Lagian, tidak ada yang tahu mereka pergi ke mana pastinya. Karena itu, saya yakin jika Ilya ini langsung menyembunyikan istrinya ke kampung setelah kejadian semalam."


Diani terdiam. Ia yang awalnya ingin marah akibat info yang tidak akurat dari si mata-mata pun langsung membatalkan niatnya. Karena penjelasan itu cukup membuat benaknya menerima dengan baik.

__ADS_1


"Hah! Aku kira apa yang kamu katakan itu ada benarnya. Hehe ... dia mau menyembunyikan istrinya agar selamat? Tidak akan aku biarkan usahanya itu berhasil. Karena mau disembunyikan di manapun, aku pasti akan menemukannya."


__ADS_2