Pernikahan Pelunas Hutang

Pernikahan Pelunas Hutang
*Bab 45


__ADS_3

Dua hari kemudian, keluarga tante Dinda datang berkunjung. Keluarga itu datang setelah sekian lama perencanaan untuk melihat keadaan suami Dinda yang sama sekali belum pernah mereka temui secara langsung.


Bukan hanya tante dan om Dinda saja yang datang sekarang. Tapi juga Zery dan Zaki beserta kedua anak kembar mereka. Mereka datang untuk berkenalan dengan Ilya. Setelah sekian lama usia pernikahan Dinda, baru kali ini waktu kunjungan bisa mereka laksanakan.


"Kak Zery, kak Zaki. Kalian juga datang?" Dinda dengan hebohnya menyambut kedatangan saudaranya itu.


"Dinda ... ya ampun. Baru bisa bertemu kamu setelah sekian lama. Aku kangen kamu, sayangku." Zery berucap dengan ekspresi yang tak kalah heboh dari adik sepupunya itu.


Lalu, keduanya pun langsung berpelukan satu sama lain. Zaki yang kini sedang menggendong satu anak kembarnya hanya bisa tersenyum melihat tingkah si istri yang sepertinya mendadak lupa diri selama beberapa waktu.


"Ah, iya yah. Lupa aku sangking bahagianya." Dinda berucap setelah pelukannya lepas. "Ayo masuk semuanya! Tante, om, kak Zery, kak Zaki. Dan ... si gemoy yang tampan ini. Makin hari, kalian berdua ini makin gemoy aja yah," ucap Dinda sambil menyentuh pipi keponakan tampannya itu secara bergantian.


Mereka pun masuk ke dalam sambil terus ngobrol satu sama lain. Hingga akhirnya, mereka beristirahat di ruang tamu sambil menunggu mbok Yah menyiapkan kamar buat mereka menginap selama dua hari dua malam.

__ADS_1


"Mm ... Dinda, di mana suami kamu? Kok gak kelihatan sejak tadi," ucap Zery sambil melihat sekeliling.


Belum sempat Dinda menjawab, sikap usil Zaki sebagai suami langsung muncul. "Sayang, kamu kok malah nyari suami orang. Suami kamu yang tampan ini kan masih ada di samping kamu, yank."


"Eh, emang apa hubungannya aku nyari suami Dinda dengan keberadaan kamu di sisi aku? Kan, aku juga ingin lihat suami Dinda. Kalo kamu mah, udah bosan."


Dua manusia yang tak lain adalah pasangan suami istri ini memang agak unik. Setiap hari, kerjaan mereka hanya berdebat saja. Tapi walaupun begitu, mereka adalah pasangan yang sangat bahagia dan juga harmonis. Perdebatan di setiap obrolan itu terlihat cukup menakutkan buat yang tidak kenal mereka. Tapi sebaliknya, yang kenal mereka berdua, tidak akan ambil pusing. Malahan, merasa sangat iri dengan hubungan keduanya.


Begitu pula Dinda yang sudah tahu seperti apa kakak sepupunya ini. Diam-diam, dia juga merasa sangat iri dengan kebahagiaan pasangan ini. Selalu punya cara untuk bahagia. Bahkan, sepertinya tidak punya beban sedikitpun setiap harinya.


Sangking terpesonanya Dinda dengan pasangan kakak sepupunya ini, dia lupa akan pertanyaan Zery ke mana suaminya yang hingga kini tidak kelihatan batang hidungnya.


Ya, saat ini, Ilya emang sedang tidak ada di rumah. Dia sedang periksa kesehatan ke rumah sakit. Sebenarnya, dia ingin menunda karena tahu kalau keluarga tante istrinya akan datang. Tapi Dinda tidak mengizinkan hal tersebut.

__ADS_1


Meskipun sebelum berangkat Ilya sudah memelas untuk menunda pemeriksaan, tapi Dinda tidak goyah. Karena bagi Dinda, kesehatan Ilya adalah hal yang paling penting. Dinda sudah sangat trauma akan saat Ilya sakit beberapa waktu yang lalu. Karena itu, dia selalu mengutamakan kesehatan Ilya dari apapun.


Setelah beberapa waktu berlalu, perdebatan Zaki dengan Zery akhirnya berakhir juga dengan Zaki yang langsung memeluk lengan Zery. Keduanya terus memamerkan kemesraan tanpa memperdulikan tempat. Tapi, bagi keluarga mereka, hal itu sudah biasa.


Saat itu pulalah pintu utama rumah Dinda terbuka, dengan langsung memunculkan si tuan rumah yang baru pulang dari urusan luar. Kemunculan Ilya langsung mengalihkan perhatian semua yang ada di ruang tamu yang langsung terhubung dengan pintu utama rumah tersebut.


Ilya yang baru muncul dengan di dorong oleh mang Mamat itupun langsung membuat semua mata tertuju padanya. Teruntuk, keluarga sepupu Dinda yang baru pertama kali melihat wajah Ilya.


"Dinda ... dia .... " Zery tidak menyelesaikan ucapannya. Karena dia sungguh terkejut melihat Ilya saat ini.


"Dia kak Ilya, kak Zery. Suami aku."


"Hah? Dia ... suami kamu itu?" Zery masih merasa sedikit tak percaya dengan apa yang ia lihat.

__ADS_1


Hal itu langsung membuat Dinda merasa aneh. Sementara Ilya, juga memasang ekspresi yang sama.


"Kak Zery ... kenapa? Apa ada yang aneh dengan kak Ilya? Tunggu! Apa kalian saling kenal satu sama lain sebelumnya?"


__ADS_2