Pernikahan Pelunas Hutang

Pernikahan Pelunas Hutang
*Bab 61


__ADS_3

"Dasar bocah mesum. Jangan tanya hal yang tidak penting seperti itu juga dong padaku. Kamu gak tahu apa, seperti apa kuatnya iman aku untuk menahan keinginan itu? Ah, tapi ... aku tidak sekuat yang kamu bayangkan juga kok. Karena itu ... kamu bisa menarik kesimpulannya sendiri."


Setelah berucap kata-kata itu dengan nada pelan yang sama dengan Rafa, Ilya pun langsung menjauh sambil menyembunyikan wajah merona. Karena ingatan akan hubungan kisah cinta malam pertama itu masih membekas dalam pikiran Ilya.


Meskipun sudah pernah melakukannya selama beberapa kali, tapi ia tetap merasa kalau kehangatan cinta malam pertama terus ia rasakan setiap melakukannya bersama Dinda.


(Maaf jika aku tidak bisa menghadirkan cerita secara lengkap. Harap maklum yah teman-teman. Takut pembaca masih di bawah umur. Hehe ....)


Selanjutnya, mereka mengadakan pesta keluarga setelah tiba di rumah Ilya. Orang tua Ilya dan orang tua Dinda ada di sana. Mereka sama-sama datang untuk menyambut kebahagiaan itu.


"Nak, bunda turut bahagia atas kebahagiaan kamu saat ini. Sebenarnya, pernikahan kalian ini bukan murni karena hutang saja. Melainkan, karena ayah dari suami kamu yang menginginkan kamu menjadi menantunya."


Ucapan dari bundanya membuat Dinda tersenyum. Dia sudah tahu akan itu semua. Karena Ilya sudah menjelaskan prihal masalah penyebab mereka menikah saat malam pertama pernikahan mereka waktu itu. Karena itu, Dinda langsung mengukir senyum manis pada bundanya.


"Dinda sudah tahu akan hal itu, bunda. Jadi, Dinda tidak ingin mengingat karena apa Dinda menikah dengan kak Ilya. Karena saat ini, pernikahan Dinda sudah sangat bahagia."


"Ternyata, perjodohan ini tidaklah buruk buat Dinda. Sama seperti kak Zery yang terpaksa menikah dengan kak Zaki hingga saat ini mereka bahagia. Karena itu, Dinda yakin jika Dinda juga bisa bahagia selamanya seperti rumah tangga kak Zery dan kak Zaki."


Ucapan yang datang dari hati itu membuat bundanya langsung memeluk Dinda dengan erat. "Bunda selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu, anakku. Semoga kamu bahagia." Bundanya berucap lirih.

__ADS_1


"Terima kasih, bunda. Doa bunda adalah hal terbaik buat Dinda."


....


Beberapa bulan kemudian, Dinda akhirnya hamil juga. Itu adalah kebahagiaan yang tidak bisa Ilya ungkapkan dengan kata-kata. Hal yang dulunya ia kubur dalam-dalam karena ia anggap jika ia tidak pernah bisa memiliki hal tersebut, kini akhirnya, hal itu datang juga.


Sangking bahagianya Ilya saat tahu Dinda sedang mengandung, dia sampai menangis dengan air mata yang mengalir deras. Bagi Ilya, tidak ada hal yang paling bisa membuat dirinya bahagia selain kebahagiaan istrinya. Karena itu setelah ia tahu dia bisa menjadikan istrinya wanita yang sempurna, maka dia begitu terharu.


"Sayang ... kamu hamil, sayangku." Ilya berucap dengan suara pelan karena tertahan tangisan.


"Iya, kak. Aku hamil. Kita akan punya anak. Kamu jangan nangis lagi." Dinda meminta Ilya untuk tidak menangis. Tapi saat ini, dia saja sedang menangis sesenggukan.


....


Setelah melalui beberapa bulan yang sangat sulit buat Dinda, akhirnya, waktu yang mereka nantikan datang juga. Di kamar persalinan rumah sakit umum, Dinda akhirnya melahirkan bayi cantik mereka.


Bayi cantik yang membawa kebahagiaan buat mereka semua. Kini, kebahagiaan Dinda dan Ilya telah pun lengkap dengan kehadiran bayi cantik itu.


Bukan hanya mereka yang sangat bahagia ternyata. Ayah Dinda yang dulunya cuek, kini langsung hangat saat bersama bayi kecil itu. Ternyata, ayah Dinda hanya tidak bisa mengekspresikan cinta kasihnya secara terang-terangan pada anaknya yang sudah besar. Tapi saat bersama bayi, dia sangat hangat luar biasa.

__ADS_1


"Saat kamu masih kecil, ayahmu juga sebahagia itu, Din. Bunda tak percaya kalau kebahagiaan itu akan muncul lagi."


Begitulah kata-kata yang bundanya ucapkan, yang membuat Dinda sadar, kalau ayahnya bukan tidak mencintai dirinya sebagai anak. Tapi, hanya tidak bisa memperlihatkannya saja secara terang-terangan padanya.


Ilya pun terus berada di samping Dinda.


Sambil menggenggam erat tangan sang istri, tak henti-hentinya ia mengatakan terima kasih karena telah hadir dalam hidupnya.


Seperti inilah mantan playboy saat insyaf. Pernah ada yang bilang, gak papa punya seseorang yang datang dari masa lalu yang buruk. Karena dia sudah puas merasakan bagaimana kerusakan yang ia timbulkan akibat ulahnya yang buruk saat di masa lalu. Jadi, setelah ia keluar dari keburukan itu, maka dia gak akan mau kembali lagi. Jangankan mencoba untuk kembali, mengingatnya saja dia merasa menyesal.


Karena itu, jangan lihat seburuk apa masa lalu yang orang itu miliki. Tapi, lihatlah seperti apa niatnya untuk meninggalkan masa lalu itu sendiri. Karena manusia tidak akan pernah luput dari yang namanya salah. Sudah lumrah manusia melakukan kesalahan, bukan?


Namun, jangan pula tetap berada dalam kesalahan karena kita merasa nyaman padahal sudah tahu itu salah. Jika sudah di sadarkan, maka segeralah meninggalkan kesalahan itu. Karena sebagai manusia, pasti ada yang namanya karma yang akan kita dapatkan atas apa yang kita lakukan. Jika itu baik, maka baik pula yang kita terima. Begitu pula sebaliknya.


~^**Selesai**^~


_____________________________________________


*Catatan.

__ADS_1


"See you all .... Love you buat kalian yang sudah mau membaca karya aku sampai selesai. Tidak ada yang bisa aku ucapkan selain kata terima kasih banyak. Sampai bertemu lagi di karya berikutnya. Semoga kalian selalu puas dengan akhir dari karya yang aku buat. Yah, meskipun terkadang, aku sendiri merasa takut akan akhir yang sudah aku tulis. Dan ... banyak-banyak terima kasih atas dukungan, saran, dan kritik yang kalian berikan. Bertemu lagi di karya berikutnya, ta ta ... " *


__ADS_2