
Di sebuah kamar seseorang yang sedang berdiri di depan jendela dengan pakaian pengantin yang berwarna putih
Dia tengah meratapi nasibnya untuk kedepannya
Dan nasibnya yang harus berpisah dengan kedua orang tuanya selama 17 tahun mereka bersama
Dan kini dia harus berpisah rumah dan satu rumah dengan seorang laki-laki yang tidak mencintainya
Tiba-tiba seorang menyentuh pundaknya dengan lembut membuka Aruna terkejut dan membalikkan badannya
"Kamu sedang Apa toh Nduk di dekat jendela sendirian"ucap Dina lembut Aruna menggelengkan kepalanya pelan
"Nggak ada Bu"ucap Aruna
"Kamu sudah siap kan sayang?"tanya Dina
"Siap atau nggak Una harus tetap siap karena semua sudah terjadi"
"Ibu sama Bapak minta maaf kepada kamu ya nduk gara-gara Ibu dan Bapak masa depan kamu harus hancur tapi kamu harus ingat kamu bisa sekolah ya tapi mungkin rasanya berbeda! karena kamu sudah punya suami. Tapi Ibu sama Bapak yakin kalau nak Raka pasti bisa jagain kamu"ucap Dina panjang dan memberikan pengertian kepada anak semata wayangnya itu
"Iya Bu nggak apa-apa, Ibu sama Bapak nggak perlu minta maaf sama Una ya"ucap Aruna yang di angguki oleh Dina dan mereka berdua saling berpelukan
"Ehhem"dehem Angga yang berdiri melihat ke dua wanita yang ia sangat cinta i berpelukan dengan erat
"Bapak nggak di ajak nih"ucap Angga, Aruna dan Dina saling menatap satu sama lain sambil tersenyum manis
Angga berjalan mendekat dan menatap ke arah putrinya dengan lekat.
Tanpa sadar Aruna meneteskan air matanya
"Jangan Nduk,,, jangan menangis ini adalah hari bahagia kamu tidak boleh ada air mata"ucap Angga menghapus air mata Aruna
Lalu kemudian Aruna memeluk erat tubuh Angga lalu menggunakan kepalanya
Setelah Aruna merasa tenang ia melepaskan pelukannya dan memegang tangan kedua orang tuanya
"Pak, Bu Una minta maaf ya karena Una belum bisa buat Bapak sama Ibu bangga, Una belum bisa bahagia in Ibu dan Bapak"ucap Aruna sendu
"Kamu tidak perlu minta maaf toh Nduk sejak kamu lahir kamu sudah membuat Ibu dan Bapak bangga dan bahagia karena ada kamu"ucap Angga
"Una janji, Una nggak akan kecewa in Bapak dan Ibu"ucap Aruna tersenyum manis
"Iya sayang Ibu dan Bapak percaya sama kamu"ucap Dina lalu kemudian mereka bertiga saling berpelukan
Aruna merasa tenang dan rasanya beban yang ada di pikirannya sedikit terangkat
"Ya sudah ayo kita keluar ya yang lain sudah menunggu"ucap Dina yang di angguki oleh Angga dan Aruna
Tak perlu waktu lama Aruna akhirnya datang
"Sayang kamu cantik sekali"ucap Maya memegangi dagu Aruna lembut
"Terimakasih tante"ucap Aruna sambil tersenyum manis
"Jangan panggil tante lagi dong! mulai sekarang kamu panggil saya mama ya"perintah Maya lembut Aruna menganggukkan kepalanya pelan
__ADS_1
"Iya Ma"
Raka yang dari tadi melihat Aruna merasa terpaku oleh kecantikan gadis itu sehingga matanya tidak berkedip dia terus menatap Aruna
Maya yang melihat itu tersenyum manis
"Ehhmm"dehem Maya
"Awas mata nya Raka, tenang sebentar lagi kamu bisa melihat Aruna sepuasnya"Ucap Maya tersenyum kecil
Raka langsung membalikkan wajahnya dan kemudian pernikahannya pun di mulai
***
"Maksudnya apa sih kak kita nggak tau"ucap Novi
"Apaan sih kalian, kalian jangan mempermalukan saya ya"ucap Pak Yadi
"Ohho Pak Yadi kalau marah tuh ganteng juga ya"ucap Dion menahan tawanya
"Kamu nggak usah muji saya ya,saya tahu kalau saya tuh ganteng tapi kamu tidak usah bikin saya takut ya"ucap Pak Yadi keceplosan
"Takut?takut Apa?"ucap Novi
"Takut demit"ucap Dito dan Dion bersamaan
"Ha?"ucap Novi dan Sela bersamaan
"Eh nggak,,,nggak ini dua anak tuh bohong masa saya takut sama demit ya nggak lah"
"Jadi seorang Pak Yadi takut sama demit nih"ucap Novi menggoda Pak Yadi
"Ya nggak lah"
"Masa"
"Iya lah,kamu pikir saya tuh penakut apa ha"
"Kayaknya iya deh"ucap Sela sambil memegang dagunya berpikir
"Enak aja kamu ya"
"Ehhmm"dehem seorang guru
"Ngapain masih ngobrol ini udah jam masuk loh"ucap Buk Megan
"Pak Yadi juga kenapa masih di sini ngobrol sama anak-anak emang Pak Yadi tidak mau mengajar apa"
"Ah,,,anu Bu ini anak-anak yang ajak saya ngerumpi"ucap Yadi sambil cengengesan
Kalau tidak jahil bukan Dion dan Dito namanya
"Eh bukan Bu jadi tadi kita itu mau masuk ke kelas terus Pak Yadi ngajak kita ngerumpi kayak perempuan kan buk?"tanya Dito
"Eh kamu nggak usah bohong ya, nggak kayak gitu Bu Megan"ucap Yadi membela diri
__ADS_1
"Iya Bu jadi Pak Yadi tadi ngajak kita ngobrol kisah cinta Pak Yadi bareng demit buk"ucap Dito
"Apa demit?"ucap Buk Megan
"Iya Buk"
"Bohong Buk,,,eh kamu Novi dan Sela kasih tau sama Bu Megan yang sebenarnya"perintah Pak Yadi
Sela dan Novi saling menatap satu sama lain lalu mereka menatap ke arah Dito dan Dion yang memberikan kode
Novi dan Sela mengerti kodenya dan langsung tersenyum
"Iya Buk,apa yang di omongin Kak Dion dan Kak Dito itu bener"ucap Novi
"Eh kenapa kalian ikutan berbohong"ucap Pak Yadi
" Bukannya tadi Bapak yang nabrak kita berdua ya karena Bapak takut sama demit"
"Heh kan saya sudah bilang kalau saya tuh lagi olahraga"
"Hentikan semuanya Dion, Dito masuk ke kelas dan Novi,Sela kalian juga masuk ke kelas, dan Pak Yadi terserah! ucap Buk Megan menekan
"Baik permisi Buk"
Lalu mereka berempat pun langsung masuk ke kelas masing-masing dan Pak Yadi langsung pergi
Setelah mereka semua tidak terlihat Buk Megan menggelengkan kepalanya pelan sambil menarik nafasnya panjang
"Nggak murid, nggak guru semuanya sama saja"ucap Buk Megan lalu dia pergi ke kelas untuk mengajar
***
"Alhamdulillah ya semua acara berjalan dengan lancar"ucap Maya tersenyum
"Iya.Alhamdulilah Bu Maya saya juga sangat merasa bersyukur acara nya berjalan lancar tanpa masalah"ucap Dina yang juga tersenyum
"Iya dan sekarang saya punya putri dan Bu Dina dan Pak Angga sudah punya putra dan yang paling saya sukai kita besanan"
"Iya Bu Maya bener"
"Kalau begitu kita berdua pulang dulu ya Pak Ferdi,Buk Maya"ucap Angga
"Loh kok buru-buru sih"ucap Maya
"Bu, Pak kenapa nggak nginap di sini aja"ucap Aruna
"Iya Bu Dina dan Pak Angga nginap di sini saja"ucap Maya
"Nggak perlu repot-repot Buk Maya lagian juga kan ini hari pertama Una nginap di rumah mertuanya masa iya kita berdua langsung nginap juga nggak baik Bu"ucap Dina jelas
"Ya sudah kalau gitu tapi lain kali kalian harus nginap ya"Ucap Maya dan di angguki oleh Dina dan Angga
"Iya, pasti!"ucap Dina tersenyum...
Bersambung..
__ADS_1