Pernikahan Rahasia Siswa

Pernikahan Rahasia Siswa
Di buat bungkam


__ADS_3

Karin dan sahabatnya yang tadinya mau pulang ke rumah tiba-tiba melihat sebuah pemandangan yang sangat di sayangkan untuk di lewati


"Guys mending kita nonton dulu yuk"ucap Karin bahagia


"Yuk udah lama banget gue nantiin ini"ucap Shasha


"Yuk"ucap Amel


Lalu mereka bertiga pergi ke tempat orang yang sedang cekcok


"Hai aduh ada Apa sih kayak nya seru banget"ucap Karin


"Nggak usah ikut campur ya lo"ucap Novi


"Wait sabar dong gue kan cuma nanya doang nggak perlu emosi kali"ucap Karin


"Heh nggak usah pura-pura baik deh lo kita semua tau yang paling seneng, bahagia dengan semua yang terjadi ini itu adalah lo, jadi nggak usah berlagak sok cer ya"ucap Novi emosi


"Iiihh lo pintar banget sih Nov suka deh sama kamu"ucap Shasha mancing emosi


"Woi kura-kura kesurupan lo nggak usah ya ikut campur sama urusan kita"ucap Dito


"Iya lo tuh mendingan pergi aja deh"ucap Sela


"Bagaimana caranya gue pergi coba ya kali gue pergi padahal di sini ada drama yang seru sayang banget kalau di lewatin ya nggak guys"ucap Karin


"Sure"ucap Shasha dan Amel bersamaan


"Lo yah bener-bener jahat tau nggak"ucap Dion


"Iya gue memang jahat Kenapa?, masalah buat lo"ucap Karin


"Lagian ini itu balas dendam dari gue karena lo semua udah bikin gue malu satu sekolah makanya gue mau balas dendam ke lo semua termasuk Aruna sahabat kalian itu, gue akan bikin dia menderita semenderita mungkin "ucap Karin menekan


Novi sudah tidak bisa mengontrol emosi nya ia langsung melangkahkan kakinya ke depan dan menampar wajah Karin dengan kencang


Yang ada di sana pun langsung terkejut termasuk Sofi yang baru melihat langsung tamparan yang keras itu


Bahkan Sofi menutup mulut nya dia takut Apa yang di rasakan oleh Karin ia juga merasakan di pipinya


"Novi"teriak Shasha dan Amel


"Kenapa Ha kalian mau juga"ucap Novi kesal


"Kita laporin lo ya ke guru"ucap Amel mengancam

__ADS_1


"Lo mau lapor, laporin aja sana gue nggak takut lo tau Kenapa karena gue nggak salah yang duluan ke sini nyari masalah siapa kalau bukan kalian, kalian juga liat ini udah jam pulang jadi guru nggak berhak buat hukum gue ngerti lo"ucap Novi


"Iya laporin aja sana biar kita liat siapa yang bakal di belain dan siapa yang bakal di hukum"ucap Sela


Mereka bertiga langsung terdiam


"Kenapa kalian diam, bukannya tadi kalian bahagia ya"ucap Dito


"Lo berani nampar gue ya"ucap Karin emosi


"Iya Kenapa Ha"ucap Novi


"Awas aja ya lo,lo bakal bayar semuanya dan gue akan balas dendam sama lo"ucap Karin


Novi mendekat ke wajah Karin


"Lakuin sesuka lo,gue pernah bilang kan sama lo rahasia besar lo ada di tangan gue kalau gue udah kehabisan sabar satu kali gue ngomong pyuuurrr hancur masa depan lo yang selama ini lo bnagga-banggain dan lo bangun dan yang lebih penting lagi yang lo rahasia in dan tutup secara baik-baik di belakangan ini"ucap Novi menekan


Mendengar perkataan Novi itu Karin langsung membulat kan matanya


Dia berpikir bagaimana bisa Novi mengatakan seperti itu


"Bagaimana caranya Novi bisa mengatakan semua itu Apa benar dia tau rahasia yang selama ini gue simpan baik-baik supaya tidak ada yang melihatnya bagaimana bisa Novi tau dia itu siapa sebenarnya"ucap Karin di dalam hatinya


"Rahasia Apa lo ketahui tentang gue Ha nggak usah sok ngancam deh lo,lo nggak punya bakat"


Karin sudah tidak bisa berbuat Apa-apa lagi mulutnya seakan di buat bungkam oleh kata-kata Novi


Ia langsung pergi dari sana di ikuti oleh kedua pawangnya


"Nov lo Apain tuh nenek lampir kok dia bisa peot gitu sih"ucap Sela penasaran


"Kalian nggak usah tau, itu jadi urusan gue sama dia"ucap Novi yang melihat punggung Karin yang masuk ke dalam mobil dan langsung pergi


Lalu Novi menatap wajah Sofi datar begitu pun juga Sofi yang menatap takut ke arah Novi


"Kenapa lo?mau juga Ha?"tanya Novi emosi


"Nggak"ucap Sofi sambil menggelengkan kepalanya cepat


"Kalau sampai Una dan Raka berpisah karena lo,gue Novi akan cari lo, ngerti"ucap Novi menekan sambil pergi dan ikuti oleh Sela,Dion, dan Dito


"Eee...Nov kita ngebeng lo ya"ucap Dion


"Gue lagi baik hari ini jadi ya udah Ayok"ucap Novi datar

__ADS_1


"Assiikk ayok"ucap Dion


Lalu mereka semua meninggalkan Sofi sendirian


***


Raka sudah sampai di apartemen ia langsung masuk dan mengecek Apakah Aruna sudah sampai atau belum


"Una..."teriak Raka


Ia terus mencari keberadaan Aruna bahkan ia melihat setiap sudut apartemen itu namun Aruna tidak ada


"Kemana perginya Aruna"ucap Raka panik


Ia mengambil handphone nya dan langsung menghubungi Mama nya


"Halo sayang"ucap Maya dari seberang telepon


"Halo Ma, Mama liat Una nggak Ma? soalnya dari tadi Raka nyari nggak ketemu-ketemu Raka pikir dia di apartemen tapi Raka cek dia nggak ada siapa tau Una ada di rumah"ucap Raka panik


Maya sangat jelas sekali tahu bahwa putranya itu sangat cemas dengan keadaan istrinya


"Iya tadi Una kesini dia cerita in semuanya sama Mama"ucap Maya


"Terus Una Kemana Ma?"tanya Raka


"Una sudah pergi katanya dia mau nyari tempat buat nenangin diri nya dulu"ucap Maya


"Ma, Kenapa Mama nggak hentiin Una"ucap Raka


"Mama nggak bisa menghentikan Una, karena Mama tau sakitnya itu kayak Apa Mama khawatir sama Una tapi Mama nggak bisa ngelarang dia untuk nenangin dirinya dulu


maka dari itu Mama menyuruh bodyguard untuk menjaga Aruna tanpa sepengetahuan Aruna"ucap Maya jelas


"Iya makasih Ma"ucap Raka


"Udah kamu pulang ke rumah dulu Mama mau ngomong sama kamu"ucap Maya


"Iya Ma Raka ke rumah sekarang"ucap Raka


"Iya kamu hati-hati ya,Mama nunggu kamu di sini"ucap Maya


"Iya Ma"ucap Raka dan sambungan telepon pun terputus


Lalu Raka menyimpan handphone kembali ke sakunya lalu melangkahkan kakinya keluar untuk menuju ke rumah orang tuanya

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2