
Pada malam hari Aruna beserta keluarga yang lain sudah berpakaian rapi
Aruna yang memakai mini dress yang berwarna hitam dan rambut yang di kepang sangat cantik
Iya tampil elegan dan cantik itu mampu mengikat siapapun yang melihatnya.
"Nduk kamu cantik banget"ucap Dina sambil memegang kedua pipi Aruna dan menahan air matanya
Aruna hanya melihat Ibunya itu dia tahu jika Dina sedang menahan air matanya
"Buk, Una ayok toh kita ke depan"ajak Angga
Angga melihat Dina dan Aruna saling menatap satu sama lain dan Angga tahu jika Dina sebentar lagi akan menangis
"Ehm,,,"dehem Angga
"Pak,kamu tuh ngagetin aja sih"ucap Dina
"Habisnya Bapak di kacangin"
"Ya sudah ayo kita keluar"ucap Angga
"Pak, Bu, Apa benar Una akan tunangan malam ini?"tanya Una sendu
"Iya sayang,kamu masih tidak percaya ya?"ucap Dina
"Iya Una masih nggak percaya kalau Una akan menikah di usia muda seperti ini,una tidak pernah membayangkan akan seperti ini"
Setelah Aruna mengucapkan kata-kata itu dia langsung pergi ke luar terlebih dahulu
Angga dan Dina saling menatap satu sama lain dan melangkahkan kakinya keluar
"Wah sayang kamu cantik banget"ucap Maya senang
"Makasih Tante"ucap Aruna sambil tersenyum manis
"Sama-sama sayang"
Setelah Dina dan Angga telah datang acara nya langsung di mulai
"Karena semuanya sudah datang langsung saja kita mulai acara tukar cincin nya yah"ucap Maya sambil mengambil cincin
"Nah sekarang ayok kalian saling pasang kan cincin nya"ucap Maya
Aruna dan Raka pun saling memakaikan cincin satu sama lain dan di berikan tepuk tangan dari keluarga mereka masing-masing
"Akhirnya ya acara pertunangan nya sudah selesai nah sekarang kita tunggu acara pernikahannya"ucap Maya senang
"Iya Ma tapi kamu yang sabar dong masih ada beberapa hari lagi"ucap Ferdi
"Tapi Mama sudah tidak sabar punya anak perempuan"ucap Maya sambil memegang dagu Aruna lembut
"Dan Mama juga nggak sabar besanan sama Pak Angga dan Bu Dina"ucap Maya lagi
"Iya Buk saya juga sudah tidak sabar bisa besanan sama Pak Ferdi dan Buk Maya"ucap Dina senang
Semuanya tengah berbincang satu sama lain sambil tertawa sedangkan Aruna dan Raka hanya berpikir dengan pikiran masing-masing
Tiba-tiba handphone Raka berbunyi langsung saja dia pergi menjauh dari keluarganya dan mengangkat telponnya
__ADS_1
"Halo ada apa"ucap Raka
"Halo Ka kita lagi nongkrong nih lo kesini dong"ucap Dion
"Oke gue ke sana sekarang sherlock sekarang"
"Siap bos"
Sambungan telpon pun terputus dan tak perlu waktu lama Dion langsung mengirimkan lokasinya
Raka naik ke kamarnya untuk berganti pakaian dan turun untuk memberitahukan kepada orang di bawah
"Mah,Pa, Om, Tante,saya pamit dulu ya soalnya lagi di tungguin sama temen"ucap Raka
"Loh kamu mau kemana ka?"tanya Maya
"Mau ke cafe ma udah di tungguin sama Dito dan Dion"
"Kamu kan baru saja tunangan masa iya langsung mau keluar sih, kamu boleh keluar tapi bawa Una ya ikut sama kamu"ucap Maya
"Ha? untuk Apa Ma?"
"Kok nanya untuk apa sih! untuk kenalin ke teman-teman kamu lah"
"Ma,kalau Raka Una dan Dito dan Dion tau Raka dan Una bisa dalam masalah kalau berita itu menyebar di taruna bangsa"ucap Raka jelas
"Oh iya Mama lupa"ucap Maya sambil cengengesan
"Ya udah kalau gitu Raka berangkat dulu ya"ucap Raka sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya dan kedua orang tua Aruna
"Iya sayang hati-hati ya" ucap maya
"Iya Ma"
"Kalau gitu kita juga pulang dulu ya soalnya Aruna pasti capek kasian dia"ucap Dina
"Oh iya udah kalian hati-hati ya"ucap Maya
"Iya"ucap Dina
Aruna menyalami punggung tangan Ferdi dan Maya secara bergantian
"Una pulang dulu ya Om, Tante"ucap Una
"Iya sayang kamu hati-hati ya"ucap Ferdi dan Maya lembut
"Iya Om, Tante"ucap Aruna
***
"Tuh bocah lama banget sih"ucap Dion
"Apa jangan-jangan itu anak nggak ngerti liat maps lagi"ucap Dito
"Woi ini Raka bukan Dado yang taunya cuma makan doang"
"Atau jangan-jangan sih Raka di culik sama demit lagi"
"Terus gimana dong"
__ADS_1
"Terus gimana Apanya?"tanya Raka yang baru saja datang dan dia langsung duduk
"Kita kira lo di culik demit lagi"
"Demit sukanya sama lo bukan sama gue karena cuma lo doang yang cocok sama dia"ucap Raka santai
"Dasar lo"sahut Dito
Di malam yang sunyi Arumi duduk di jendela kamarnya sambil terus menatap ke arah langit yang semakin lama semakin gelap
Lalu dia menatap tangan manisnya yang sudah di lingkari sebuah benda kecil dan bulat
Dia terus menatap cincin dan mengingat pada saat Raka memasangkan cincin itu di tangannya
"Sekarang pertunangannya sudah selesai dan sekarang tinggal hitung beberapa hari lagi pernikahan aku harus apa?"ucap Aruna sambil meneteskan air matanya
"Aku nggak bisa tinggal di rumah orang asing bagiku,aku tidak bisa bersama orang yang tidak bisa menghargai aku,,,"
Aruna tidak bisa menahan air matanya lagi di malam itu dia meluapkan semua rasa sedihnya di saat itu juga
Sedangkan di tempat lain Raka pun merasakan hal yang sama
Dia terus menatap cincin yang sudah melingkar di jari manisnya
Dan mengingat Aruna yang memakainya dia tidak bisa berpikir sekarang dan salah satu alasan mengapa dia keluar malam ini
Karena dia akan meringankan beban pikirannya dengan cara berkumpul dengan dua sahabatnya itu
Walaupun kedua bekicut itu kadang menjengkelkan
Dito dan Dion saling menatap satu sama lain dan menatap ke arah Raka heran
"To nih anak kenapa Ya?"ucap Dion heran
"Apa jangan-jangan kata-kata gue bener lagi nih bocah kerasukan demit banyak masalah"ucap Dito
"Demit banyak masalah?"tanya Dion
"Iya masalah hutang makanya demitnya banyak pikiran"
"Iya juga kali ya"
"Argh kalian tuh bisa nggak sih jangan berisik"kesal Raka
"Santai dong bro"ucap Dito
"Gue mau pulang, dan gue doain semoga kalian ketemu sama demit supaya kalian berdua tuh nggak jomblo lagi"ucap Raka dan langsung pergi
"Ya ellah lo juga sama kali jomblo"teriak Dion
"Weh ente kadang-kadang ya kalau ngomong nggak ada rem nya"ucap Dito
"To ini kan udah larut demit banyak berkeliaran kalau kita nanti ketemu demitnya gimana?"tanya Dion
Dion dan Dito menatap satu sama lain dan langsung lari ke arah motornya
"Gue mau nginep di rumah Raka aja deh"ucap Dito
"Gue juga sama! tungguin gue"teriak Dion
__ADS_1
lalu mereka berdua menancapkan gas nya dan langsung menyusul Raka
Bersambung...