
Malam hari telah datang kini mereka semua sudah ada di apartemen Dion
"Aduh Ka Dito ngapain sih baru pesan makanan sekarang"ucap Sela kesal
"Ya gimana dong gue lupa"ucap Dito
"Isss kalau tau kayak gini mending kita tadi party nya bertiga aja"ucap Novi
"Elu sih To udah tau ngajak perempuan harus banyak makanan dong kan mereka hobinya makan"ucap Dion
"Tuh kak Dion pinter tuh"ucap Sela
"Iya gue ngerti soalnya kalau perempuan udah lapar terus nggak ada makanan kita laki-laki yang di makan! ogah gue di makan kalau mau makan nih makan Dito aja"ucap Dion
"Dih siapa juga yang mau makan kakak najis"ucap Sela
"Heh najis daging kita tuh empuk tau"ucap Dion
"Empuk dari Mana nya coba orang tulang"ucap Novi
"Iya lagian juga daging kalian tuh pahit"ucap Sela
Aruna dan Raka yang dari tadi hanya melihat dan mendengar perdebatan mereka sudah mulai pusing
"Duh guys berhenti dong debat nya"ucap Aruna
"Iya nih kalian tuh ya nggak malam, nggak pagi asal ketemu pasti berantem pusing gue"ucap Raka emosi
"Iya... Iya maaf Ka"ucap Dion
Ting (Bunyi bel)
"Nah itu,itu pasti makanan kita"ucap Dito yang langsung pergi membuka pintu
Dan yang benar saja makanan mereka sudah sampai
"Oke makasih Mas"ucap Dito yang langsung mengambil semua makanan yang ia sudah pesan
Mereka semua megaga melihat pesanan Dito yang begitu banyak
"Kak lo pesen makanan banyak banget"ucap Aruna
"Iya lo habisin duit gue berapa demit"ucap Raka
"Hehehe dikit kok Ka cuma tiga juta"ucap Dito
"Tiga juta untuk beli makanan doang, banyak banget kak"ucap Novi
"Gue udah duga kalau Dito yang di suruh buat beli makanan pasti semua nya di beli salah dikit tuh penjual nya juga di beli sama nih anak"ucap Dion
"Tapi it's oke yang penting kita party"ucap Sela
"Iya kan party makannya harus banyak lah"ucap Dito
Lalu mereka semua makan bersama sambil menyalakan musik
Setelah semua telah capek kini geng ciwi-ciwi makan sambil menonton drakor
"Haduh nonton Apaan ini"ucap Dion
"Drakor"ucap Novi santai sambil makan
"Haduh gini nih kalau sama cewek pasti nonton korea"ucap Dito
"Iya lah mereka kan ganteng"ucap Aruna
"Iya mendingan liat mereka dari pada liat kalian"ucap Sela
"Dasar"ucap Dito
"Udah mendingan kita nonton bola aja"ucap Raka
"Ha ide bagus tuh"ucap Dito
__ADS_1
Lalu Dion langsung mengambil laptop lalu mereka menonton sepakbola
Jam sudah menunjukkan pukul 00.10
"Ka kita pulang dulu ya Bay"ucap Novi dan Sela yang langsung pulang
"Hati-hati lo kejedot"ucap Dito
"Ka pulang juga yuk ngantuk nih"ucap Aruna
"Ya udah ayo"ucap Raka
"Gue pulang dulu"ucap Raka datar dan langsung pergi ke mobilnya dan langsung pergi ke apartemen
Di dalam mobil Aruna telah tertidur nyenyak Raka melihatnya sambil tersenyum manis
lalu kembali fokus menyetir
Selang beberapa menit kemudian Raka sudah sampai di apartemen mereka lalu ia langsung membangunkan Aruna
"Sayang hai kita udah sampai nih"ucap Raka pelan sambil mengelus wajah Aruna pelan
"Ermmm"
"Bangun yuk"ucap Raka pelan
Aruna membuka matanya pelan
"Gendong"ucap Aruna sambil merentangkan tangannya
"Loh kok di gendong sih, jalan aja ya"ucap Raka
"Mau tidur"ucap Aruna datar
Raka tersenyum manis dan mengusap lembut pucuk kepala Aruna
"Ya udah"ucap Raka lalu turun dari mobil dan langsung pergi ke sebelah dan menggendong Aruna
Sesampainya di apartemen Raka langsung membuka pintu menggunakan kartu dan menutupnya kembali
Lalu Raka langsung pergi ke kamar dan memberikan Aruna dan menutupi tubuhnya dengan selimut
Lalu ia langsung pergi ke toilet untuk mengganti pakaiannya
Lalu pergi ke ranjang dan memberikan tubuhnya
Lalu Aruna kembali membuka matanya
"Sayang"ucap Aruna
Raka yang baru saja menutup matanya kembali membuka matanya karena istrinya memanggilnya
"Iya sayang"ucap Raka lembut
"Peluk"ucap Aruna
Lalu Raka langsung memeluk erat tubuh istrinya itu dan mencium jidatnya
"Kamu Kenapa kok malam ini manja"ucap Raka
"Emang nggak boleh ya"ucap Aruna
"Boleh dong sayang,aku malah tambah gemes liat kamu kalau bisa kamu manja aja terus aku suka"ucap Raka
"Gombal"ucap Aruna
Raka tersenyum manis dan mengusap lembut rambut Aruna
Lalu untuk beberapa saat kemudian Aruna telah tertidur dan Raka pun juga akhirnya tertidur juga
***
Pagi hari telah datang kini matahari telah bersinar terang
__ADS_1
Aruna telah terbangun dan kembali melihat Raka yang masih tertidur
"Mas ayo bangun"ucap Aruna
"Ermm"
Aruna melihat ke arah jam dan ia terkejut saat melihat sudah jam 08.15
"Mas udah jam lapan,kita udah telat"ucap Aruna panik
Dan ingin membuka pelukan Raka tapi bukannya melepaskan Raka semakin mempererat pelukannya
"Mas..."ucap Aruna kesal
"Kamu tuh mau Kemana sih"ucap Raka yang masih menutup matanya
"Mau ke sekolah lah"ucap Aruna
"Kamu lupa ya kalau hari ini kita libur"ucap Raka
"Oh ya juga ya"ucap Aruna yang baru sadar
"udah sekarang mending kamu jangan gerak"ucap Raka
"Tapi kan aku mau masak Mas kamu nanti mau makan Apa?"tanya Aruna
Raka langsung membuka matanya dan tersenyum manis melihat Aruna
"Makan kamu aja gimana"jawab Raka centil
"Ihh Apaan sih kamu main mau makan-makan aja nanti kalau aku habis gimana"ucap Aruna
"Nggak bakalan habis"ucap Raka tersenyum centil
Aruna langsung membuka pelukan Raka lalu ia berdiri dan masuk ke toilet
"Kamu tuh kayak macan tau menakutkan kan raurr..."ucap Aruna sambil meraung dengan wajah yang menggemaskan lalu berlari ke toilet
"Sumpah istri gue lucu banget sih "ucap Raka yang gemas melihat istrinya itu
"Pengen gue makan tuh anak"ucap Raka
Lalu telepon nya berbunyi
"Halo Kenapa"ucap Raka
"Halo kita nanti ngumpul yuk bareng Una and the geng"ucap Dion
"Males gue besok aja"ucap Raka
"Bener nih kalau gue ajak Una masa lo nggak datang"ucap Dion
"Hari ini waktu gue sama Una nggak boleh di ganggu, kalau ada yang ganggu gue hajar dia"ucap Raka datar
"Ya elah bucin lo, halalin dulu anak orang baru ngabisin waktu"ucap Dion
"Bodo"ucap Raka datar dan langsung menutup telponnya
"Eee kampret biawak"sahut Dion
"Kenapa?"tanya Dito
"Nggak bisa"ucap Dion
"Terus kita mau ngumpul sama siapa dong"ucap Dito
"Ya Mana gue tau asal jangan sama demit"ucap Dion
"Oh...Kita ajak Pak Yadi aja"ucap Dito melantur
"Ogah gue mau lo nanti Pak Yadi hukum kita di depan banyak orang"ucap Dion
"Ya juga sih"ucap Dito
__ADS_1
Dion pusing melihat Dito ia membaringkan tubuhnya