
Sesampainya di rumah orang tua Raka
Aruna langsung masuk ke dalam rumah meninggalkan Raka sendiri
"Assalamualaikum Ma, Pa"ucap Aruna
"Waalaikum salam hai sayang akhirnya udah sampai"ucap Maya lembut sambil memeluk dan mencium jidat Aruna lembut
"Iya akhirnya kalian datang juga dari tadi Mama tuh mondar-mandir nungguin kalian"ucap Ferdi
"Iya Pah tuh Una juga langsung aja masuk ninggalin Raka"ucap Raka yang baru saja masuk"
"Iya kalau dua perempuan ini ketemu kita berdua di anggap nggak ada"ucap Ferdi
"Ihh biarin lah kan Mama kangen sama Una"ucap Maya
"Iya lagian Mas Raka juga nggak turun ya udah aku tinggal aja"ucap Aruna
"Raka ingat perempuan selalu benar laki-laki selalu salah"ucap Ferdi
Aruna dan Maya langsung tertawa
"Ya udah yuk kita mulai beberquan nya"ucap Maya
"Ayo Ma,Una juga udah lapar"ucap Aruna
"Ya udah ayo"ucap Maya
"Erm kalian berdua duluan aja dulu Papa mau bicara sama Raka"ucap Ferdi
"Oh ya udah kalau gitu ayo Una kita duluan ya"ucap Maya
"Ayo Ma"ucap Aruna
Lalu mereka berdua langsung pergi ke halaman belakang untuk beberquan
Sedangkan Raka dan Ferdi langsung pergi ke atas di ruang kerja Ferdi
"Alhamdulillah ya kamu sama Raka bisa kembali lagi"ucap Maya
"Iya Ma.Alhamdulillah"ucap Aruna
"Kalau ada Apa-apa sama kalian Mama akan cari perempuan itu"ucap Maya
"Maksud Mama perempuan yang Mana?"tanya Aruna
"Sofi"jawab Maya
"Mama ketemu sama Sofi"ucap Aruna
Maya menganggukkan kepalanya
"Tadi Mama pergi berbelanja terus Mama liat dia ada di depan cafe tempat Mama belanja lalu Mama samperin pertemuan itu"ucap Maya mulai emosi
"Mama ngomong Apa sama Sofi"ucap Aruna
"Tadi Mama dan Sofi sempat berdebat tapi Mama tidak lanjutkan Mama langsung pergi dari sana karena setiap Mama liat dia rasanya Mama ingin sekali menampung nya"ucap Maya
Aruna langsung memeluk erat tubuh Maya
"Makasih ya Ma, karena Mama udah belain Una tapi Ma,Mama nggak perlu seperti itu kita abaikan saja dia"ucap Aruna
Maya tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan
"Udah masak?"tanya Ferdi yang sudah datang
"Belum Pah ini dikit lagi kok"ucap Maya
__ADS_1
"Nggak mateng-mateng itu Pah soalnya mereka berdua berpelukan mulu"ucap Raka
"Iri ya"ucap Aruna
"Nggak"ucap Raka
"Ya udah kalau gitu sini bantuin kita"ucap Aruna
"Iya nih cuma liatin doang"ucap Maya
Ferdi dan Raka langsung membakar sementara Aruna dan Maya, beserta bi Astrid menyiapkan makanya
Setelah menunggu beberapa menit kemudian semuanya pun sudah selesai
"Yey akhirnya selesai juga"ucap Aruna
"Iya yuk kita makan"ucap Maya
"Iya ini pasti enak soalnya Papa yang masak bareng Raka ya nggak Ka"ucap Ferdi
"Iya dong Pa"ucap Raka
"Ihh Apaan kalian cuma bakarin doang Mama sama Una yang udah marinasi dagingnya makanya enak lah"ucap Maya
"Ya tapi kan kita yang selesai in"ucap Ferdi
Di kepala Maya dan Aruna langsung terbesit memberikan tantangan kepada Ferdi dan Raka
"Oke kalau gitu mari kita liat seberapa jagonya sih kalian berdua dengan cara kalian berdua masak nasi goreng sekarang"ucap Maya
"Iya dan tanpa bantuan dari siapa pun"ucap Aruna
"Lah kok gitu sih kan kita udah bakarin ini untuk Apa kita beberquan kalau ujung-ujungnya makan nasi goreng juga"ucap Raka
"Bilang aja kamu takut ya kan"ucap Aruna
"Ya udah sana masak"ucap Aruna datar
"Oke kalau gitu Pah ayo kita masak"ucap Raka
"Oke ayo kita perlihatkan kepada mereka kalau kita bukan cuma jago nyari uang tapi kita juga bisa masak"ucap Ferdi semangat
"Iya ayo Pa! tunggu ya"ucap Raka
Lalu mereka berdua langsung pergi ke dapur untuk masak
"Kita tunggu in aja tuh hasilnya kayak gimana"ucap Maya
"Iya Ma, Una berdoa semoga kita nggak pingsan ya makan masakan mereka"ucap Aruna
"Iya"ucap Maya tertawa
***
Di dapur Raka dan Ferdi terlihat bingung Apa yang harus mereka lakukan
"Duh gimana nih Pa Raka jarang masuk ke dapur"ucap Raka
"Apa lagi Papa nggak pernah malah"ucap Ferdi
Raka melihat ada celemek dan ia langsung mengambil nya
"Nah ini Pa kita pakai ini dulu"ucap Raka sambil menyodorkan satu celemek untuk Ferdi
"Oke kamu pakaikan ke Papa terus Papa yang gantian pakaikan kamu"ucap Ferdi
"Oke Pa"ucap Raka yang langsung memakaikan celemek itu ke Papa nya dan begitu pun sebaliknya
__ADS_1
Lalu Ferdi melihat ada sebuah kain kecil dan panjang yang hampir mirip dengan dasi
Ia langsung mengambilnya dan memberikan satu untuk Raka
"Pakai ini Ka"ucap Ferdi
"Ini Apa Pa?"tanya Raka
"Papa juga nggak tau tapi kita pakai aja sebagai kekuatan kita untuk perang"ucap Ferdi semangat
"Oke Pa"
Lalu Raka dan Ferdi mengikat kain itu di jidat nya
"Oke ayo kita berpegang"ucap Ferdi sambil memeluk dadanya dan mengangkat sendok satu
"Ayo"ucap Raka sambil mengangkat wajan
Selang beberapa menit kemudian mereka berdua juga belum datang
"Ma ko lama banget ya"ucap Aruna
"Iya nih mereka ngapain aja sih"ucap Maya
"Atau kita pergi ngintip mereka aja ya Ma"ucap Aruna
"Ide bagus itu"ucap Maya
Lalu mereka berdua langsung pergi ke dapur untuk melihat atraksi kedua laki-laki yang tidak pernah menyentuh wajan itu
Aruna dan Maya langsung tertawa ketika melihat Ferdi dan Raka yang kesulitan memasak
Aruna langsung memvideo kan mereka berdua
Raka yang mengupas bawang sampai mengusap air matanya karena pedas
Sedangkan Ferdi yang mengaduk-aduk dengan pusing
"Lucu banget sih mereka"ucap Maya sambil tertawa kecil
"Iya Ma"ucap Aruna sambil tertawa
Selang beberapa menit kemudian Raka dan Ferdi sudah selesai masak
Maya dan Aruna langsung pergi ke meja makan sebelum ketahuan
"Una ayo kita pergi ke meja makan sebelum mereka liat kita mengintip di sini"ucap Maya pelan
"Iya Ayo Ma"ucap Aruna
Lalu mereka berdua langsung pergi ke meja makan
Sedangkan Raka dan Ferdi masih sibuk untuk pleting masakannya
Raka memotong beberapa timun dan menyimpannya di pinggir piring
"Bagi ya Ka, Papa lapar"ucap Ferdi memakan satu timun
"Oh ya Pa nggak Apa-apa Raka juga lapar"ucap Raka yang mengambil satu timun juga dan memakannya
Lalu setelah itu Ferdi memberikan acara timun di samping nasi goreng lalu memberikan satu buah cabe
Yang sudah di bentuk dan di simpan di atas nasi goreng dan tidak kelupaan pula dengan kerupuk nya
Nasi goreng tanpa kerupuk nggak afdol
Bersambung...
__ADS_1