Pernikahan Rahasia Siswa

Pernikahan Rahasia Siswa
mencari pendamping hidup


__ADS_3

Aruna dan Raka langsung masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri masing-masing


Raka memeluk tubuh Aruna dari belakang dengan manja


"Mas kamu Kenapa?"tanya Aruna


"Aku tuh tadi udah seneng banget kamu bilang kamu hamil tapi ternyata nggak"ucap Raka manja


"Mas kan aku udah bilang aku belum mau punya anak aku mau sekolah"ucap Aruna


"Tapi Mas tuh pengen banget bisa ngomong sama perut kamu yang isinya anak kita"ucap Raka sambil mengusap perut Aruna


Aruna menatap wajah Raka


"Kita bikin yah"ucap Raka tersenyum


"Nggak ya"ucap Aruna


"Aaa ayo lah"ucap Raka manja


"Mas kamu tuh Kenapa sih manja banget kayak gini"ucap Aruna


"Pengen punya anak"ucap Raka


Lalu mereka berdua seperti biasa melakukan aksi pergulatan


***


Pagi hari pun sudah tiba kini Sela dan Novi sedang berjalan di koridor sekolah dengan santai


Lalu mereka berdua melihat Pak Yadi sendirian sambil duduk termenung


"Sel Pak Yadi Kenapa tuh"ucap Novi


"Nggak tau tuh kita kagetin aja yuk"ucap Sela


"Kalau nanti di hukum lagi gimana"ucap Novi


"Ya juga sih"ucap Sela


"Mendingan kita samperin aja lah"ucap Novi


"Pak ada Apa pagi-pagi duduk di sini sendiri lagi nggak takut Apa"ucap Sela setelah mereka berdua sudah sampai di depan Pak Yadi


"Kalian berdua tuh"ucap Pak Yadi lesu


"Bapak Kenapa sih kayak nggak semangat gitu"ucap Novi


"Iya kayak kelilit hutang aja"ucap Sela


"Ini itu lebih dari kelilit hutang"ucap pak Yadi


"Terus Apa dong pak?"tanya Novi


"Saya itu lagi kepikiran Kapan ya jodoh saya datang"ucap Pak Yadi


Novi dan Sela langsung saling menatap satu sama lain sambil menahan tawanya


"Saya kemarin ke taman liat orang yang semuanya sudah punya pasangan ada juga yang sudah punya anak tapi cuma saya aja yang sendiri"ucap Pak Yadi


"Siapa suruh perginya ke taman"ucap Sela


"Jadi pak Yadi pengen punya pacar gitu pak"ucap Novi


"Kalau umur saya sekarang mah udah nggak bisa pacaran lagi Nov tapi maunya nikah"ucap Pak Yadi


"Tapi kira-kira ada emang yang mau sama Bapak"ucap Sela


"Kamu ini Sela,kamu mau saya hukum"ucap Pak Yadi

__ADS_1


"Ehhh enggak cuma becanda Pak"ucap Sela


Lalu Novi melihat Ibu Rosa salah satu guru di SMA Taruna Bangsa itu


"Ehh Pak Kenapa Bapak nggak coba deketin Ibu Rosa aja"ucap memberikan saran


"Bener tuh Pak kan Ibu Rosa masih jomblo, pintar, cantik lagi Kenapa Bapak nggak perjuangin dia aja"ucap Sela


"Iya juga ya"ucap Pak Yadi


"Iya kan"ucap Novi


"Tapi gimana caranya"ucap Pak Yadi


"Nanti deh kita cari cara, kita akan bantuin Bapak gimana"ucap Sela


"Nah ini nih baru murid saya yang mau bantuin saya"ucap Pak Yadi


"Ett tapi ada syaratnya"ucap Sela


"Hemmm lagi-lagi"ucap Pak Yadi


"Mau nggak"ucap Sela


"Apa emang"ucap Pak Yadi


"Traktir kita dong"ucap Sela


"Nah bener tuh"ucap Novi


"Ya elah"ucap Pak Yadi


"Mau nggak"ucap Sela


"Iya... Iya tapi kalian harus bantuin saya sampai saya bisa dapat kan Buk Rosa"ucap Pak Yadi


"Oke siap Pak"ucap Sela dan Novi


"Iya ajakin kita dong"ucap Dito


"Kalian nggak boleh di ajak mulut kalian berdua berdua bolong"ucap Pak Yadi


"Iya lah bolong kalau nggak bolong gimana caranya bisa bicara coba"ucap Dito


"Ihh Apaan sih kalian tuh masih anak kecil"ucap Novi


"Iya anak kecil itu nggak boleh ganggu urusan dewasa ya bay"ucap Sela menghempaskan rambutnya lalu pergi bersama Novi


Di sisi lain pula ada Pak Yadi yang sok-sokan menghempaskan rambutnya lalu pergi


"Bay"ucap Pak Yadi


"Dih jijik Pak"ucap Dion


"Nih gimana ceritanya kita di bilang anak kecil dia kan adik kelas kita ya kali kita mudah dari dia"ucap Dito


"Auu ah"ucap Dion


"Novi,Sela ke kiri,Pak Yadi ke Kanan, terus kita Kemana?"tanya Dito


"Noh ke astronot aja noh"ucap Dion yang langsung pergi meninggalkan Dito


"Ye kampret"ucap Dito yang langsung pergi juga


***


"Guys kita ke kantin yuk"ucap Aruna


"Tumben lo yang ngajak biasanya kan kita"ucap Sela

__ADS_1


"Iya nggak tau nih laper banget gue"ucap Aruna


"Ya udah yuk kita pergi"ucap Novi


Aruna dan Sela menganggukkan kepalanya lalu pergi ke kantin


Pada saat mereka keluar dari kantin mereka di kejutkan dengan Raka dan kedua pawangnya


"Ke kantin"ucap Raka


"Iya nih laper banget"ucap Aruna


"Ya udah yuk"ucap Raka


Lalu mereka semua langsung berjalan ke kantin


Mereka berpapasan dengan Kevin yang habis dari ruang OSIS


Kevin menatap ke arah Raka dan Aruna lalu langsung pergi begitu saja


"Tuh anak Kenapa"ucap Dito


"Kurang obat kali"ucap Dion


Aruna menatap ke arah Raka yang sedang menatapnya juga


Lalu Raka menganggukkan kepalanya pelan


"Ya udah yuk kita pergi aja ngapain ngurusin kak Kevin sih"ucap Sela


"Iya lagian kalau dia itu udah mau berubah dan nggak mau ngerusak hubungan antara Raka dan Aruna ya bagus dong"ucap Novi


"Iya bener juga sih"ucap Dito


Lalu tiba-tiba Pak Yadi datang dengan senang


"Novi,Sela"ucap Pak Yadi senang


"Ada Apa Pak kayaknya seneng banget"ucap Novi


"Iya dong kan kalian mau bantuin saya ya kan"ucap Pak Yadi


"Bantuin Apaan"ucap Aruna


"Ada deh"ucap Pak Yadi


"Woi kalian lagi ngadain bisnis ilegal ya awas lo gue laporin"ucap Dito


"Dih Apaan sih lo"ucap Novi


"Terus Apa dong"ucap Dion


"Kasih tau nggak Pak"ucap Sela


"Ya udah deh kasih tau aja supaya lebih banyak yang bantuin saya gitu"ucap Pak Yadi


"Oke"ucap Sela


"Nah jadi gini guys karena Pak Yadi itu sudah tidak betah jadi jomblo jadi dia memutuskan untuk cari pasangan"ucap Novi


"Iya dan kita berdua lagi ngasih saran Pak Yadi buat deketin Bu Rosa"ucap Sela


Lalu Dion dan Dito langsung tertawa terbahak-bahak


"Kenapa kalian berdua tertawa gitu"ucap Pak Yadi


"Ternyata bukan cuma kita doang yang nggak betah jomblo ternyata Pak Yadi juga nggak betah"ucap Dion


"Suttt kalian bisa nggak sih kalau ngomong itu nggak usah keras-keras nanti kalau ada yang dengar gimana mau di taro dimana muka saya"ucap Pak Yadi

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2