
Di sekolah Aruna berjalan terlebih dahulu meninggalkan Raka
Di koridor sekolah dan yang masih pagi siswa-siswi baru datang beberapa orang yang bisa di hitung
"Unaaa,,,,"teriak Novi dan Sela sambil berlari
Aruna membalikkan badannya dan tersenyum melihat kedua sahabatnya itu
Sesampainya di depan Aruna mereka bertiga langsung saling berpelukan
"Aaaa Una kita tuh kangen sama lo"ucap Novi
"Oh ya kan baru sehari juga gue nggak masuk masa udah kangen aja"
"Ihhh Una walaupun sehari kita tuh udah kangen banget sama lo"ucap Sela
"Masa?"goda Aruna
"Unaa,,,"teriak Novi dan Sela
"Hahaha iya gue cuma becanda, gue juga kangen banget sama kalian"ucap Aruna
Mereka bertiga kembali berpelukan tiba-tiba mereka di kejutkan oleh ketiga tokek
"Wooiii..."ucap Dion mengangetkan mereka bertiga
"Ihh kak Dion tuh apa-apaan sih ngagetin aja tau nggak"kesal Novi
"Habisnya berpelukan kayak teletubbies di jalan kita kan mau lewat"
"Lah kan kakak bisa lewat di pinggir tuh masih luas kok"kesal Sela
"Tapi gue mau nya di tengah sini"ucap Dion santai
"Ehhh sabar,,,sabar,,, ini masih pagi"ucap Novi
"Guys yuk kita ke kelas aja, kita ngobrol di situ di sini ada cowok pembawaan sial nanti kita bisa di hukum lagi kayak kemarin"ucap Sela
Dion menaikkan satu alisnya
"Maksud lo cowok pembawa sial tuh Dito?"ucap Dion yang langsung mendapatkan toyoran maut dari Dito
"Lo juga kampret"sahut Dito
"Iya kak Dito pembawa sial terus kak Dion pembawa mala petaka"ucap Novi
"Tuh mulut licin banget ya kalau ngomong"ucap Dion
"Iya emang kenapa"
Aruna dan Raka yang dari tadi hanya menonton pertengkaran mereka dan jadi bingung apa yang terjadi
"Tunggu-tunggu ini maksudnya Apa sih?"tanya Aruna
"Iya ini nih Una gara-gara kakak kelas kita dua bekicut jadi-jadian ini udah bikin gue sama Sela di hukum kemarin"ucap Novi
"Di hukum gara-gara Apa?"Aruna semakin bingung
"Udahlah nanti kita ceritain semua nya di sini nggak enak cerita nya"ucap Sela
"Kenapa nggak enak?"tanya Dion
"Nggak enak karena ada kakak"ucap Sela dan Novi secar bersamaan
Lalu mereka menarik tangan Aruna untuk masuk ke kelas
Raka hanya melihat istrinya itu di bawa oleh sahabatnya
__ADS_1
Lalu menatap ke arah Dion dan Dito
"Jelasin semuanya sama gue"ucap Raka lalu beranjak pergi ke dalam kelas
Dion dan Dito langsung mengikuti dari belakang
Sesampainya di dalam kelas Aruna duduk di bangku nya sambil menatap kedua sahabatnya itu
"Ihh rese banget sih tuh kakak kelas"ucap Novi
"Gini ya kalau kalian tuh kayak gini gue tuh bingung tau nggak,,terus kalian juga nggak ngasih tau gue masalahnya apa tambah pusing gue jadi nya"ucap Aruna
"Yaudah nih kita ceritain ya"ucap Sela yang menceritakan semuanya
Setelah Sela sudah selesai bercerita Aruna langsung tertawa
"Ihh Una kok lo ketawa sih,, jahat banget sama sahabat sendiri"ucap Novi memanyunkan bibirnya sedikit
"Ya lagian kalian juga sih mau aja di bodo-bodohin"
"Ya kan kita nggak tau mereka ngode ya udah kita iya in aja"
"Kan rasain sendiri lain kali kalau di kasih kode yang nggak-nggak apa lagi kalian juga nggak tau peristiwa nya ya nggak usah aneh-aneh lah"
"Iya... Iya lain kali nggak gitu"ucap Novi
"Bener-bener ya kalian berdua tuh"ucap Raka
"Hehe biasa cari mangsa buat di hukum bersama"
Raka menggelengkan kepalanya pelan tak habis pikir dengan kedua temannya itu
***
Pada saat jam istirahat tiba semua siswa-siswi berada di kantin begitu pula dengan Aruna dan kedua sahabatnya itu
"Aduh baru juga sehari gue nggak ke sekolah udah kangen aja sama batagor di kantin"ucap Aruna
"Nah kan makanya harus ke sekolah terus supaya kita berdua juga nggak kesepian"ucap Novi
"Emmm bener tuh"ucap Sela sambil memakan bakso
Mereka bertiga makan dengan perasaan bahagia
Tiba-tiba ada Raka dan kedua pengawalnya itu yang baru saja datang
"Woi itu Aruna dan kedua kelinci nya kita makan di sana aja yuk"ucap Dion
"Ngapain kita makan di sana"ucap Raka datar
"Biasa gangguin mereka"ucap Dion sambil mengedipkan satu mata nya
"Ogah gue"
"Ayok lah bro"ucap Dito
"Nggak!!"
"Ya udah kalau lo nggak mau pergi biar kita aja yang pergi"ucap Dito
Raka menghela nafasnya panjang dan langsung melangkahkan kakinya menuju meja yang di tempati Aruna dan sahabatnya
Aruna terkejut melihat Raka yang tiba-tiba ada di sampingnya
"Kok kakak ada di Sini?"tanya Aruna pelan
"Tuh dua orang alien itu mau kesini"ucap Raka datar
__ADS_1
Dion dan Dito yang sudah mengambil makanannya dan pesanan buat Raka langsung ia letakkan di atas meja
"Tunggu kakak ngapain nyimpen makanan kakak di sini"ucap Novi
"Ya kita mau makan di sini lah"ucap Dion datar
"Loh kok gitu sih ini kan meja kita,kita yang duluan ke sini"ucap Novi kesal
"Iya lagi pula kan kakak udah punya tempat yang menentu"timpal Sela
"Bosen di sana lebih bagus di sini deket dek Sela pasti lebih enak makan sambil lihat adek Sela"ucap Dito
semua yang ada di meja itu langsung menatap ke arah Dito terlebih lagi Sela
yang menatap wajah Dito sambil menganga
"Kak lo udah minum obat kan?"tanya Sela
"Nggak perlu minum obat kan obat abang Sela"
"Sadar woi lagi pula dapat kata-kata dari mana lo"ucap Dion sambil mengusap kasar wajah Dito
"Apaan sih lo"ucap Dito kesal
"Udah-udah kalau kakak mau gabung ya nggak apa-apa yang penting kakak nggak buat keributan"ucap Aruna
"Una tapi kan"ucap Novi
"Udah nggak apa-apa"ucap Aruna
Lalu mereka semua makan dengan tenang tapi menjadi pusat perhatian semua penghuni kantin pasalnya
Raka end the geng itu tidak pernah makan bareng siswi mana pun ini pertama kalinya mereka makan apa lagi bareng Aruna end the geng
***
Bel pulang sudah berbunyi dua menit yang lalu Raka sudah menunggu Aruna di depan mobilnya
"Tuh anak kemana sih lama banget"ucap Raka kesal
Lalu dia mengambil Handphone nya dan mencari nama Aruna di kontak nya
"Halo"ucap Aruna dari seberang telepon
"Lo di mana sih gue udah nungguin dari tadi di mobil nih"ucap Raka kesal
"Iya ini gue juga udah hampir sampai di parkiran kok"
"Ya udah cepetan"
"Iya"
Sambungan telpon pun terputus dan selang beberapa detik Aruna telah sampai di parkiran dan menatap Raka
"Lama banget sih lo"ucap Raka kesal
"Iya maaf tadi tuh pulpen Novi jatuh terus gue sama sela bantuin dulu"
"Ya udah ayo masuk ke mobil"ucap Raka yang langsung masuk ke dalam mobil
"Marah-marah mulu"ucap Aruna pelan
"Ayok cepat"
"Iya"
Pada saat Aruna telah masuk ke dalam mobil Raka pun langsung menancap kan gas mobil nya untuk pulang ke rumah...
__ADS_1
Bersambung...