Pernikahan Rahasia Siswa

Pernikahan Rahasia Siswa
malam pertama


__ADS_3

"Aduh kita tuh sebenernya nggak usah kayak gini tau"ucap Novi kesal sambil mengepel lantai


"Iya nih.Kakak tuh ya jahat banget sih"sahut Sela


"Eh kita berdua tuh baik di hukum ngajakin kalian"sahut Dion santai


"Baik dari hongkong"ketus Novi


"Eh gini ya adik kelas tersangkut"


"Tersayang...!"teriak Novi, Sela dan Dito


"Iya itu maksudnya!gini ya kita berempat tuh di hukum kan anggap aja kita tuh sekarang lagi olahraga"


"Olahraga apaan kayak gini"ucap Sela kesal


"Ya olahraga basahin ketek"


"Idih bwuueee..."


"Ini tuh harusnya kak Dion sama kak Dito yang ngelakuin tau nggak"


"Loh kenapa mesti kita berdua yang lakuin kalian kan juga"


"Ya kan kakak yang ngasih tau kalau kakak nggak ngode nyuruh kita berdua untuk bohong ya kita nggak bohong lah"


"Siapa suruh percaya sama Dion dia itu memang suka cari teman"


"Ih kakak kan udah punya temen bareng untuk di hukum"


"Siapa?"tanya Dito


"Kak Dito lah"


"Idih ogah gue"


"Ginih ya kalau kita berdua di hukum enggak enak nanti kalau ada hantu gimana,Dito kan suka nyosor"


"Nyosor Gimana?"tanya Novi bingung


"Ya nyosor gitu kalau nanti gue hamil tiga bulan gara-gara di hukum berdua sama nih kadal..."ucap Dion sambil bernyanyi


"Kampret gue masih waras woi"ucap Dito kesal Dion hanya tertawa


"Ihh bodo amat ya sama kaka Sel ayo cepat kita selesai in ini muak gue liat dua bekicut nih"ucap Novi


***


"Nah sayang kalian masuk kamar ya istirahat kalian kan besok ke sekolah"ucap Maya lembut


"Baik Ma"ucap Raka dan langsung pergi ke kamar


"Ayo sayang ikuti Raka"perintah Maya lembut Aruna menganggukkan kepalanya


"Iya Ma"


Aruna langsung mengikuti Raka ke kamar.


Setelah mereka sampai di kamar Aruna langsung melihat ke sekelilingnya


"Gue yang mandi duluan"ucap Raka dan langsung pergi ke kamar mandi


Aruna melangkahkan kakinya dan duduk di sudut ranjang lalu menghembuskan nafasnya


Lalu selang beberapa menit Raka keluar dari kamar mandi lalu menatap wajah Aruna


"Udah sana masuk"ucap Raka


Aruna menganggukkan kepalanya dan langsung masuk ke kamar mandi


Entah mengapa hari ini Aruna tidak banyak berbicara apa karena dia tidak tinggal lagi bersama orang tua nya atau ada hal lain yang saat ini dia pikirkan.

__ADS_1


Setelah Aruna keluar dari kamar mandi ia menatap ke arah Raka yang juga menatap wajah nya


Aruna meneguk salivanya


"Duh mati gue gimana nih"ucap Aruna dalam hati


"Lo tidur di sofa dan gue tidur di ranjang"ucap Raka yang membuat Aruna terkejut dan langsung menatap wajah Raka


"Setuju!"ucap Aruna sambil tersenyum bahagia


Karena jujur dia masih tidak bisa untuk melakukan hubungan intim atau hubungan suami istri


Dirinya belum siap karena semua itu terlalu cepat baginya umurnya juga masih sangat muda


"Selimut ada di lemari ambil aja"ucap Raka dan langsung berbaring


Entah mengapa Raka juga hari ini sangat berbeda dengan yang biasa nya Raka hari ini terlihat pendiam dan tidak marah-marah


Aruna langsung berjalan untuk mengambil selimut di dalam lemari dan berbaring di sofa lalu memejamkan matanya.


Saking capeknya mereka semua tidur lebih awal, mereka semua tertidur pulas


"Haduh capek banget gue"ucap Novi


"Iya gue juga capek banget nih"ucap Sela


Novi dan Sela duduk di depan toilet, mereka telah selesai menjalankan hukumannya


Dion dan Dito telah membeli minuman dari kantin


"Nih"ucap Dion sambil memberikan air itu ke Novi


Dan langsung di terima dan di minum oleh Novi


"Heeeh lega banget thanks kak"ucap Novi


"Yoi"


Sela dan Novi saling menatap satu sama lain Sela merasa bingung dan Novi mengangkat kedua bahunya


Tanpa banyak ngomong Sela langsung mengambil air itu dan meminumnya


"Thanks kak"ucap Sela


"Iya sama-sama dek"ucap Dito


"Oh iya adek Ela udah makan belum?, kalau belum kita makan yuk abang Dito beliin"


"Kak lo kenapa sih?"tanya Novi


"Nggak Apa-apa kok"


"Awas Sela tuh penyakit Dito muncul lagi awas nanti lo yang di sosor"ucap Dion sambil tertawa terbahak-bahak


"Ihhh kak Dito lo tuh nakutin tau nggak"ucap Sela


"Woi dasar lu ya"ucap Dito kesal kepada Dion


Dion semakin tertawa terbahak-bahak


"Dih udah ah ayo Vi kita ke kelas aja pusing gue di sini liat nih bekicut"ucap Sela sambil berdiri


"Iya yuk kita ke kelas aja bisa gila gue di sini mulu gara-gara nih dua orang"


Setelah kepergian Novi dan Sela


, Dito langsung menoyor kepala Dion


"Lo tuh ya orang gue mau berusaha untuk melepas jomblo langsung nggak jadi gara-gara lo"ucap Dito kesal Dion hanya tertawa keras


***

__ADS_1


Di pagi hari kedua pengantin baru itu sudah siap untuk ke sekolah


"Una, Raka yuk kita sarapan dulu"teriak Maya


"Iya Ma bentar"teriak Aruna


Iya sedang bercermin dan sangat rapi


"Oke siap"ucap Aruna lalu ia ingin berjalan ke luar tapi ia melihat Raka kesusahan memakai dasi nya


"Sini gue bantu"ucap Aruna sambil meminta dasi Raka


"Gue bisa sendiri,, udah lo keluar aja"ucap Raka


"Gue akan keluar bareng sama lo.Sini dasinya"


"Nggak usah,gue bisa sendiri"


Aruna menghela nafasnya panjang lalu mengambil kursi hias dan menaruhnya di depan Raka


Lalu Aruna menaiki kursi itu dan mengambil dasi Raka dari tangannya


"Woi gue kan udah bilang nggak usah"ucap Raka mulai emosi


"Bisa nggak sih nggak usah banyak ngomong diem aja"


Aruna langsung mengikat dasi itu di leher Raka


"Udah siap"ucap Aruna lalu ia turun dari kursi dan mengembalikan kursi itu ke tempatnya semula


"Udah siap kan ayok kita sarapan dulu"ucap Aruna


"Emangnya lo siapa gue mau nyuruh-nyuruh gue ha"ketus Raka


"Gue istri lo"ucap Aruna datar dan langsung keluar dari kamar


Raka melihat punggung Aruna


"Iya juga ya"ucap Raka menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Pagi Ma, Pa"ucap Aruna santun


"Hai pagi sayang"ucap Maya dan Ferdi


"Ayo duduk kita sarapan dulu yah"


"Iya Ma"


Aruna langsung duduk di kursi


"Una, Raka Mana sayang?"tanya Maya


"Itu kak Raka nya Ma"ucap Aruna sambil melihat Raka


"Raka duduk sini"


"Iya Ma"


"Oh iya kalian nanti pergi ke sekolah bareng ya pulang nya juga harus bareng"ucap Maya sambil memberikan Aruna dan Raka nasi goreng


"Ermm,, nggak usah deh Ma.Una bisa naik taksi atau ojek kok"ucap Aruna


"Loh enggak boleh gitu dong sayang Raka kan suami kamu, jadi Raka harus jagain kamu ya,,, Mama nggak nerima alasan loh"ucap Maya


"Iya Ma"ucap Aruna sambil menganggukkan kepalanya


Setelah mereka sudah makan Ferdi, Raka dan Aruna kini pergi untuk kesibukan masing-masing


Ferdi yang pergi ke kantor sedangkan Aruna dan Raka pergi ke sekolah...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2