
"Hahah itu kayaknya jodoh lu Yon"ucap Dito sambil tertawa terbahak-bahak
"Iya itu cewek yang turun dari langit"ucap Novi yang kini tertawa juga
"Dih amit-amit"ucap Dion
"Nggak boleh gitu tau kak kalau bener itu jodoh kakak gimana"ucap Aruna
"Bener tuh lo kan enggak usah bikin spanduk lagi"ucap Raka
"Udah ah gue laper cepetan kalian mau pesanin Apaan"ucap Dion
"Ye baper atau salting ka"teriak Sela
Lalu mereka semua langsung tertawa terbahak-bahak
"Pak ini masakan Bapak"ucap Bu Rosa
"Iya Bu"ucap Pak Yadi
"Wah ternyata Pak Yadi pintar masak ya ini makanannya enak banget"ucap Bu Rosa senang
"Makasih Bu,itu memang istimewa buat Ibu"ucap Pak Yadi
"Makasih lo Pak"ucap Bu Rosa
"Iya Bu sama-sama"ucap Pak Yadi
Lalu mereka berdua makan bersama dengan tenang dan jangan di tanya bagaimana perasaan Pak Yadi saat ini
Perasaannya sedang berbunga-bunga seperti taman bunga
***
"Bu,Ibu pulang bareng siapa?"tanya Pak Yadi
"Saya pulang palingan naik taksi sih Pak"ucap Bu Rosa
"Pulang bareng saya aja Bu"ucap Pak Yadi
"Nggak usah Pak saya bisa sendiri,saya takut repotin Pak Yadi"ucap Bu Rosa
"Nggak kok Bu,saya nggak merasa di repotkan sama sekali malah saya seneng bisa anterin Ibu"ucap Pak Yadi
"Beneran Pak nggak Apa-apa"ucap Bu Rosa
"Iya bener Bu nggak Apa-apa"ucap Pak Yadi
"Ya udah deh kalau gitu makasih ya Pak"ucap Bu Rosa
Lalu mereka pergi ke rumah Bu Rosa
"Widih hebat Pak"teriak Dion
"Gasken Pak"teriak Sela
"Makin gila tuh Bapak-bapak ya"ucap Dion
"Bener tuh Pak Yadi kayaknya jadi juara tuh"ucap Novi
"Tuh kak Pak udah ada sekarang giliran kakak udah terima aja yang cewek tadi siapa namanya"ucap Aruna
"Lisa"ucap Dito,Raka,Sela dan Novi bersamaan
"Nah itu dia"ucap Aruna
"Itu bukan jodoh gue"ucap Dion
"Tau dari mana"ucap Aruna
"Tau dari mata batin gue"ucap Dion
"ciiihhh mata batin genduruo"ucap Novi
"Ya udah deh guys gue pulang dulu ya"ucap Aruna
"Okay bay"ucap Novi dan Sela
Lalu mereka semua langsung pulang ke rumah masing-masing
***
__ADS_1
Di apartemen Aruna merasa sangat lelah ia merasa tidak enak badan
"Loh sayang kamu Kenapa kok pucat gitu"ucap Raka panik
"Enggak tau nih kayaknya nggak enak badan deh"ucap Aruna
"Ya udah kita ke rumah sakit sekarang ya"ucap Raka
"Nggak usah aku nggak Apa-apa kok"ucap Aruna
"Nggak Apa-apa gimana orang kamu pucat banget loh itu"ucap Raka
"Nggak kok aku kayaknya mau tidur aja deh siapa tau nanti bisa seger lagi"ucap Aruna
"Beneran kamu nggak Apa-apa?"tanya Raka
"Iya bener"jawab Aruna
"Ya udah kalau gitu aku antar kamu masuk ke kamar ya"ucap Raka
Aruna menganggukkan kepalanya
Lalu Aruna langsung merebahkan tubuhnya dan tertidur nyenyak
Lalu di sore harinya Aruna sudah bangun tapi ia merasa sangat letih
"Gue Kenapa ya tadi nggak kayak gini"ucap Aruna
Lalu ia merasakan kepala nya berdenyut dan penglihatannya buram
"Kenapa gue pusing ya"ucap Aruna
"Mas"teriak Aruna
Ia sudah sangat tidak tahan penglihatannya pun sudah gelap lalu ia terjatuh dan pingsan
Pada saat Raka sudah masuk di kamar ia langsung membulatkan matanya saat melihat Aruna yang terbaring di lantai
"Una"ucap Raka
"Una hai bangun sayang"ucap Raka panik
Lalu ia mengambil handphone nya dan langsung menelpon Maya
"Halo Ma,Ma Una pingsan"ucap Raka panik
"Apa kok bisa?"tanya Maya yang juga panik
"Nggak tau Ma tadi Una memang udah pucat tapi dia nggak mau di bawa ke dokter"ucap Raka
"Ya udah kamu langsung pergi ke rumah sakit biar Mama yang telpon om kamu"ucap Maya
"Iya Ma"ucap Raka
"Kita ketemu di rumah sakit ya"ucap Maya
"Iya Ma"
Lalu sambungan telpon pun langsung terputus
Raka langsung menggendong Aruna dan pergi ke rumah sakit
"Halo Ndre"ucap Maya
"Ya halo Mba"ucap Andre adik Maya
"Ndre,Raka ke sana bawa istri nya kamu siap-siap ya"ucap Maya
"Loh istrinya Kenapa Mba"ucap Andre
"Nggak tau pokoknya kamu siap-siap aja Mba juga ke sana sekarang"ucap Maya
"Oke Mba"ucap Andre
Lalu Maya langsung pergi ke rumah sakit
"Ya Allah lindungilah menantu hamba"ucap Maya
Lalu setibanya di rumah sakit Raka langsung menggendong Aruna masuk ke rumah sakit
Lalu Andre melihat Raka
__ADS_1
"Raka,suster cepat bawa pasien ke ruangan sekarang"ucap Andre
"Ka,Aruna Kenapa"ucap Andre
"Nggak tau om"ucap Raka panik
"Ya udah saya periksa dulu ya"ucap Andre
"Iya om"ucap Raka
Lalu Andre langsung masuk ke ruang pemeriksaan
Raka sudah sangat panik dan beberapa menit kemudian Maya pun datang
"Ka"ucap Maya
"Ma"
"Ka gimana keadaan Una?"tanya Maya
"Una masih di periksa sama Om Andre"ucap Raka
Lalu suster tiba-tiba keluar dari ruangan Una dan pergi lalu membawa dokter wanita
"Sus istri saya Kenapa kok pakai dokter lagi"ucap Raka
"Iya Kenapa menantu saya dok"ucap Maya
"Mohon maaf Mas,Ibu tolong biarkan kami bertugas dulu ya kami akan memberi tahukan apa yang terjadi kepada pasien"ucap suster itu lembut
Lalu ia langsung masuk lagi ke ruangan
Raka dan Maya sangat cemas
Beberapa saat kemudian Ferdi dan asisten rumah tangga nya itu ke rumah sakit
"Pah Kenapa kamu di sini"ucap Maya
"Tadi Bibi bilang kalau Una masuk ke rumah sakit makanya Papa langsung ke sini"ucap Ferdi
"Iya Bu saya juga khawatir sama non Una makanya Bibi ikut sama Bapak sama mag Tarjo"ucap Bi Astrid
"Iya nggak Apa-apa Bi"ucap Maya
"Gimana keadaan Una sekarang"ucap Ferdi
"Masih di tangani Andre Pa"ucap Maya
"Ya udah kita berdoa aja ya"ucap Ferdi
"Iya Pa"ucap Maya
"Ya udah kita duduk dulu ya"ucap Ferdi
"Raka kamu tenang ya"
"Iya Pa"ucap Raka
Lalu mereka semua menunggu Andre keluar
Mereka semua sangat cemas termasuk Raka
dan beberapa saat kemudian suster keluar dari ruangan
"Silahkan kalian semua boleh masuk"ucap suster
Lalu mereka semua langsung masuk ke ruangan
"Andre, Una sebenarnya Kenapa?"tanya Maya yang mulai cemas
"Iya om Una Kenapa?"tanya Raka
Lalu Aruna sudah sadar, dia melihat banyak orang yang ada di dekatnya
"Una"ucap Raka
"Sayang gimana keadaan kamu?"tanya Maya panik
"Una nggak Apa-apa kok Ma"ucap Aruna
"Ini Una di rumah sakit"ucap Aruna
__ADS_1
"Iya sayang kamu ada di rumah sakit tadi kamu pingsan jadi di bawa ke rumah sakit"ucap Maya
Bersambung...