
Dua hari berlalu dan tibalah waktunya kedua orang tua Aruna memberikan tanggung jawab putri semata wayangnya itu kepada putra sahabatnya yaitu Raka Ardiyansyah Catur Ferdi.
Dan pada hari ini Raka dan Aruna tidak masuk sekolah dan Maya telah meminta izin kepada kepala sekolah Taruna Bangsa
Dengan alasan yang dapat kepala sekolah terima.
"Haduh sepi juga ya Una nggak masuk sekolah"ucap Novi lesu
"Iya nih baru juga nggak masuk kita berdua rasanya sepi banget"ucap Sela
"Mending kita jalan-jalan aja yuk"
"Ide bagus sumpek di kelas mulu"
Novi dan Sela pergi berjalan-jalan untuk menghibur hati mereka berdua
Dan pada saat mereka berjalan di koridor sekolah tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya
"Eh kalian berdua"ucap Dion yang mendekat
"Kita tuh punya nama kali kak, nama gue Novi dan ini Sela"ucap Novi
"Nggak peduli"ucap Dion
"Dih, terus ngapain panggil kita ada apa?"tanya Sela
"Adek Aruna Mana?"tanya Dion
"Ngapain kakak nanyain Una,Ada Apa?"tanya Novi kebingungan begitu pun dengan Sela
"Kepo lu"sahut Dito
"Ihh,,, kalian tuh ya rese banget sih udah di balikin juga makin ngelunjak"ucap Novi mulai kesal
"Ya ellah ini cewek emosian juga ya!"ucap Dion
"Emang"
"Udah ah yuk kita pergi aja kedua mahluk astral ini gangguin mood kita aja"ucap Sela
"Eh mulut adek kelas ini ya kalau ngomong ceplas-ceplos aja"
"Emang"ucap Sela
Novi dan Sela tanpa membalikkan kembali badannya dan berjalan
"Woi dasar adek kelas durhaka, gue kutuk lo jadi batu karang ya"teriak Dion
"Bodo amat"teriak Novi dan Sela santai tanpa membalikkan badannya.
"Sialan tuh cewek terong"ucap Dion kelas
***
"Saudara Raka Ardiyansyah Catur Ferdi ferdi saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak saya Aruna Clarissa dengan mahar emas kawin dan seperangkat alat sholat di bayar tunai...!"
"Saya terima nikah dan kawinnya Aruna Clarissa dengan mas kawin dan seperangkat alat sholat di bayar tunai..."
"Bagaimana saksi Sah?"
"Sah!"Ucap semua orang yang ada di sana
__ADS_1
"Alhamdulillah Rabbi Alimin"
Dan semua orang berdoa termasuk Raka dan Aruna.
"Yon loh makannya rakus banget sih"ucap Dito
"Gue tuh emosi gara-gara tuh adek kelas rese untung cantik kalau nggak habis dia"ucap Dion kesal
"Lo boleh emosi tapi masa iya lo makan bakso lima mangkok sih"sahut Dito tapi Dion tak memperdulikannya
"Eh tapi ya adek kelas kita itu ternyata cantik juga ya apalagi sih Sela itu"ucap Dito sambil mengangkat dagunya menggunakan kedua tangannya dan tersenyum manis
"Jangan bilang lo suka lagi sama tuh adik kelas?"
"Kayaknya"
"Ya ellah sadar woi emang tuh adik kelas mau sama lo?"
"Kalau dia juga suka sama gue gimana?"
"Jangan mimpi"ucap Dion sambil melap wajah dito kasar menggunakan tangan
"Ingat lo tuh punya Rati gue bilangin Rati baru tau rasa lu"ucap Dion mengancam
"Dih bilang aja emang tuh Rati Apa gue Ha?"
"Jodoh lu"ucap Dion sambil tertawa keras
"Dasar lu temen laknat"sahut Dito kesal
Dion semakin tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya yang terasa sakit karena tertawa.
"Heh kalian berdua"ucap seorang guru yang bernama Pak Yadi
"Ini nih pak tuh liat si Dion udah kayak demit yang bilang mang mau sate 100 tusuk ya bang"ucap Dito memperagakan
"Kamu itu ngomong kayak gitu di sini sepi kalau nanti ada beneran Gimana?"tanya Pak Yadi
"Aduh pak ini itu masih siang ya kali ada demit siang-siang kayak gini,atau bapak takut ya?"tanya Dito centil sambil menunjuk Pak Yadi
"Saya Takut?ya enggak lah"ucap Pak Yadi sedikit gugup
"Masa"
"Sudah-sudah kalian berdua balik ke kelas sekarang kalau nggak saya hukum kalian"
Dion dan Dito langsung bangkit dari tempat duduk mereka
"Pak,,tapi biasanya demit tuh juga suka keluar siang loh pak"bisik Dito menakuti Pak Yadi
"Jangan sampai kalau nanti kita berdua pergi demitnya langsung datang ke bapak"ucap Dion juga berbisik
Membuat Pak Yadi jadi takut
"Apaan sih kalian tuh ngelantur aja sudah sana balik ke kelas"ucap Pak Yadi berusaha tenang
Dion dan Dito langsung berlari
"Oh ya Pak kalau demitnya nanti kenalan ladenin aja Pak minta nomor nya sekalian supaya bapak nggak jomblo lagi"
"Dasar kalian ya mau saya hukum beneran"kesal Pak Yadi
__ADS_1
Dion dan Dito semakin berlari kencang dan terus tertawa keras karena melihat wajah Pak Yadi ketakutan tapi berusaha tetap tenang
Pak Yadi melihat punggung Dion dan Dito lalu mengusap belakang lehernya dan melihat ke sekelilingnya
"Bagaimana kalau yang di ucapkan Dion dan Dito itu beneran ya,ah pergi aja deh"ucap Pak Yadi merinding dan langsung berlari
Di koridor sekolah Novi dan Sela sedang berjalan santai dan tiba-tiba mereka di tabrak oleh Pak Yadi
Buakk...
"Aww..."pekik Novi dan Sela mereka bertiga terjatuh di lantai
"Bapak tuh kalau mau jalan lihat-lihat dulu dong"ucap Novi sambil bangkit
"Ya kalian berdua sih kalau lihat saya berlari ya harus nya kalian minggir dong"Sahut Pak Yadi
"Lah bapak yang salah masa kita berdua yang di salahin sih"ucap Sela kesal
"Iya lah siapa suruh nggak minggir"
"Kalau kita liat bapak lari ya kita pasti minggir lah gimana sih"ucap Novi jengkel
"Tetep kalian yang salah"
"Ihhh bapak tuh kayak cewek yang nggak mau salah tau"
"Apa kamu bilang?"
"Aduh bodo deh,lagian Pak Yadi tuh ngapain sih lari-larian?"tanya Novi kesal
"Nggak ada"ucap Pak Yadi gugup
Dion dan Dito yang dari tadi melihat pertengkaran antara guru dan siswi itu langsung tertawa terbahak-bahak dan keluar dari persembunyiannya
"Kak Dion,Kak Dito ngapain di Situ?"tanya Novi
"Aduh ternyata gini ya liat perdebatan antara guru dan siswa yang mau ngalah"ucap Dion sambil tertawa
"Iya betul seru juga"timpal Dito
"Heh kalian berdua kenapa masih di sini kan saya sudah suruh untuk masuk ke kelas"
"Bapak ngapain lari-larian hayo"ucap Dito sambil menunjuk ke arah Pak Yadi
"Nggak apa-apa s...Saya cuman mau olahraga"ucap Pak Yadi gugup
Dion dan Dito semakin tertawa sedangkan Novi dan Sela kebingungan
"Oh ya pak udah ketemu belum sama bang mau sate 100 tusuk bang"ucap Dion
"Atau bapak udah dapat nomor nya ya"ucap Dito
"Apaan sih kalian nih kalau ngomong ngawur terus"
"Kak kalian kenapa sih"ucap Sela
"Jadi nih Pak Yadi mau kencan sama demit"ucap Dito tertawa
"Ha?"ucap Sela
"Eh kalian ya kalau ngomong suka ceplas-ceplos"sahut Pak Yadi
__ADS_1
Sela dan Novi saling menatap satu sama lain dengan tatapan kebingungan sedangkan Dion dan Dito seperti orang yang kerasukan karena terus tertawa...
Bersambung...