Pernikahan Rahasia Siswa

Pernikahan Rahasia Siswa
Maya dan Sofi


__ADS_3

Maya yang sudah berbelanja bulanan melihat ke sebuah cafe di depan tempat ia berbelanja


Ia melihat Sofi yang sedang terduduk dan menatap sebuah cangkir yang berisikan kopi pesannya


"Bi.Bibi masuk aja dulu di mobil yah saya ada urusan sebentar"ucap Maya


"Oh iya baik Bu"ucap bi Astrid


Maya langsung pergi ke cafe itu


"Sofi"ucap Maya pada saat ia sudah berada di depan Sofi


"Tante Maya"ucap Sofi berdiri dan ingin menyalami tangan Maya


Tapi Maya tidak membalas uluran tangan Sofi


"Bagus ya kamu sudah berhasil membuat kekacauan di dalam hubungan anak saya terus kamu santai-santai di sini tanpa beban"ucap Maya emosi


"Tante saya beneran nggak bermaksud untuk bikin hubungan Raka itu hancur Tante,saya dan Raka itu berteman wajar dong saya ngerayain ulang tahun dia"ucap Sofi


"Iya kamu bisa kok ngerayain ulang tahun Raka saya malah berterima kasih kepada kamu tapi kenapa kamu memosting foto kamu dan Raka maksud kamu Apa Ha"emosi Maya


"Tante itu hak saya dong untuk mengapload foto saya karena itu privasi saya Tante nggak punya hak ya"ucap Sofi marah


"Saya tahu itu privasi kamu tapi kamu harus lihat di situ ada Raka anak saya,saya berhak dong untuk ngelarang kamu"ucap Maya


"Tante,,Tante lupa ya saya itu pernah jadi seseorang yang di cintai oleh anak Tante"ucap Sofi


"Iya saya ingat bahkan saya masih ingat sampai sekarang dan sampai kapanpun saya nggak bakalan lupa itu karena kamu adalah perempuan yang membuat anak saya hampir kehilangan nyawanya"


"Kamu adalah orang yang membuat Raka down sampai harus ke rumah sakit beberapa kali dan kamu adalah wanita yang sangat saya benci"


"Saya menyesal pernah memohon sama kamu sampai-sampai saya bersujud di hadapan kamu untuk kamu bisa menjenguk Raka di rumah sakit"


"Di mana kamu waktu Raka sakit Ha, selingkuh itu yang kamu lakuin kamu nggak peduli sama Raka mau dia hidup atau mati kamu nggak peduli sama dia itu kan kata-kata yang kamu keluarkan pada saat saya memohon sama kamu"


"Untuk ke rumah sakit menjenguk Raka,,dan liat pada akhirnya kamu juga di selingkuhi kan sekarang saya tau kamu itu adalah perempuan yang nggak pantas di cintai oleh laki-laki mana pun"ucap Maya emosi


"Karena kamu tidak pernah menghargai orang yang tulus sama kamu, orang yang cinta sekali sama kamu,,,dan saya berharap tidak ada lagi yang akan menjadi korban kamu yang selanjutnya"


"Dan satu lagi jika hubungan Raka dan Aruna berantakan karena ini saya akan cari kamu ingat itu"ucap Maya menekan dan langsung pergi


Pada saat Maya pergi Sofi langsung terduduk dan terdiam


Ia mengingat semua perbuatannya di waktu dulu memang sangat lah kejam


Tanpa ia sadari air matanya menetes


***


"Bu,Pak Una pulang dulu ya"ucap Aruna


"Iya Nduk kalian hati-hati ya di jalan"ucap Dina


"Iya Bu,tapi Bapak sama Ibu harus sehat terus ya jangan kecapean kalau ada Apa-apa telpon Una cepat ya"ucap Aruna

__ADS_1


"Iya Nduk kamu bawel banget sih"ucap Dina menggoda Aruna


Aruna tersenyum manis begitu pun dengan Angga dan Raka


"Ya udah Bu,Pak Una pulang dulu ya"ucap Aruna sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya bergantian dan di susul oleh Raka


"Iya Nduk"ucap Angga yang memeluk erat tubuh Aruna


"Buk,Pak Raka dan Una pulang dulu ya "ucap Raka lembut


"Iya, Bapak sama Ibu nitip Una ya sama kamu tolong jagain Una"ucap Angga


"Iya Pak,Raka janji akan jaga Una"ucap Raka


"Satu lagi permintaan Ibu"ucap Dina


"Permintaan Apa Bu"ucap Raka


"Ibu pengen punya cucu"ucap Dina


Yang langsung membuat Raka dan Aruna langsung membulatkan matanya


"Ibu..."ucap Aruna


Lalu ia melihat Raka yang sedang tersenyum


"Ya udah kita berdua pamit ya"ucap Aruna


"Assalamualaikum"ucap Aruna dan Raka yang kini masuk ke dalam mobil


"Ibu Apa-apa toh minta nya kayak gitu"ucap Angga


"Ya gimana atuh Pak Ibu udah pengen punya cucu, pengen gendong"ucap Dina memperagakan menggendong bayi


"Ya juga sih Bu, semoga deh Raka dan Una cepat di karuniai anak sama Allah ya Bu supaya kita bisa gendong cucu"ucap Angga tersenyum


"Iya"lalu Dina dan Angga tersenyum dan langsung masuk ke dalam rumah


"Sayang"ucap Raka


"Ya"ucap Aruna yang main handphone


"Kamu nggak kepikiran"ucap Raka


"Kepikiran Apa"ucap Aruna santai


"Kamu nggak kepikiran soal permintaan Ibu tadi"ucap Raka


Aruna menghentikan main handphone nya dan menatap Raka


"Itu keinginan Ibu ya Mas?"tanya Aruna


Raka langsung menganggukkan kepalanya cepat


"Iya sayang kita bikin nanti malam ya"ucap Raka senang

__ADS_1


"Mas kamu tuh Apa-apaan sih nggak ah"ucap Aruna


"Yah kenapa gitu sih"ucap Raka lesu


Aruna tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan lalu menelpon mertuanya


"Halo sayang"ucap Maya


"Halo Ma"ucap Aruna


"Gimana Nak kamu sama Raka"ucap Maya


"Alhamdulillah Ma Una sama Mas Raka baik-baik aja nih Una sama Mas Raka lagi di jalan mau ke apartemen"ucap Aruna


"Alhamdulillah ya Allah Mama seneng banget dengar nya sayang kalian berdua jangan ke apartemen dulu ya kalian ke rumah Mama akan masakin kalian berdua"ucap Maya


"Ermmm... Boleh sih Ma Una juga kangen sama Mama sama masakan Mama juga"ucap Aruna senang


"Iya Mama juga kangen sama kamu,gimana kalau kita beberquan di rumah"usul Maya


"Wah bagus tuh Ma, Una setuju"ucap Aruna


"Oke kalau gitu Mama tunggu ya"ucap Maya


"Oke Ma,oh ya Mama nggak mau nitip sesuatu gitu keperluan beberquan juga atau Apa kek"ucap Aruna


"Nggak usah sayang soalnya tadi Mama udah belanja dan untungnya semua nya ada sih jadi kamu tinggal bawa diri kamu dan perut kamu"ucap Maya menggoda Aruna


"Oke siap kalau itu mah Ma"ucap Aruna


Lalu Aruna dan Maya saling tertawa satu sama lain


"Ya udah kalau gitu Una tutup telponnya dulu ya Ma"ucap Aruna


"Iya sayang hati-hati ya Nak"ucap Maya lembut


"Oke Ma Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Sambungan telpon pun langsung terputus


"Seneng banget habis ngomong sama Mama sampai-sampai suaminya di lupain"ucap Raka


"Iya Mas Alhamdulillah aku tuh bersyukur banget bisa dapet mertua kayak Mama Baik, cantik,dan juga lembut Mama kayak temen aku"ucap Aruna


"Oh gitu ya"ucap Raka datar karena Aruna tidak memujinya


Aruna melihat suaminya dengan tersenyum manis dan ia langsung mencium pipi Raka


"Aku juga bersyukur banget karena dapat suami yang baik, ganteng, dan juga sayang sama aku"ucap Aruna


Raka langsung tersenyum manis dan malu karena di puji oleh Aruna


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2