
Raka beserta kedua sahabatnya itu telah datang
Aruna,Novi, dan Sela bingung melihat sikap dari ketiga tokek itu
"Ada Apa kak?"tanya Aruna pada saat Raka telah duduk di kursi samping Aruna
"Nggak Apa-apa kok"ucap Raka datar
"Oh ya kita pulang aja ya udah malam soalnya besok kan sekolah"ucap Raka
"Iya bener banget tuh"ucap Dion
"Kok kalian semua aneh sih"ucap Novi
"Aneh dari Mana perasaan lo aja kali"ucap Dito sambil cengengesan
"Ya udah kita pulang aja"ucap Aruna
Lalu mereka semua beranjak pergi dari restoran
Di perjalanan Aruna terus menatap ke arah Raka yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu
"Kak lo Kenapa sih aneh banget"ucap Aruna
"Nggak Apa-apa Una"ucap Raka datar
Sesampainya di apartemen Raka langsung masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya
"Kak Raka Kenapa ya kok aneh banget sih"ucap Aruna dalam hatinya
"Pasti ada sesuatu yang dia sembunyiin"
Aruna merebahkan tubuhnya dan tertidur nyenyak
Jam sudah menunjukkan pukul 02:35 Raka terbangun dan melihat Aruna yang ada di sampingnya
Ia melihat Aruna yang sudah tertidur nyenyak
"Maafin gue ya Na,gue akan jelasin semuanya ke elo"ucap Raka pelan
Lalu ia kembali tertidur
Pagi yang cerah sudah tiba kini Aruna telah mempersiapkan sarapan untuk dirinya dan juga untuk suaminya
"Kak ayo kita sarapan dulu"teriak Aruna
Raka langsung keluar dari kamar dan pergi ke meja makan
"Pasangin dasi gue"ucap Raka
Aruna langsung mengambil dasi Raka dan memakaikannya
"Kak lo nunduk sedikit gue nggak sampai"ucap Aruna sambil berjinjit
"Lo nya aja yang ke pendekan"ucap Raka
"Ihh kak Raka cebelin banget sih"ucap Aruna sambil memukul dada Raka
Raka langsung tersenyum manis melihat betapa menggemaskan istri nya itu
Ia langsung menunduk dan Aruna langsung mengikat dasi Raka
"Nah udah selesai"ucap Aruna sambil merapikan seragam Raka
Aruna terkejut saat keningnya di cium oleh Raka
"Makasih"ucap Raka
"Kak lo Apa-apaan sih"ucap Aruna
__ADS_1
"Loh Kenapa emang nggak boleh ya gue cium istri gue sendiri"ucap Raka
"Gue mau cium Apa aja terserah gue dong kita kan juga udah halal iya kan"ucap Raka menggoda Aruna
Aruna tersenyum manis
"Kak ayo kita makan nanti kita telat"ucap Aruna
Lalu Raka dan Aruna langsung sarapan bersama
***
"Pokoknya kita harus tenang seperti yang di bilang Raka"ucap Dion
"Bener"ucap Dito
"Kak kalian tuh Kenapa sih aneh banget "ucap Novi
"Aneh? nggak kok masa kita aneh "ucap Dion sambil cengengesan
"Iya gila lo"ucap Dito
Aruna dan Raka baru saja datang
"Ada Apa?"tanya Aruna
"Oh nggak Apa-apa kok "ucap Dion
Dion,Dito, dan Raka saling menatap satu sama lain
Lalu Karin dan sahabatnya itu datang
"Hemm bener kan nih wewe gombel pasti akan ngerusak semuanya
"Haii good morning"ucap Karin senang
"Nggak kok gue kesini cuma mau bilang kalau bentar lagi SMA Taruna Bangsa akan kedatangan siswi baru"ucap Karin
"Siapa?"tanya Dito
"Loh kalian nggak tau siapa Masa sih"ucap Shasha
"Apaan sih lo nggak jelas tau nggak"ucap Sela
"Ya udah deh gue kasih tau aja ya murid baru itu adalah Sofi"ucap Karin
Yang membuat Raka dan kedua sahabatnya itu langsung kaget
"Kenapa Raka lo kok kaget gitu sih harus nya lo kan seneng Sofi balik ke Indonesia lagi"ucap Karin
Aruna langsung menatap ke arah Raka dengan tatapan kebingungan
Raka juga menatap wajah Aruna
"Apa hubungannya dengan kak Raka harus senang"ucap Aruna
"Una lo nggak usah dengerin perempuan ini"ucap Raka
"Kenapa Raka"ucap Karin
Raka menggenggam tangan Aruna untuk pergi tapi Aruna menepisnya
"Apa sebenarnya ini cerita in ke gue,ka sikap lo berubah ini sebenarnya Kenapa sih gue jadi bingung"ucap Aruna
"Una gue akan jelasin semuanya sama lo tapi nggak sekarang"ucap Raka
"terus Kapan?"tanya Aruna
"Aduh Aruna sayang sebenarnya Sofi itu adalah..."belum sampai ucapan Karin
__ADS_1
Dion dan Dito langsung menghentikannya
"Heh nenek lampir lo nggak usah ngomporin ya"ucap Dion kesal
"Iya lo mau Novi hajar lo lagi,Novi hajar tuh orang"ucap Dito
"Kalian tuh sebenernya Kenapa sih, Kenapa kalian nggak mau biarin Una denger"ucap Novi
"Iya nih kan Aruna harus tau siswi itu"ucap Shasha
"Una ayo gue anter lo ke kelas lo"ucap Raka sambil menarik tangan Aruna
Tapi Aruna menepisnya
"Gue akan ke kelas setelah gue tau Apa penyebab kalian bertiga jadi nggak jelas kayak gini"ucap Aruna
"Kak Karin lo mu ngomong Apa tadi"ucap Aruna
"Una lo percaya sama omongan nih nenek lampir"ucap Dion
"Sebenarnya gue nggak mau percaya tapi melihat kalian kayak gini gue yakin pasti ada yang kalian sembunyikan dari gue"ucap Aruna
"Aruna sebenarnya Sofi itu adalah mantan tersayang Raka"ucap Karin
Betapa terkejutnya Aruna mendengar perkataan dari Karin dan bukan cuma Aruna yang terkejut Novi dan Sela juga langsung terkejut
"Mantan?"ucap Aruna
"Iya"ucap Karin
"Apa jangan-jangan ini yang di bilang sama anak-anak yang lain kalau kak Raka dan kak Kevin rebutin perempuan itu"ucap Novi
"Iya dan perempuan itu lebih memilih kak Kevin dari pada kak Raka iya kan"ucap Sela
"Bener banget kalian berdua tuh pintar banget sih"ucap Karin
Raka melihat wajah Aruna yang tadinya bahagia, senang kini menjadi murung ia menatap ke arah bawah lantai
Karin yang melihat Aruna seperti itu ia tersenyum miring
"Kenapa Aruna pacar lo nggak ngasih tau lo ya"ucap Karin
"Ya iyalah nggak di kasih tau orang kak Raka kan sayang banget sama Sofi bahkan kak Raka dulu nya ingin bunuh diri pas Sofi ninggalin dia"ucap Shasha
"Eh jaga ya mulut lo"ucap Dion kesal
"Emang bener kan"ucap Shasha
"Diam semuanya"teriak Raka semua yang ada di sana langsung terdiam
Aruna langsung pergi ke kelas nya
"Una"ucap Raka sambil menarik tangan Raka
"Gue mau ke kelas dulu ya"ucap Aruna yang langsung pergi
Setelah Aruna telah sampai di kelas ia langsung duduk di bangku nya
"Ini semua tuh gara-gara kalian tau"ucap Dito
"Dih kita kan cuman ngasih tau aja"ucap Karin santai
"dasar lu ya cewek mulut ember"ucap Dito
"Sekarang gimana ha"ucap Dion
"Noh komen itu sih derita elo masa nggak mau tau"ucap Karin dan Shasha menyampaikan lagu itu sambil mengejek mereka bertiga
Bersambung...
__ADS_1